verified_user Pilih Kategori

Showing posts with label Smk. Show all posts
Showing posts with label Smk. Show all posts

Profesionalisme Penata Rambut (Hair Dresser)

visibilityView Article
Agar para pelanggan merasakan berada di dalam lingkungan yang tenang dan nyaman, maka setiap orang yang bekerja dibagian kecantikan haruslah menata segala sesuatunya dengan apik dan efektif untuk melakukan pekerjaan. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan teliti, akan memberikan kesan yang baik, sehingga tidak mengecewakan bahkan akan memuaskan para pelanggan. Setiap penata kecantikan haruslah bekerja sesuai dengan aturan dan mempersiapkan kerja menurut prosedur dari masing-masing bagian tata kecantikan rambut tersebut. Untuk itu setiap penata rambut perlu mengetahui etiket dan estetika kecantikan rambut.

1. Etiket dan Estetika Kecantikan Rambut
Kata etiket berasal dari bahasa Perancis yakni “Estiquete”, yang secara umum diartikan sebagai tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Karena itu etiket tidak akan terlepas dari hal-hal yang berkaitan erat dengan norma-norma, aturan dan tata tertib dalam pergaulan.

Etiket dan pergaulan merupakan 2 kata yang tidak dapat dipisahkan, karena kedua hal tersebut menyangkut aturan-aturan/pengaturan, tata krama, tata tertib, dengan kata lain adalah berupa pengaturan yang dilaksanakan dalam pergaulan oleh manusia atau cara mengatur manusia dalam segala tindak dan gerak. Etiket tidak dicantumkan di dalam undang-undang negara, namun merupakan ketentuan yang harus dipatuhi dan diikuti dalam kehidupan bermasyarakat.

Kedua kata di atas haruslah mencerminkan atau memperlihatkan keindahan dari kecantikan. Seiring dengan itu maka pengertian dari estetika adalah keindahan, dimana hal ini sangat erat hubungannya dengan kecantikan. Dengan demikian estetika kecantikan rambut adalah merupakan keindahan secara keseluruhan dengan mengikuti peraturan tertentu/sesuai dengan tujuan dan kesempatan serta mengikuti trend kecantikan rambut yang bersifat menggugah hati. 

Agar etiket dan estetika kecantikan rambut dapat terwujud dengan sempurna sesuai dengan profesi penata rambut, ada beberapa aturanaturan yang mendukung terbentuknya kepribadian.

a. Berkenalan dan berjabat tangan
Memperkenalkan diri dan diperkenalkan merupakan salah satu tata cara dalam pergaulan dan berhubungan dengan yang belum dikenal secara pribadi. Dalam pergaulan ada aturan-aturan yang perlu diperhatikan dalam berkenalan. Biasanya ada orang yang memperkenalkan orang-orang yang belum saling kenal. Tentu saja dia adalah orang yang telah mengenal kedua pihak yang akan saling diperkenalkan, dengan dasar setidaknya ia mengetahui nama atau pekerjaan orang tersebut, karena itu perlu pula diperhatikan;

1) Siapa yang diperkenalkan, maksudnya bila pria diperkenalkan kepada wanita, syarat ini tetap berlaku walaupun wanita itu lebih muda dari pria, kecuali terhadap pimpinan negara, tokoh masyarakat atau atasan wanita dikantor dan diperusahaan, kepada merekalah wanita diperkenalkan. Di samping itu terhadap orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua sama halnya dengan yang di atas, asalkan faktor-faktornya sama. Ataupun terhadap orang yang lebih rendah kedudukannya diperkenalkan kepada orang yang lebih tinggi pangkatnya.

2) Bentuk perkenalan
Dalam memperkenalkan pria dengan pria yang kira-kira sama pangkat dan usianya, boleh mana yang lebih dulu, sama halnya seorang wanita dengan wanita lain, kecuali salah seorang diantara mereka lebih rendah kedudukannya, maka itulah yang lebih dulu.

3) Memperhatikan nama
Bila ada orang yang akan diperkenalkan dengan kita, syarat utama yang dilakukan adalah memandang wajah orang tersebut dengan senyum. Hal ini menyatakan perasaan senang, di samping itu kita perlu mendengarkan dengan baik nama orang yang diperkenalkan, hal ini akan lebih mengingatkan dan bila dalam suasana percakapan perlu menyebut namanya, sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan, mengangguk atau membungkuk, sambil berkata: “Apa kabar ?” dengan diiringi “Saya senang berkenalan dengan Anda”.
penata rambut
b. Berbincang-bincang dan bertelepon
Berbincang-bincang atau bercakap-cakap biasa terjadi jika ada beberapa orang berkumpul disuatu tempat seperti; undangan jamuan makan, yang diselenggarakan dirumah atau dihotel/gedung pertemuan, biasanya akan memberikan kesempatan untuk berbincang-bincang bagi yang diundang. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berbincang-bincang tersebut:
  • Jangan membicarakan kekurangan atau keburukan orang lain.
  • Jangan debat atau bantah pendapat orang lain karena kita bukanberdiskusi.
  • Jangan memborong semua pembicaraan.
  • Jangan berbicara seolah-olah orang lain tidak tahu apa-apa.
  • Jangan paksa seorang yang pendiam atau pemalu untuk berbicara.
  • Jangan larang siapapun untuk ikut dalam percakapan kelompok.
  • Bijaksanalah berbicara jika atasan ada dikelompok kita yang sedang berbincang-bincang.
  • Perhatikanlah wajah lawan bicara kita, bukan memandang kemanamana, ini untuk menjaga kesopanan.
  • Jangan terlalu dekat wajah kita dengan lawan bicara karena ini kurang sopan.
Hindarilah ungkapan ketidakpedulian, ketidaksabaran, kurang perhatian dan jawaban-jawaban yang kurang jelas. Oleh karenanya cara berbicara yang baik melalui telepon adalah:
  • Sambutlah penelepon dengan ramah dan antusias.
  • Jangan lupa menyapa sesuai waktu saat itu, misalnya “Selamat pagi” atau yang lain sesuai kepecayaan agama seperti “Assalamualaikum” dan susul dengan menyebut nama atau nama kantor.
  • Bayangkan penelepon itu dalam pikiran dan pembicaraan tertuju pada orang tersebut.
  • Curahkan perhatian kepada penelepon, agar pembicaraan jelas.
  • Pada waktunya katakan “terima kasih”, ucapan ini ibarat senyum yang dilemparkan lewat telepon.
  • Biarkan penelepon lebih dulu meletakan gagang teleponnya.
c. Menerima tamu
Tamu yang dimaksud dalam hal ini adalah seorang pelanggan yang datang pada anda sebagai penata rambut (hairdresser). Untuk itu perlu beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berikut:
  • Sambutlah tamu dengan sopan, ramah dan senyum dengan mengucapkan sapaan lembut, seperti “Selamat pagi ?. Silahkan duduk”.
  • Tamu dipersilahkan duduk dengan menujukan tempat duduk untuk si tamu.
  • Lakukanlah pembicaraan yang enak didengar, tidak menyinggung perasaan kedua belah pihak.
  • Dalam menentukan sebutan pada tamu, pilihlah dengan memperhatikan jenis kelamin, faktor usia, ras bangsa, kebudayaan dan faktor sosial. Misalnya: nyonya, pak, Miss, MR dan sebagainya.
  • Lepaslah tamu sampai pintu/sesuai aturan dari salon, dengan mengucapkan kata-kata simpati seperti sampai jumpa, sambil berjabat tangan.
d. Hal-hal yang mempengaruhi sikap
Selain dari beberapa cara yang diuraikan di atas tentang etiket dan estetika kecantikan rambut, maka masalah sikap juga merupakan ujud nyata yang harus diperhatikan dalam hal ini. Pengaruh sikap tersebut dapat dikelompokan sebagai berikut:

1) Pengaruh sikap dalam kehidupan
Kita menilai orang lain dari apa yang dilihat. Kesan yang ditangkap oleh padangan mata memberikan pengaruh kepada ingatan dan perasaan. Pada umumnya yang kelihatan jelas adalah sikap orang duduk, berjalan, berdiri dan lain-lain, misalnya seseorang mengatakan bahwa “ia baik”, cara duduknya sopan dan bicaranya baik serta tenang. Ini berarti bahwa cara duduk yang sopan dan berbicara yang tenang memberi kesan positif.

Pada dasarnya wanita itu cantik hanya saja ada yang cepat mengerti bagaimana menambah gaya tarik atau dari yang sudah ada agar lebih baik/menarik lagi. Sebuah alat seperti cermin dapat membantu kita dengan sejujur-jujurnya, misalnya: mengetahui bentuk badan, muka, alis, cara berdiri dan lain-lain. 

2) Pengaruh sikap terhadap penampilan
Untuk dapat mencapai tujuan di atas perlu kiranya diperhatikan faktorfaktor sikap yang mempengaruhi penampilan seseorang. Faktor-faktor sikap itu dapat dibagi atas 2 bagian:
  • Sikap mental, ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. Sikap mental pada umumnya merupakan hasil pendidikan yang diberikan kepada anak sejak kecil. Tempat utama pembentukan sikap mental adalah dilingkungan keluarga. Pembentukan suatu sikap timbul karena kebiasaan, yakni kebiasaan di dalam keluarga dan masyarakat yang dipengaruhi oleh adat istiadat, agama dan peraturan-peraturan yang terdapat di dalam masyarakat. 
  • Sikap fisik yang positif, memberikan kesan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Sikap ini diperlukan ketika kita berkomunikasi sehari-hari dan sangat diperlukan waktu kita melamar pekerjaan. Dengan mawas diri kita coba melihat kekurangan yang ada dan berlatih bersikap positif. Karena itu, bagaimanapun sikap-sikap tersebut harus diperhatikan dan dibiasakan. 

Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja

visibilityView Article
Kesehatan sangat penting dipelajari oleh semua orang, apalagi bagi para ahli kecantikan. UU Pokok Kesehatan No. 9/69 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sempurna jasmani, rohani, dan sosial. Jadi tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan. Apabila semua orang mematuhi dan melaksanakan sesuai dengan undang-undang kesehatan tersebut tentunya semua orang dalam keadaan sehat jasmani, rohani, dan sosial. Apalagi bagi seorang ahli kecantikan K3 merupakan suatu langkah kerja yang harus dipatuhi dengan disiplin tinggi karena ahli kecantikan akan selalu berhubungan dengan banyak orang.

Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu usaha di bidang kesehatan. Secara prinsip kesehatan ini adalah untuk melindungi , memelihara badan dan jiwa yang memiliki tujuan mempertinggi kesejahteraan dan daya guna perikehidupan manusia. 

Kesehatan memiliki sasaran yang sangat luas, artinya mencakup semua aspek kehidupan manusia. Luasnya cakupan keselamatan kerja di bidang tata kecantikan, maka pada tulisan ini dibatasai pada bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan bidang di atas. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan selamat  serta pelanggan puas. Untuk itu peraturan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi beberapa hal penting, yakni sebagai berikut:

1. Kesehatan Perorangan
Maksudnya usaha-usaha yang berguna untuk menyehatkan tubuh, tetapi sekaligus memperhatikan, memelihara dan memupuk integritas jiwa, yamg dalam hal ini terkelompok menjadi:

a. Kesehatan jasmaniah; artinya menjamin kesehatan tubuh lebih optimal dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Pemeliharaan tubuh dan alat-alat tubuh seperti (mandi, menyikatgigi, pemeliharaan rambut, kuku dan sebagainya secara teratur).
  • Perhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakan baik berupa busana itu sendiri maupun pelengkapnya, apakah ada bersih dan rapi, sesuai dengan keadaan lingkungan hidup dan lingkungan kerja.
  • Makanlah dengan menu seimbang (4 sehat 5 sempurna).
  • Lakukanlah senam atau olahraga lainnya sebagai latihan jasmani secara teratur, guna memperkuat otot dan melancarkan peredaran darah.
  • Berusahalah selalu untuk memperhatikan sikap tubuh yang baik seperti: sikap berdiri, duduk ataupun berjalan, agar tidak terjadi ketegangan dan kelelahan otot yang tidak perlu terjadi.
  • Selalulah menjadikan hidup ini menjadi suatu irama yang teratur, guna pemeliharaan kesehatan, seperti: waktu kerja, istirahat, makan/minum, latihan jasmani, rekreasi dan pembinaan jiwa.
b. Kesehatan rohani; maksudnya adalah cerminan jiwa saat kita melakukan pekerjaan, seperti:
  • Sebelum memulai pekerjaan pasanglah niat dengan baik.
  • Amati jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan dengan cermat, bukan gegabah.
  • Lakukan suatu pekerjaan dengan hati yang tenang dan damai, bukan melakukan pekerjaan secara terpaksa, sebab bila terpaksa tidak dapat dicapai hasil yang maksimal.
2. Kesehatan Perusahaan
Pada dasarnya kesehatan perusahaan bertujuan untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi tingkat kesehatan jasmani dan rohani manusia yang bekerja dalam suatu perusahaan, baik ia sebagai pimpinan perusahaan, karyawan/penata kecantikan maupun sebagai orang/tamu yang datang dan berurusan dengan perusahaan atau untuk dilayani dalam bidang kecantikan. Usaha ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti:
  • Menjaga dan memelihara bangunan perusahaan sehingga aman dan nyaman bagi yang bekerja maupun yang berkunjung.
  • Memenuhi penerangan yang cukup, aliran udara yang baik, penyediaan air yang cukup dan bersih, tersedianya kamar kecil yang memenuhi syarat kesehatan, tempat sampah yang tertutup dan kebersihan ruangan kerja yang terpelihara.
  • Menjaga dan memelihara agar karyawan terbebas dari penyakit menular atau mengindap penyakit menular, sehingga tidak membahayakan terhadap karyawan ataupun pelanggan.
  • Menyiapkan beberapa perangkat peralatan untuk pencegahan penyakit menular seperti: masker penutup mulut, sarung tangan karet yang dipakai untuk merawat pelanggan serta menjaga kebersihan.
  • Menyediakan berbagai larutan antiseptik dan desinfektan yang efektif dan aman digunakan.
3. Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan bertujuan untuk menjadikan lingkungan hidup mampu memberi kemungkinan terbaik sebagai penunjang kesehatan. Cara ini dapat dilakukan dengan:
  • Menjaga agar lingkungan hidup tidak tercemar oleh kotoran, bahan kimia dan air limbah hasil buangan proses industri.
  • Menjaga agar lingkungan bebas dari polusi udara dan polusi suara berupa kebisingan yang merugikan kesehatan jasmani dan rohani.
  • Menjaga agar sumber air dan tumbuh-tumbuhan sebagai paru-paru lingkungan yang terpelihara keseimbangannya.
Ketiga bidang kesehatan di atas merupakan usaha yang saling mengait, saling mendukung dan menunjang. Karenanya ketiga bidang tersebut harus mendapat perhatian yang serius. Di samping hal di atas beberapa hal penting lainnya adalah dalam bidang keamanan bekerja. Keamanan bekerja perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja dalam bekerja. Penyebab kecelakaan kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian:
  • Penyebab yang berasal dari manusia itu sendiri Dari hasil penelitian ditemukan ± 85% dari kecelakaan ringan bersumber dari manusia itu sendiri, contoh dari gejolak emosi, ketegangan jiwa, rasa jemu, benci dan putus asa serta kelelahan. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor psikologis sebagai latar belakangnya.
  • Penyebab yang berasal secara mekanis dan lingkungan Kecelakaan yang terjadi pada usaha kecantikan/salon, secara umum karena faktor mekanis, maksud kecelakaan ini terjadi adalah akibat beberapa peralatan yang menggunakan arus listrik, yang bisa menyebabkan kontak dengan tubuh sipemakai/pelanggan. Hal ini disebabkan karena kelalaian dan kurang perawatan dari peralatanperalatan tersebut.
Dari penyebab-penyebab di atas dibutuhkan perhatian yang serius agar para pelanggan terjaga dengan baik kesehatan dan keselamatannya.
ahli kecantikan
Menyediakan Lingkungan Tenang dan Nyaman Bagi Pelanggan
Pekerjaan yang sangat penting dilakukan bagi penata kecantikan adalah mengutamakan dan menyediakan lingkungan tenang dan nyaman bagi para pelanggan. Untuk itu ada beberapa faktor fisik yang perlu diperhatikan:

1. Kebisingan.
Di dalam ruangan kecantikan, kebisingan perlu diperhatikan dan dijaga, agar pekerjaan dapat dilakukan dengan tingkat konsentrasi yang tinggi serta semua pekerjaan berjalan dengan lancar.

2. Radiasi.
Maksud dari radiasi adalah yang menyangkut penggunaan alat-alat listrik frekwensi tinggi dan alat berupa vapozone disertai radiasi sinar ultraviolet, lampu infra merah dan lampu-lampu pijar yang memancarkan gelombang-gelombang sinar panas. Secara prinsip radiasi ini hanya berlangsung selama pemakaian peralatan, akan tetapi harus hati-hati dan gunakanlah peralatan tersebut tepat
pada waktunya, sebab efek samping dari gelombang-gelombang sinar panas tersebut, akan berakibat pada lensa mata dan sinar ultraviolet berakibat pada radang selaput ikat mata.

3. Getaran mekanis
Sekalipun dalam bidang kecantikan hal ini tidak merupakan suatu problema, namun bila lalai tentu juga akan memberikan efek samping.

4. Iklim kerja, tata bangunan, letak tempat kerja,
Pertukaran udara yang baik, terdapatnya alat-alat yang memancarkan panas, sangat berpengaruh terhadap iklim kerja, untuk itu perlu diperhatikan kondisi dari peralatan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan tetapi memberi kenyamanan. Iklim kerja yang lebih baik dapat diciptakan antara lain dengan cara air conditioning tempat kerja. Satu hal yang harus diciptakan adalah jangan mengatur suhu terlalu rendah, karena ini dapat menyebabkan keluhan-keluhan dan kadangkadang meningkatnya penyakit saluran pernapasan. Sebaliknya jangan pula menggunakan suhu yang tinggi, karena akan menimbulkan kejang-kejang akibat kepanasan.

5. Penerangan di tempat kerja;
Hal ini mutlak diperhatikan karena penerangan yang baik adalah berasal dari cahaya matahari, atau dari sumber cahaya buatan memungkinkan karyawan melihat objek yang dikerjakannya secara jelas, cepat, mudah.
a. Sifat-sifat penerangan yang baik ditentukan oleh:
  • Pembahagian kecerahan dalam lapangan penglihatan.
  • Derajat kesilauan.
  • Arah datangnya sinar.
  • Warna yang ditimbulkan.
  • Panas yang disebabkan oleh sumber cahaya.
b. Akibat-akibat dari penerangan buruk dapat berwujud sebagai:
  • Kelelahan mata disertai dengan menurunya daya kerja dan efesiensi kerja.
  • Kelelahan mental.
  • Rasa pegal-pegal/sakit kepala disekitar mata.
  • Kerusakan mata.
  • Meningkatnya kecelakaan.
6. Pada kenyamanan ruang kecantikan harus terbatas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan bau yang tidak mengenakkan atau menimbulkan masalah. Adanya bau tersebut perlu di atasi sejak awal, sehingga dirasakan benar-benar nyaman.

7. Kebersihan sebagaimana yang disemboyankan di dalam kehidupan bahwa kebersihan adalah sebagian dari keimanan. Untuk itu kebersihan di dalam tata kecantikan sangat perlu diperhatikan baik kebersihan di luar ruangan, di dalam ruangan maupun semua peralatan, bahan/pakaian, lenan dan kemasan kosmetika haruslah selalu dalam kondisi bersih.

Kepariwisataan di Indonesia

visibilityView Article
Kekuatan pariwisata Indonesia adalah terletak pada manusianya. Manusia yang hangat, ramah tamah, murah senyum dan gemar menolong tamunya, sehingga membuat “kangen” untuk kembali lagi. Indonesia memiliki segudang kekayaan alam maupun buatan yang dapat dijadikan objek pariwisata yang sangat menawan dan menarik untuk dikunjungi. Namun mengapa bali lagi Bali lagi yang selalu diandalkan untuk menarik wisatawan mancanegara.

Untuk mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia khusunya, tentunya peranan pemerintah sangat diperlukan. Peran pemerintah yang sangat penting terutama dalam melindungi wisatawan dan memperkaya atau mempertinggi pengalaman perjalanannya. Penerapan semua peraturan pemerintah dan undang – undang yang berlaku mutlak dilaksanakan oleh pemerintah. Didalam pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berencana secara menyeluruh, sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial dan kultural. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata kedalam suatu program pembangunan ekonomi, fisik, dan sosial dari suatu negara. Disamping itu, rencana tersebut harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah, untuk mendorong dan mengendalikan pengembangan pariwisata.

Kebijakan Pemerintah tentang Pariwisata
Pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. Sesuai dengan Undang-undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam:

a. Usaha Jasa Pariwisata terdiri dari:
  • Jasa Biro Perjalanan Wisata;
  • Jasa Agen Perjalanan Wisata;
  • Jasa Pramuwisata;
  • Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran;
  • Jasa Impresariat;
  • Jasa Konsultan Pariwisata;
  • Jasa Informasi Pariwisata.
b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata dikelompokkan dalam:
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam;
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Budaya;
  • Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.
c. Usaha Sarana Pariwisata yang dikelompokkan dalam:
  • Penyediaan Akomodasi;
  • Penyediaan Makanan dan Minuman;
  • Penyediaan Angkutan Wisata;
  • Penyediaan Sarana Wisata Tirta;
  • Penyediaan Kawasan Pariwisata.

Sesuai ketentuan, batasan, pengertian dari masing-masing bidang usaha:
a. Usaha Jasa Pariwisata:
  • Jasa biro perjalanan wisata adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata;
  • Jasa agen perjalanan wisata adalah badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang bertindak sebagai perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan perjalanan;
  • Usaha jasa pramuwisata adalah kegiatan usaha bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata;
  • Usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran adalah usaha dengan kegiatan pokok memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (misalnya negarawan, usahawan, cendekiawan) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama;
  • Jasa impresariat adalah kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan baik yang mendatangkan, mengirimkan maupun mengembalikannya serta menentukan tempat, waktu dan jenis hiburan;
  • Jasa konsultasi pariwisata adalah jasa berupa saran dan nasehat yang diberikan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul mulai dan penciptaan gagasan, pelaksanaan operasinya dan disusun secara sistematis berdasarkan disiplin ilmu yang diakui serta disampaikan secara lisan, tertulis maupun gambar oleh tenaga ahli profesional;
  • Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan informasi, penyebaran dan pemanfaatan informasi kepariwisataan.
b. Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata:
  • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata;
  • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata budaya merupakan usaha seni budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata;
  • Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan atau potensi seni budaya bangsa untuk dijadikan sasaran wisatawan yang mempunyai minat khusus.
c. Usaha Sarana Pariwisata:
  • Penyediaan akomodasi adalah usaha penyediaan kamar dan fasilitas lain serta pelayanan yang diperlukan;
  • Penyediaan makanan dan minuman adalah usaha pengolahan, penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman yang dapat dilakukan sebagai bagian dari penyediaan akomodasi ataupun sebagai usaha yang berdiri sendiri;
  • Penyediaan angkutan wisata adalah usaha khusus atau sebagian dari usaha dalam rangka penyediaan angkutan pada umumnya yaitu angkutan khusus wisata atau angkutan umum yang menyediakan angkutan wisata;
  • Penyediaan sarana wisata tirta adalah usaha penyediaan dan pengelolaan prasarana dan sarana serta jasa yang berkaitan dengan kegiatan wisata tirta (dapat dilakukan di laut, sungai, danau, rawa, dan waduk), dermaga serta fasilitas olahraga air untuk keperluan olahraga selancar air, selancar angin, berlayar, menyelam dan memancing;
  • Penyediaan kawasan pariwisata adalah usaha yang kegiatannya membangun atau mengelola kawasan dengan luas tertentu untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Daya Tarik Daerah Tujuan Wisata

visibilityView Article
“Daya Tarik Wisata adalah sifat yang dimiliki oleh suatu obyek berupa keunikan, keaslian, kelangkaan, lain dari pada yang lain memiliki sifat yang menumbuhkan semangat dan nilai bagi wisatawan” (budpar). Suatu daerah dikatakan memiliki daya tarik wisata bila memiliki sifat:
  • Keunikan, contoh: bakar batu (di Papua) sebuah cara masak tradisional mulai dari upacara memotong hewan (babi) sampai membakar daging, sayuran dan umbi/talas yang disekam dalam lubang, ditutup batu lalu dibakar, serta keunikan cara memakan masakan tersebut.
  • Keaslian, alam dan adat yang dilakukan sehari-hari, dalam berpakaian dan kehidupan keluarga dimana seorang perempuan lebih mengutamakan menggendong babi yang dianggapnya sangat berharga dari pada menggendong anak sendiri.
  • Kelangkaan, sulit ditemui di daerah/negara lain
  • Menumbuhkan semangat dan memberikan nilai bagi wisatawan

Sebuah daerah dikatakan layak dikunjungi wisatawan, bila ada tiga kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tersebut, yaitu :
  • Sesuatu yang dapat dilihat (Something to see), seperti keindahan/keunikan alam, bangunan bersejarah, kesenian/budaya setempat.
  • Sesuatu yang dapat dilakukan (Something to do), naik sampan, mencoba makanan tradisional, menari dengan penari lokal, naik kuda/gajah, dll
  • Sesuatu yang dapat dibeli (Something to buy), untuk memenuhi kebutuhan wisatawan untuk berbelanja, seperti souvenir dan kerajinan rakyat yang dianggap para wisatawan sebagai barang yang menarik sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal masing-masing

Schema 5A
“5 A” seringkali dijadikan pertimbangan oleh perusahaan perjalanan wisata dalam menentukan suatu daerah tujuan wisata yaitu:
1. Kemudahan untuk dikunjungi dan memiliki jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan (Accessibility)
Lokasi wisata yang layak, aman, nyaman dan dapat dijangkau / ditempuh oleh wisatawan secara individu maupun rombongan dan adanya sarana penunjang transportasi, seperti kelayakan dan kenyamanan serta keamanan jalan menuju lokasi. Kecuali bagi wisatawan adventure, yang mampu menelusuri lokasi wisata dengan berjalan kaki, namun pada jarak tertentu. Transportasi:Pesawat Udara/Kapal Laut/Kereta Api/Bus,minibus, sedan, motor, sepeda, becak.

2. Kemudahan mendapatkan/ada tempat penginapan yang layak bersih dan ramah/menyenangkan (Accommodations)
Terdapat tempat untuk bermalam dan beristirahat yang layak, aman dan memenuhi persyaratan kesehatan / sanitasi yang sehat. Diantaranya: Hotel, resort, hostel, losmen, guest house, caravan, sewa tenda, ataupun rumah penduduk (sebagian fasilitas nya) yang memang diperuntukkan bagi wisatawan.

3. Kemudahan melihat atraksi yang khas dilokasi wisata (Attraction)
Adanya atraksi atau objek wisata yang dikelola oleh pemerintah/masyarakat setempat yang layak serta aman untuk dikunjungi wisatawan. Natural : Pantai, laut, hutan alam, telaga, gunung. Man Made : Museum, candi, taman, monumen. Culture : seni, adat, tempat bersejarah, situs.

4. Kemudahan dan adanya sarana fasilitas untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dan aman didaerah tersebut (Activities)
Adanya aktifitas yang layak dilakukan wisatawan dengan aman,dan dapat dipantau keselamatannya. Diantaranya: mendaki gunung, menyelam, Ski, berenang, berjalan santai, menonton pertunjukan, santai menikmati pemandangan dan kesejukan alam.

5. Fasilitas lain yang menunjang perjalanan wisata, seperti telepon, penukaran uang, toko souvenir dll (Amenities).
Tersedianya fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh wisatawan seperti : Bank, Money changer, ATM, toko, rumah makan, toilet yang memadai, kantor pos, cinderamata, pasar, jaringan internet, HP, telegram.

Hari Libur dan Kebutuhan Hiburan

visibilityView Article
Holiday (Hari libur) berasal dari kata Holy Day yaitu hari suci yang banyak kaitannya dengan keagamaan dan adat istiadat. Pada hari-hari suci tersebut, mereka tidak mengerjakan hal-hal/pekerjaan mencari nafkah secara rutin; mereka pergi ketempat suci dan dilanjutkan dengan rekreasi, menikmati hiburan dengan kesenian dan lomba ketangkasan

Tahun 1552, (sebelum revolusi industri) masa pemerintahan Raja Edward VI, umat Nasrani di Eropa dapat menikmati hari libur dengan dikeluarkanya peraturan holiday dan fasting days, yang diikuti oleh kantor-kantor swasta, pabrik dan kantor semi pemerintah di Inggris , meliburkan karyawannya.

Sejalan dengan kesepakatan peraturan perburuhan internasional, dibuat pula peraturan kerja 7-8 jam sehari dan libur pada hari Minggu serta hak cuti bagi karyawan karena secara psikologis semua pekerja membutuhkan suasana relax dan bersenang-senang untuk melupakan segala kesibukan kerja sejenak, sehingga setelah libur diharapkan mereka memiliki semangat dan ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan berlakunya hari-hari libur dan cuti serta kebutuhan individual untuk memenuhi tingkat kehidupan yang lebih sehat, serta meningkatnya pendapatan maka pertumbuhan usaha pengadaan acara dan tempat berlibur menjadi sangat pesat.

Hal ini tidak hanya berakibat banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang transportasi, akomodasi, penyediaan makanan minuman, dunia hiburan serta pengenalan kekayaan alam/adat istiadat,budaya pada daerah yang dikunjungi, tetapi juga banyak usaha bisnis yang berkembang mengikuti tututan kebutuhan para pengunjung seperti : bank, warung telkom, souvenir dll.
Musim liburan merupakan musim impian “ramai pengunjung” bagi perusahaan industri pariwisata, biasanya disebut high season /peak season sedangkan musim “sepi pengunjung” biasa disebut low season. Pada saat high season, tarif transportasi dan akomodasi/hotel tidak berlaku discount, semua harga normal atau harga khusus (diatas harga normal), namun pada saat low season tariff penerbangan dan hotel biasanya berlaku harga khusus/discount.

Alasan melakukan wisata, jenis dan tujuan wisata
Alasan/motivasi orang melaksanakan perjalanan wisata adalah :
  • pengakuan sosial dan kebanggaan
  • relaks dan bersenang-senang
  • menikmati fasilitas yang belum ada di kota/negara tempat tinggalnya
  • menikmati makanan yang khas / tradisional
  • berbelanja sesuatu yang khas dan tidak untuk dijual
  • menyatukan diri dan menikmati keindahan alam
  • melakukan ziarah keagamaan
  • mengagumi hasil dan teknik pertanian
  • menyaksikan pertunjukan budaya tradisional
  • melihat langsung dan merasakan kehidupan masyarakat dan adat istiadatnya
  • menyaksikan peninggalan sejarah dan benda-benda kuno
Sedangkan Pacific Association Of Travel Agent ( PATA) menyatakan alasan orang melakukan perjalanan antara lain :
  • Keramahtamahan penduduk (Warm and Friendly People)
  • Penginapan yang menyenangkan (Comfortable Accomodation)
  • Keindahan alam (Beautiful Natural Scenery)
  • Harga yang memuaskan (Reasonable Prices)
  • Adat istiadat dan pandangan hidup yang menarik (An Attractive Customer and Way Of Live)
  • Cuaca yang baik (Good Climate)
  • Keindahan kreasi manusia (Beautiful Creation Of Man)
  • Makanan yang menarik (Outstanding Food)
  • Pembelanjaan yang menarik (Good Shopping)
  • Lingkungan yang istimewa (Exotic Environment)
  • Ikatan sejarah atau keluarga (Historical Of Family Ties)
  • Aktivitas rekreasi yang luar biasa (Exeptional Recreational Activities)
Dengan bermacam-macamnya alasan melakukan perjalanan wisata tersebut, maka para pelaku bisnis layanan wisata, berkreasi untuk membuat dan menyusun paket-paket wisata berdasarkan kebutuhan wisatawan, antara lain:
  • Wisata Alam /Ekowisata/Ecotourism
  • Wisata Budaya / Culture
  • Wisata Sejarah / Historical
  • Wisata Ziarah / Pilgrim
  • Wisata Boga / Kuliner/Culinary
  • Wisata Belanja /Shopping
  • Wisata Pertanian /Agriculture
  • Wisata Kelana / Petualangan/Adventure
Wisatawan akan datang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, bila di daerah tersebut terdapat daya tarik (tourism resources) bagi wisatawan tersebut untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, antara lain :

a. Objek Wisata Alam
Objek wisata alam (nature) adalah yang terbentuk dari gejala-gejala alam dan dipelihara dengan memperhatikan keasliannya, walaupun di tambahkan dengan fasilitas umum. Wisatawan yang datang biasanya para pencinta alam.

b. Objek Wisata Buatan (man-made)
Obyek wisata buatan manusia, seperti museum, monumen, situs bersejarah dan purbakala, gedung bersejarah, galeri seni dan budaya, pusat kegiatan seni dan budaya, taman dan hutan kota, cagar budaya, budidaya agro, flora dan fauna, tempat ibadah, bangunan arsitektural, bandara, pelabuhan dan stasiun, pasar tradisional,pusat perbelanjaan dll.

c. Atraksi wisata
Atraksi wisata selalu dikaitkan dengan :
  • kekayaan budaya bangsa; peningkatan kepatuhan pada peraturan perundangan yang berlaku, norma dan nilai kehidupan masyarakat
  • jaminan keselamatan, keamanan dan kenyamanan, bagi pengelola, pengguna jasa/wisatawan dan masyarakat
  • ketertiban dan harmonisasi lingkungan
  • nilai tambah dan manfaat yang luas bagi komunikasi lokal
  • publikasi kegiatan pariwisata.

Pengelompokan Perjalanan

visibilityView Article
Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa lebih nyaman.

Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka semakin meningkat pula pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dalam melakukan kegiatan dan juga upaya memenuhi ambisi untuk dapat hidup lebih baik. Volume perjalanan semakin meningkat ,sehingga menurut keperluannya, “perjalanan” dapat dikelompokkan menjadi:

a. Perjalanan Umum/Biasa
Pada perjalanan ini memberi kesan serius dan mendapatkan hasil yang “nyata”, seperti :
  • Keperluan bisnis, mencari nafkah
  • Tujuan berobat /kesehatan
  • Tujuan sosial/kepentingan keluarga
  • Seminar dan konferensi
  • Naik Haji
  • Belajar / Sekolah
  • Penelitian kekayaan alam dan budaya
Dalam menangani layanan perjalanan ini, perusahaan perjalanan hanya memberikan layanan pengadaan tiket dan dokumen perjalanan lainnya (visa, passport). Pelaku perjalanan ini biasa disebut traveller.

Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan Umum adalah :
  • Suatu kegiatan pergerakan pergi dan pulang atau return.
  • Mengambil jalan singkat / cepat dan kembali lagi ketempat asalnya
  • Perjalanan dilaksanakan sesuai target pekerjaan/kepentingan
  • Mempunyai tujuan untuk mendapatkan hasil/keuntungan/uang
  • Route perjalanan disusun sesuai dengan alur kerja
  • Perjalanan tidak hanya untuk mengunjungi objek/daya tarik wisata
  • Perjalanan dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan sendiri sesuai pekerjaan.
b. Perjalanan Wisata (Tour)
Perjalanan yang memberi kesan “santai” :
  • Membangkitkan sifat petualangan namun tetap untuk bersenangsenang
  • Bersifat romantis, menuruti emosi keindahan
  • Penuh kemisterian, mencari hal-hal yang unik/menarik untuk
  • pemenuhan keinginan pribadi dan menyenangkan
  • Berziarah keagamaan (wisata Pilgrim), santai, khusuk dan menyenangkan
  • Mengunjungi tempat-tempat yang unik dan dapat menimbulkan kesan indah dan menyenangkan hati.
Perjalanan wisata memiliki ciri-ciri khusus yang memperlihatkan kegiatankegiatan wisatanya. Pelaku perjalanan wisata ini biasa disebut Wisatawan (tourist)

Ciri-ciri utama dari sebuah perjalanan wisata (tour) adalah :
  • Perjalanan merupakan perjalanan keliling, kembali lagi ketempat asal
  • Perjalanan dilaksanakan dalam keadaan santai
  • Bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan
  • Perjalanan dirangkai dari berbagai komponen kebutuhan yang diperlukan dalam pencapaian tujuan
  • Perjalanan dilengkapi dengan mengunjungi objek/daya tarik wisata
  • Perjalanan tidak bertujuan mencari nafkah bagi peserta perjalanan
  • Membelanjakan uang yang dibawanya di tempat tujuan wisata
  • Pelaku perjalanan tinggal untuk sementara di tempat tujuan perjalanan dan berpindah dari satu objek ke objek yang lain
  • Perjalanan dilaksanakan dalam kurun waktu yang ditentukan dan terjadwal sesuai rencana kunjungan wisata.
  • Perjalanan wisata secara individu maupun group
Perbedaan perjalanan umum dengan perjalanan wisata Perjalanan Umum
  • Route perjalanan biasa mengutamakan cepat, berangkat dan pulang dengan route sama
  • Sedangkan perjalanan wisata mengutamakan nyaman, berkeliling/round, berangkat dan pulang diupayakan tidak menempuh route yang tidak sama
  • Tujuan perjalanan biasa untuk perjalanan berdagang, berobat, belajar, meneliti, bekerja, sedangkan perjalanan wisata untuk bersenang-senang, santai, menambah wawasan keindahan alam/budaya/adat
  • Finansial pada perjalanan umum mendapatkan upah dari perjalanan yang dilakukan, sedangkan pada perjalanan wisata membelanjakan uangnya selama perjalanan
  • Tiket pada perjalanan umum adalah One way atau return , sedangkan pada perjalanan wisata selalu return (pergi dan pulang ke tempat asal)
  • Perusahaan pada perjalanan umum hanya menjual tiket perjalanan, sedangkan pada perjalanan wisata
  • perusahaan menyediakan paket wisata (tiket, akomodasi, meal, objek dll.)
Selain kedua jenis perjalanan tersebut, seringkali terjadi sebuah perjalanan dengan kombinasi dari kedua jenis, yaitu perjalanan yang memiliki dua kepentingan, misalnya, dalam perjalanan untuk keperluan berdagang mereka menyempatkan (untuk melepas lelah) melihat dan menikmati keindahan alam/budaya dan menikmati pertunjukan/show. Dalam penghitungan jumlah kedatangan wisatawan (statistik pariwisata) yang dimasukkan hanyalah pelaku perjalanan wisata.

Kelompok pelaku perjalanan
1. Kelompok yang masuk dalam statistik pariwisata
a. Pengunjung Tamu (Visitor), terdiri dari :
  • Pelancong (Excursionist): Penumpang Cruise, pengunjung satu hari, anak buah kapal/pesawat yang sedang tidak dalam tugas
  • Wisatawan mancanegara yang datang dengan passport tourist
  • Wisatawan domestik
b. Anak buah kapal/pesawat yang tidak sedang melakukan pekerjaannya, dan dalam masa senggangnya datang mengunjungi suatu objek wisata di kota persinggahannya
2. Kelompok tidak dimasukkan dalam penghitungan statistik adalah pelaku perjalanan seperti:
  • Imigran permanen
  • Imigran sementara
  • Diplomat /utusan kenegaraan
  • Perwakilan konsulat
  • Anggota tentara asing yang ditempatkan disuatu lokasi
  • Pengungsi dari luar negeri
  • Penumpang transit
  • Pekerja pelintas batas.
  • Pekerja volunteer/ expatriate dari luar negeri
Wisatawan yang resmi masuk ke Indonesia (dengan ijin tourist) tercatat dikantor imigrasi sebagai wisatawan mancanegara, namun seringkali orang asing/pengunjung dari luar negeri dengan paspor biasa dan ijin kerja/dagang pada saat datang ke objek wisata seringkali juga di data sebagai wisatawan mancanegara.

    Jenis-jenis perjalanan

    visibilityView Article
    Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.

    Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal. Kepariwisataan adalah keseluruhan dari pada gejala-gejala yang ditimbulkan oleh perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan pendiaman itu tidak tinggal menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktifitas yang bersifat sementara itu.

    Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa lebih nyaman.

    Jenis perjalanan dapat dibedakan berdasarkan:
    a. Jarak dan waktu tempuh
    Jarak selalu berhubungan dengan waktu tempuh, sedangkan waktu tempuh dipengaruhi oleh :
    • Kondisi jalan (halus, berlubang-lubang besar, traffic jam ’macet’)
    • Kecepatan kendaraan yang digunakan ( kuda, manusia, mesin)
    • Durasi istirahat (mendinginkan mesin, istirahat makan)
    b. Tempat asal / keberangkatan dan tempat yang dituju.
    Asal keberangkatan juga mempengaruhi perjalanan, untuk keperluan:
    • Memerlukan lapor diri di imigrasi pada perbatasan negara (bila antar negara)
    • Dari daerah “terlarang” seperti dalam pengawasan karena dalam kondisi darurat perang atau daerah khusus lain, sehinggan memerlukan izin khusus dan pemeriksaan dokumen.
    c. Tujuan perjalanan juga menentukan klasifikasi jenis perjalanan:
    • Berdagang
    • Penjelajahan alam
    • Penelitian
    • Berobat
    • Belajar
    • Bersenang-senang
    d. Lama tinggal di tempat tujuan
    Bila sampai ditempat tujuan, pelaku perjalanan tentunya akan melakukan maksud kedatangannya, yang tentunya memerlukan biaya yang lebih banyak untuk memenuhi keperluannya selama tinggal di tempat tersebut.

    Dampak positif yang ditimbulkan oleh perjalanan
    • Terjadinya pertukaran informasi dan komunikasi antara pendatang dengan yang didatangi.
    • Pemenuhan kebutuhan pendatang memicu perbaikan sarana prasarana yang akhirnya diikuti / dinikmati juga oleh penduduk setempat.
    • Pembauran budaya dan teknologi modern
    • Terciptanya peluang kerja karena kreativitas dari pendatang
    • Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi
    • Perputaran ekonomi masyarakat dan Peningkatan devisa negara
    Dampak negatif yang perlu di antisipasi
    • Luntur/musnahnya kebudayaan asli daerah yang tergeser oleh modernisasi
    • Kecemburuan sosial dari penduduk asli terhadap pendatang
    • Tersingkirnya penduduk asli yang fanatik pada nilai-nilai hidup yang dianutnya
    • Berubahnya bangunan tradisional/budaya digantikan dengan gedung modern
    • Masuknya kebiasaan hidup yang berbahaya (a-moral, narkoba, dll) dari negara lain bagi generasi muda
    • Keinginan untuk menguasai dan memenuhi ambisi kekuasaan dari pendatang
    Akibat dari dilakukannya perjalanan
    Dengan terjadinya perjalanan, terjadi pula arus informasi timbal balik pengetahuan antar tempat yang dikunjungi, sehingga timbul kebutuhan yang kian meningkat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di semua bidang termasuk produksi kebutuhan hidup, seperti: makanan, minuman, akomodasi, alat komunikasi dan transportasi
    Maka timbulah “Revolusi Industri” yang terjadi pada abad ke 18 (1760- 1830) di Eropa , yang telah mengakibatkan perkembangan yang pesat terhadap perkembangan ekonomi. Revolusi industri ditandai dengan ditemukannya mesin uap , yang akhirnya banyak digunakan dalam macam-macam pabrik, termasuk otomotif (kereta api, kapal laut, mobil,dll).

    Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui adalah tokoh yang memperkenalkan istilah “Revolusi Industri” pada pertengahan abad ke-19 setelah mengamati perkembangan pesat dengan adanya penemuan sumber tenaga penggerak yang menggunakan uap.dan air/listrik.

    Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, mengakibatkan perubahan sosial ekonomi dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 ,yang pada mulanya perputaran roda ekonomi berdasarkan tenaga manusia berubah menjadi industri yang dijalankan oleh tenaga mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan ditemukannya mesin uap (bahan dasar batu bara sebagai bahan bakar) sebagai penggerak mesinmesin industri terutama produksi tekstil, traktor, kapal tenaga uap, lokomotif uap, dan berkembang sampai penemuan tenaga listrik (1850).

    Dampak terjadinya perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi budaya, sosial dan gaya hidup masyarakat yang akhirnya menyebar ke Eropa, Amerika, kemudian seluruh dunia. Perubahan tersebut diantaranya mencakup:
    • Teknologi sarana angkutan dan komunikasi, percepatan produksi
    • Struktur kehidupan masyarakat sosial dan budaya serta gaya hidup.
    Kedua perubahan dalam kehidupan masyarakat tersebut mengakibatkan:
    • Munculnya usaha penginapan
    • Munculnya pengurusan perjalanan
    • Munculnya keragaman jenis makanan/minuman/Boga dan Restoran
    • Munculnya jenis-jenis hiburan dan obyek kunjungan
    Dengan adanya revolusi industri, proses produksi menjadi semakin cepat dan penggunaan tenaga manusia menjadi semakin efisien, yang sangat berpengaruh pemanfaatan waktu libur dan relaks, didukung dengan adanya peningkatan pendapatan sebagai dampak dari meningkatnya produktifitas akibat revolusi industri. Pertukaran dan sirkulasi informasi antar negara dan benua menjadi semakin cepat dengan adanya perkembangan transportasi darat laut maupun udara, demikian juga dengan perkembangan teknologi media komunikasi

    Asal mula terjadinya perjalanan

    visibilityView Article
    Untuk memenuhi kebutuhannya, secara naluri orang jaman dulu melakukan perjalanan dikarenakan adanya kebutuhan makan dan minum, kebutuhan rasa aman/tempat tinggal, perasaan ingin tahu, ambisi kehormatan dan kekuasaan sehingga dengan dorongan tersebut, mereka melakukan perjalanan yang mungkin kembali ketempat asal maupun tinggal menetap di tempat baru.

    Sejak jaman purba, dimana manusia masih mengandalkan kehidupannya dengan memanfaatkan apa yang ada disekelilingnya untuk mempertahankan kehidupannya (secara naluri), hanya memakan apa yang ada disekitarnya, melindungi diri dari panas, hujan dan dingin mereka menutupi badannya dengan dedaunan/kulit pohon ataupun kulit binatang, istirahat tidur dengan mencari tempat aman diatas pohon rindang, atau dalam goa. Secara naluri, bila merasakan kurang nyaman lagi ditempat semula (dimana buah-buahan, umbi-umbian liar, binatang buruan sudah habis

    dan tempat tinggalnya sudah diketahui oleh binatang buas atau musuhnya) mereka berusaha untuk bergerak mencari tempat baru yang lebih nyaman dan aman. Demikian seterusnya sampai akhirnya mereka menemukan teman dan berkumpul saling membantu menghadapi serangan binatang buas maupun musuh-musuh saingannya dalam mempertahankan hidup.

    Mereka berkomunitas membentuk group/kelompok, semakin kuat dan menetap disatu tempat untuk bersama-sama bahu membahu mempertahankan kelompoknya untuk terus hidup. Dalam perkembangannya, terjadilah suatu komunitas yang semakin banyak anggotanya, kemudian terbentuklah sebuah masyarakat dengan pemimpinnya.

    Kondisi alam menuntut untuk tetap melakukan perjalanan, walaupun tidak langsung serempak, mereka mengutus dulu satu atau dua orang yang pemberani untuk ”mencari” daerah baru/hutan yang masih banyak makanan (karena mereka belum mengenal bercocok tanam), bila telah menemukan, barulah dengan berbondong-bondong (merasa lebih aman dan kuat) kelompok tersebut ”berpindah” ke tempat baru tersebut.

    Untuk mempertahankan kepentingannya, mereka saling menaklukkan antar kelompok, kemudian akan menjadikan kelompok yang menang menjadi kelompok besar, sampai akhirnya menjadi suku dalam lokasi yang menetap/desa dan menjadi lebih besar lagi menjadi negeri.

    Perjalanan tetap dilakukan dalam dinamika kehidupan, seakan-akan mereka sudah mengenal bahwa setiap langkah akan menjadikan seseorang/kelompok ”lebih besar” (lebih pandai, lebih banyak informasi karena lebih banyak yang dilihat).

    Hornby cs, dalam bukunya yang berjudul “The Advance Learn’s Dictionary Of Current English”, menyatakan :“Travel is go from place to place, make a journey, up a long one, in search of pleasure, adventure or as commercial traveller”

    Travel diartikan sebagai pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain, melakukan perjalanan atau ke tempat yang jauh dengan maksud untuk mencari kesenangan, berpetualang atau untuk perjalanan mencari keuntungan/laba/berdagang)

    Tanda-tanda yang membuktikan terjadinya perjalanan pada masa itu :
    • Tahun 221 - 122 SM, masa pemerintahan dinasti Chou di Tiongkok telah dibangun jalan raya untuk kepentingan lalu lintas bangsanya.terutama untuk perjalanan berdagang.
    • Tahun 560-330 SM, masa kerajaan Persia Di Timur Tengah dibangun jalan raya yang menghubungkan antara kaki gunung Zagrep ke laut Algean.
    • Kerajaan ROMAWI membangun jalan raya dengan nama THE APPIAN WAY sepanjang kurang lebih 350 mil.
    • Tahun 334 SM di Ephesus (Turki) dikembangkan oleh Alexander The Great (Iskandar Zulkarnaen) mengadakan pertunjukkan akrobatik adu binatang buas, sihir dan sulap yang banyak dikunjungi orang.
    • Perjalanan Ziarah ketempat-tempat yang dihormati merupakan perjalanan yang didorong oleh motivasi agama dan ritual penghormatan leluhur.
    • Bangsa Phunisia Dan Polanesia merupakan bangsa yang pertama kali melakukan perjalanan untuk muhibah wisata dengan tujuan perdagangan. Dan Ratu Elisabeth I kaum ningrat Inggris juga mengadakan perjalanan ke Eropa, dengan berbagai tujuan antara lain kunjungan perkenalan, mencari ide-ide baru, mempelajari seni budaya, sistem pemerintahan dan pendapat bangsa lain.
    • Bangsa Austronesia melakukan imigrasi ke kepulauan Indonesia melalui Malaya ke Jawa dan juga Formosa, Filipina ke sebagian Kalimantan dan Jawa, bangsa Austronesia ini yang akan menjadi nenek moyang langsung bangsa Indonesia. Mereka menghidupi diri dengan dengan berladang dan berburu binatang menggunakan anak panah dan busur dan tombak. Alat yang digunaka anak panah dan tombak. Mereka hidup di goa-goa berpindah dari satu tempat awal ketempat lain yang dianggap lebih nyaman.
    • 500 SM - Terjadi perpindahan gelombang kedua. Perpindahan yang dilakukan sudah dengan membawa kebudayaan Dongson melalui jalan barat lewat Malaysia barat. Kebudayaan Dongson yaitu kebudayaan yang telah memakai logam sebagai alat bantu kehidupan dikenal dengan sebutan zaman perunggu. Mereka sudah mulai tinggal menetap.
    •  Abad ke-7 hingga abad ke-14 Jawa dan Sumatra. kedatangan pelautpelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho/Zheng He perang dan berdagang), serta para pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India, yang membawa agama Islam.
    • Awal abad ke-16, orang-orang Eropa datang, mereka menemukan beberapa negara-negara kecil dan menguasainya melalui perdagangan rempah.
    • Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya dan sedikit demi sedikit mulai menjajah Indonesia.
    Perjalanan yang mereka lakukan berdampak pula pada pesatnya arus dan kebutuhan perjalanan, baik untuk sekedar kunjungan persahabatan, mencari pengetahuan maupun expansi perdagangan, Dari perjalanan tersebut kita mengenal beberapa tokoh sebagai traveller antara lain:
    Marcopolo
    • Marcopolo (1254-1324) yang telah mengadakan perjalanan dari Eropa hingga Tiongkok
    • Ibnu Battutah (1325) yang terkenal sebagai “The First Traveller Of Moslem” telah melakukan perjalanan dari Tanger (Afrika) ke Mekkah
    • Christopher Colombus (1451-1506) melakukan pelayaran dari Spanyol ke Barat dan menemukan Cuba dan Haiti (Amerika).
    • Vasco Da Gama (1498) yang menjelajahi 5 benua
    • Captain James Cook (1728 -1779) menjelajahi Selandia Baru dan Australia Timur
    Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa lebih nyaman.

    Pengertian Pariwisata

    visibilityView Article
    Pariwisata merupakan seluruh kegiatan, fasilitas dan pelayanan yang diakibatkan oleh adanya perpindahan perjalanan sementara dari seseorang ke luar dari tempat tinggalnya ,serta tinggal dalam waktu singkat di tempat tujuan dari perjalanan ,untuk tujuan bersenang-senang dan berlibur. Pariwisata sering didefinisikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang lebih banyak berkaitan dengan kegiatan-kegiatan santai dan untuk bersenang-senang .

    Pendapat lain juga mengatakan bahwa pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Banyak lagi definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pariwisata, yang masing-masing mempunyai penekanan khusus pada batasan-batasan yang dikemukakan. Beberapa ahli memberikan definisi dan batasan yang “berbeda” tentang istilah pariwisata, yang penekanannya dilatarbelakangi oleh bidang keahliannya masingmasing, yaitu penekanan pada aspek-aspek ekonomi, sosiologi, psikologi, seni-budaya, maupun aspek geografis kepariwisataan. Definisi lain tentang pariwisata (tourism), adalah industri jasa, yang menangani (kesatuan) jasa layanan mulai dari transportasi, jasa keramahan (hospitality), tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti: bank, asuransi, keamanan, dll.

    Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan, menyatakan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.

    The World Tourism Organisation memberikan definisi Tentang Wisatawan ( tourist), sebagai : wisatawan adalah seorang yang tinggal di suatu negara, tanpa memandang kebangsaannya, melakukan perjalanan ke tempat didalam negara yang bukan merupakan tempat tinggalnya yang biasa, sedikitnya selama 24 jam atau satu malam, untuk suatu tujuan selain mendapatkan penghasilan di tempat yang dikunjunginya.

    Tujuan perjalanannya dapat digolongkan ke dalam klasifikasi berikut ini :
    • Pesiar (leisure), seperti untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan, olah raga.
    • Perdagangan (business), keluarga, missi, atau konperensi.
    Definisi tersebut diatas belum memasukkan unsur utama dari industri pariwisata, yaitu pasar untuk the day-trip (perjalanan sehari). The 1987 Australian Government Committee Inquiry to Tourism  mengangkat definisi tentang pariwisata (tourism), sudah memasukkan unsur pasar “the day-trip”, sebagai berikut :
    “A tourist” is: a) a person who undertakes travel, for any reason, involving a stay away from his or her usual place of residence for at least one night : or, b) a person who undertakes a pleasure trip involving a stay away from home for at least four hours during daylight, and involving a round distance of at least 50 km”.

    Dari beberapa batasan yang diberikan oleh para ahli maupun organisasi pariwisata tersebut diatas, terdapat pengertian bahwa pariwisata mempunyai ciri:
    • Perjalanan yang dilakukan itu bersifat sementara waktu.
    • Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya, dan pasti akan kembali ke tempat asalnya.
    • Perjalanan yang dilakukan itu harus selalu dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreasi.
    • Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak dengan tujuan untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya.
    Dalam rangka untuk pengembangan dan pembinaan kepariwisataan di Indonesia, pemerintah telah merumuskan batasan tentang wisatawan, bahwa “Wisatawan (tourist) adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungannya itu”

    Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan untuk bersenangsenang mengunjungi obyek / atraksi wisata, menyaksikan secara langsung adat budaya setempat, dan tujuan lainnya (tidak untuk mendapatkan penghasilan), dengan durasi waktu lebih dari 24 jam, sehingga memerlukan kebutuhan utama selain objek-objek wisata yang akan dikunjungi, yaitu: transportasi, akomodasi dan konsumsi .

    Kebutuhan lain seperti : souvenir, bank, entertain, jasa komunikasi, pusat belanja, dan lain-lain, merupakan unsur penunjang, sehingga dikatakan bahwa pariwisata merupakan kegiatan “multi bisnis”.

    Kepariwisataan, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata, seringkali disebut juga Industri Hospitality dan Industri Pariwisata.

    ”Kepariwisataan tumbuh karena perbedaan, keunikan, kelokalan baik itu yang berupa bentang alam, flora, fauna maupun yang berupa kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi manusia. Tanpa perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan, tidak ada orang yang melakukan perjalanan atau berwisata. Oleh karena itu, melestarikan alam dan budaya serta menjunjung kebhinekaan adalah fungsi utama kepariwisataan. Alam dan budaya dengan segala keunikan dan perbedaannya adalah aset kepariwisataan yang harus dijaga kelestariannya. Hilangnya keunikan alam dan budaya, berarti hilang pulalah kepariwisataan itu” (ardike, budpar).