verified_user Pilih Kategori

Showing posts with label Pramuka. Show all posts
Showing posts with label Pramuka. Show all posts

Syarat Pramuka Garuda

visibilityView Article
Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 101 tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda.

Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.

Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan tokoh Pramuka.

Tanda Pramuka Garuda
Tanda Pramuka Garuda adalah tanda kecakapan tertinggi yang diberikan kepada seorang Pramuka yang memenuhi syarat-syarat Pramuka Garuda. Sebagai alat yang mempunyai nilai pendidikan dalam rangka menerapkan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.  Syarat-syarat Pramuka Garuda adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka untuk memperoleh Tanda Pramuka Garuda, sesuai dengan golongan dan usianya.

Tujuan pemberian Tanda Pramuka Garuda adalah untuk merangsang dan mendorong para Pramuka agar senantiasa bersunguh-sungguh :  mengamalkan Satya dan Darma Pramuka,  melatih diri sehingga dapat menjadi teladan baik bagi angota Gerakan Pramuka maupun anak-anak dan pemuda lain.

Adapun sasaran pemberian Tanda Pramuka Garuda adalah : menggiatkan setiap Pramuka untuk berusaha meningkatkan kecakapan dan keterampilan, sikap dan tindakannya, sehingga dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga pembangun bangsa dan negara. Mewujudkan usaha kegiatan pendidikan bagi para remaja untuk menerapkan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Menarik minat Pramuka, anak-anak dan pemuda lain agar mengikuti jejak Pramuka Garuda.

Tanda Pramuka Garuda berbentuk segi lima beraturan dengan masing-masing sisi selebar 2,5 cm dan berbingkai kuning emas. Di tengah segi lima terdapat gambar burung garuda kedua sayapnya yang terbuka, lambang Gerakan Pramuka di dada burung garuda, dan sehelai pita bertuliskan "Setia - Siap - Sedia" yang dicengkeram oleh kedua cakar burung garuda.
tanda pramuka garuda
Warna dasar pada segi lima dibedakan sesuai dengan masing-masing jenjang pendidikan (golongan peserta didik) yaitu hijau untuk pramuka siaga, merah (pramuka penggalang), kuning (pramuka penegak), dan coklat tua (pramuka pandega).

Penggunaan dan pemakaian Tanda Pramuka Garuda dibedakan atas dua macam. Pertama adalah tanda yang dikenakan saat upacara resmi yaitu terbuat dari logam berwarna emas yang digantungkan dengan selembar pita merah putih, tanda ini disebut sebagai Tanda Pramuka Garuda Asli. Kedua adalah tanda yang dikenakan pada kegiatan sehari-hari yang terbuat dari kain dan diletakkan di dada sebelah kanan pada seragam pramuka, tanda ini disebut sebagai Tanda Pramuka Garuda Duplikat.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga
Seorang Pramuka Siaga ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Dwisatya dan Dwidarma.
  2. Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga Tata.
  3. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Siaga, sedikit-dikitnya enam macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus.
  4. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sembilan macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya tiga macam bahan.
  5. Pernah mengikuti Pesta Siaga, sedikitnya dua kali.
  6. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.
  7. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya.
Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang
Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  2. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.
  3. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :
  4. Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara:
  5. TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
  6. TKK Pengatur Rumah
  7. TKK Juru Masak.
  8. TKK Berkemah.
  9. TKK Penabung.
  10. TKK Penjahit.
  11. TKK Juru Kebun
  12. TKK Pengaman Kampung
  13. TKK Pengamat
  14. TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.
  15. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  16. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sepuluh macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya lima macam bahan.
  17. Pernah mengikuti Jambore, Perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat.
  18. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.
  19. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya.
  20. Dapat menjalankan salah satu cabang olah raga, misalnya atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
  21. Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak
Seorang Pramuka Penegak ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Menjadi contoh yang baik dalam gugusdepan, di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  2. Memahami Undang-undang Dasar 1945.
  3. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penegak Laksana.
  4. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penegak, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan tiga macam TKK tingkat Madya, yaitu :
  5. Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara :
  6. TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
  7. TKK Pengatur Rumah
  8. TKK Juru Masak.
  9. TKK Berkemah.
  10. TKK Penabung.
  11. TKK Penjahit.
  12. TKK Juru Kebun
  13. TKK Pengaman Kampung
  14. TKK Pengamat
  15. TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.
  16. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  17. Sedikit-dikitnya sudah tiga kali mengikuti pertemuan-pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional.
  18. Tergabung dalam Satuan Karya Pramuka, dan dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan atau bersifat bersama, sesuai dengan Satuan Karya yang diikutinya.
  19. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung Tabanas yang rajin dan teratur.
  20. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya, atau membantu menyelenggarakan pertunjukan kesenian.
  21. Dapat menjalankan dan memimpin salah satu cabang olah raga, yang dipilih dari cabang olahraga atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
  22. Pernah ikut serta dalam kegiatan memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan menilai kegiatan pembangunan masyarakat di lingkungannya.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega
Seorang Pramuka Pandega ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 
  1. Menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah/perguruannya, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  2. Memahami Undang-undang Dasar 1945 dan GBHN.
  3. Telah menyelesaikan SKU tingkat Pandega.
  4. Sedikit-dikitnya telah tiga kali mengikuti acara yang dipilihnya di antaranya :
  5. Pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak dan Pandega di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional.
  6. Perkemahan Wirakarya atau Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Dirgantara, Bahari, Bayangkara, Tarunabumi, Wanabakti, Kencana, dan saka lainnya di ranting, cabang, atau daerah.
  7. Integrasi masyarakat atau peninjauan proyek-proyek kegiatan, atau kunjungan timbal balik di antara Pramuka Pandega antar gugusdepan, ranting, cabang, daerah atau nasional baik secara perorangan maupun secara bersama dalam ikatan satuan, dan membuat laporannya.
  8. Sedikit-dikitnya sudah tiga kali ikut membuat perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian dan penyelesaian salah satu atau gabungan dari kegiatan-kegiatan di bawah ini:
  9. Pesta Siaga.
  10. Perkemahan Penggalang.
  11. Raimuna, Perkemahan Wirakarya, Muspanitera, atau Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega lainnya.
  12. Sedikit-dikitnya telah tiga kali ikut membantu salah satu kegiatan masyarakat, peringatan, peralatan, proyek pembangunan dan lain-lain.

Cara Penggunan Tetampan pada Seragam Pramuka

visibilityView Article
Tetampan merupakan alat bantu untuk pemasangan TKK pada seragam pramuka, berbahan kain dengan ukuran serta bentuk tertentu, berwarna coklat tua dengan hiasan tepi berpola zig-zag. Tetampan digunakan apabila TKK yang diperoleh seorang peserta didik, lebih dari 5 buah yang tentu saja tidak cukup dipasang semuanya pada lengan baju kanan apabila pesdik itu telah memiliki banyak TKK.

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan seorang peserta didik dalam suatu bidang tertentu. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. TKK jumlahnya saat ini mencapai puluhan, dan kemungkinan akan ditambah seiring dengan kemajuan teknologi. Untuk memperoleh suatu TKK, seorang Pramuka harus mampu menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus dalam bidang tersebut.

Ketentuan dan tata cara pemakaian tetampan TKK telah diatur dalam SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor: 134/KN/76 Tahun 1976 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus. Pengaturan tersebut termuat di Bab V tentang Ketentuan dan Tempat Pemakaian TKK, pasal 16 ayat b hingga h. Ketentuan mengenai tetampan T.K.K. adalah sebagai berikut:
  1. Lebar: untuk Pramuka Siaga 8 cm, untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega 10 cm.
  2. Panjang: disesuaikan dengan tinggi badan Pramuka yang memakainya.
  3. Warna: Coklat tua, ditambah dengan hiasan tepi selebar 1 cm, yang dibuat dengan sulam “silang seperti pada kain flanel” atau dengan penempelan pita (zig zag band) sepanjang kedua sisi tetampan, dengan jarak 0,5 cm dari tepi selempang itu.
  4. Warna hiasan: (warna zigzag/sulaman flanel). Untuk Pramuka Siaga: hijau, untuk Pramuka Penggalang: merah, untuk Pramuka Penegak/Pandega: kuning
  5. Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan apapun, selain T.K.K. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  6. T.K.K. yang dikenakan pada tetampan, ditempatkan pada bagian tetampan yang ada di muka dada, disusun dari atas ke bawah, dimulai dari bagian terdekat dengan baju sebelah kanan.
Penggunaan Tetampan Pada Seragam Pramuka
tetampan
  1. TKK yang dikenakan pada baju sebelah kanan tersebut di atas sebanyak-banyaknya lima buah, sedang selebihnya ditempatkan pada tetampan, yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kiri. (gambar 1)
  2. Apabila TKK yang dicapai oleh seorang Pramuka jumlahnya banyak, sehingga tidak termuat pada bagian tetampan yang ada di muka dada, maka TKK selebihnya ditempatkan pada bagian tetampan yang ada pada bagian punggung, dengan urutan dari atas ke bawah, dimulai dari bagian yang terdekat dengan bahu. (gambar 2)
  3. Apabila tetampan dengan penempatan TKK seperti tersebut pada gambar 1 dan gambar 2 di atas ternyata tidak dapat memuat semua TKK yang diperoleh seorang Pramuka, maka dapat dibenarkan penggunaan tetampan kedua, yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kiri, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kanan. (gambar 3)
  4. Selanjutnya apabila TKK tidak termuat pada bagian tetampan kedua yang ada di muka dada, maka TKK selebihnya ditempatkan pada bagian tetampan kedua yang ada pada bagian punggung (gambar 4)
  5. Pada Persimpangan antara tetampan pertama dan tetampan kedua, letak tetampan kedua adalah di bagian bawah tertindih oleh tetampan pertama.
  6. Ketentuan lainnya dalam penggunaan tetampan :
  7. Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan apapun, selain TKK. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  8. Tetampan hanya dibenarkan dipakai pada upacara kepramukaan. Pada waktu latihan atau bekerja yang memerlukan keleluasaan bergerak, maka tetampan TKK. hendaknya ditanggalkan.

Pokok Pokok Penjelasan dan Penjabaran Dasa Darma

visibilityView Article
Menurut bahasa "dasadarma" berasal dari kata "dasa" dan "darma". Dasa berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti sepuluh sedangkan darma berasal dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti kewajiban, aturan, tugas hidup, kebenaran, dan kebajikan. Sehingga secara bahasa dasadarma dapat diartikan sebagai sepuluh kewajiban, aturan, dan kebajikan.

Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Penjelasan masing-masing Darma
1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa: Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,

Atau dengan kata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekanan
dasa darma
Takwa
Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yaitu:
  1. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
  2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
  3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Maha agung itu,
Tuhan
Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama). Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.

Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabda-Nya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya karena firman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Dari ciptaan Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam alam ini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Maha Esa. Namun sebagai manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.

Esa= satu/tunggal.
Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.

Berbicara tentang pengertian takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat dipisahkan dari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.

Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia, sesama makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci karena Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengandung unsur-unsur takwa, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi pekerti yang luhur.

Akhlak terhadap sesama manusia mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesama, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhal kterhadap sesama manusia mengandung unsur hubungan kemanusian mengandung unsur hubungan kemanusiaann yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya, Akhlak terhadap sesama makhluk Tuhan mengandung unsur peri kemanusiaan.

Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua, sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya. Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsur budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.

Pelaksanaan
Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudah seharusnya iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalam dan diperkuat. iman anak didik kepada Tuhan itu belum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah laku kehidupan anak didik.

Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh lingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini.

Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak cara dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing. Cara atau metode dapat berlainan, tetapi tujuannya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).

Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalam ajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut) seharusnya dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan konkret dari takwa kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.

Sikap cinta dan kasih saying, setia, patuh, adil, jujur, suci, dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalam hidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.

Dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain sampai kepada bekerja sama dan hidup bersama. Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah. Kalau anak sudah dibiasakan bermain seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian. Pada akhirnya, akan berguna bagi sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwa kepada Tuhan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
  1. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
  2. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
  3. Menghormati orang beragama lain.
  4. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
  5. Menghormati orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam. Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia. Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun. Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima indera manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.

Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya. Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara karena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.

Sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber alam ini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.

Cinta dan kasih sayang adalah apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingin dan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.

Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya karena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketentuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnya jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih sayang. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila

Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
Membawa peserta didik ke alam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkan kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.

Sikap kita terhadap binatang, perkenalkan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.

Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.

Siapa pun yang kita kenal dan kita dekati lambat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.

3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
  1. Menghormati dan memahami serta menghayati lambang Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  2. Mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti kekeluaargaan, gotong-royong, ramah tamah, religius, dan lain-lain.
  3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
  4. Mengerti, menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
  5. Mengenal adat-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
  6. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
  7. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenarkan yang benar.
  8. Menghormati orang tua, guru dan pemimpin.
4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan. Musyawarah adalah laku utama seorang demokrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi. Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
  1. Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugus depan dan mematuhui peraaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.. Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu lintas dan lain-lain.
  2. Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
  3. Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak
  4. Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.
5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah serta tantangan yang dihadapi. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.

Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
  1. Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
  2. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
  3. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
  4. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat..
6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain karena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri. Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.

Setiap manusia harus berupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik. Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.

Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang. Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positif dan optimistis. Sikap positif, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
1) Rajin
  1. Biasakan membaca buku yang baik.
  2. Biasakan untuk membuat karya tulis.
  3. Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
  4. Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
  5. Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
  6. Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
  7. Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
2) Bekerja
  1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
  2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
  3. Jangan terlalu cepat menegur, mengkritik atau menyalahkan orang lain.
  4. Hargai dan tonjolkan suatu prestasi kerja.
  5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
  6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
  7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
  8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
3) Terampil
  1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
  2. Latih terus-menerus.
  3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
  4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
  5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
  6. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.
7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
Hemat bukan berarti “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nafsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri). Menghemat bukan berarti anti sosial tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha sosial ke pihak lain, (tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan. Secara material, dapat berarti memanfaatkan sesuatu (materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.

Cermat lebih berarti “teliti” sikap laku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari luar dirinya sehingga ia senantiasa waspada. Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, menghitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan. Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.

Bersahaja berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
  1. Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.
  2. Tidak ceroboh.
  3. Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar.
  4. Sadar akan dirinya sebagai suatu pribadi.
  5. Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan
  6. Meneliti dahulu sebelum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam pelaksanaannya.
  7. Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).
  8. Pengguna air tidak terbuang percuma.
  9. Memeriksa pekerjaan sebelum diserahkan kepada Pembina.
  10. Menggunakan uang jajan dengan hemat.
  11. Membiasakan anak belanja ke warung dan pasar dengan teratur.
  12. Memberi anak tanggung jawab untuk tugas di rumah dan lain-lain.
  13. Membiasakan untuk menabung
  14. Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana.
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
Disiplin dalam pengertian yang luas berarti patuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.

Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketentuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
  1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengatur diri (self disiplin).
  2. Mentaati peraturan.
  3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
  4. Belajar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
  5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.
9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perintah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
  1. Segala sesuatu yang diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
  2. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
  3. Seorang Pramuka tidak akan menghindari suatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari. Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya. Misalnya:
  1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lain terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
  2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suatu karangan yang dibuat-buat.
  3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
  4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
  5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi orang yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segala tingkah lakunya.

10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran beraarti bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.

Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.

Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”

Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
  1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
  2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
  3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
  4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
  5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.

Belajar Semaphore

visibilityView Article
Belajar Smaphore. Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Pengiriman sandi melalui bendera semaphore ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera.

Isyarat semaphore diberikan secara berpasangan, artinya terdiri atas dua pihak di mana satu pihak sebagai pengirim dan pihak lainnya sebagai penerima. Dalam menyampaikan dan menerima isyarat semaphore terdapat beberapa ketentuan yang antara lain:
  1. Pengirim dan penerima isyarat semaphore saling berhadapan dan memakai bendera semaphore.
  2. Sikap tubuh tegak dengan kedua kaki agak terbuka. Posisi bendera disilangkan di bawah tubuh (posisi siap / tutup).
  3. Untuk memulai pengiriman, pengirim memberikan isyarat "Tanda Perhatian" berupa huruf "R - Tutup" atau "U - R" secara berulang-ulang.
  4. Jika penerima telah siap, penerima mengirimkan huruf "K" sedangkan jika belum siap penerima mengirim huruf "Q".
  5. Setelah penerima siap, pengirim mulai mengirimkan berita (pesan) huruf perhuruf. Setiap satu kata ditutup dengan "posisi tutup".
  6. Apabila penerima dapat menerima (membaca) pesan perkata, penerima mengirimkan isyarat huruf "C". Sedangkan jika tidak paham (tidak dapat menerima dengan baik), pengirim mengirimkan isyarat huruf "I-M-I". Pengirim mengulangi mengirimkan kata terakhir yang tidak dipahami penerima.
  7. Apabila pengirim keliru mengirimkan pesan, pengirim mengirimkan isyarat "Tanda Salah" atau mengirimkan huruf "E - Tutup" delapan kali kemudianmengulangi mengirim satu kata terakhir yang keliru.
  8. Jika semua pesan (berita) sudah selesai disampaikan, pengirim mengirimkan huruf "A-R" dan penerima membalasnya dengan huruf "R" jika telah dapat menerima semua pesan.
  9. Untuk mengirimkan angka, terlebih dahulu diawali dengan isyarat "Tanda Angka" (posisi 5-6) kemudian kirimkan angka dengan ketentuan angka 1 = A; 2 = B; 3 = C; 4 = D; 5 = E; 6 = F; 7 = G; 8 = H; 9 = I; dan 0 = J. Jika pengiriman angka sudah selesai dan hendak berganti mengirim huruf kirimkan isyarat huruf "J" atau "V".
Semaphore
Bagi pramuka terutama golongan penggalang hingga pandega keterampilan dan penguasaan semaphore sangat diperlukan. Selain semaphore menjadi salah satu syarat dalam SKU (Kecakapan Umum) dan SKK (Kecakapan Khusus Juru Semboyan dan SKK Juru Isyarat Bendera), semaphore akan sangat bermanfaat dalam situasi darurat serta dapat melatih kemampuan motorik dan daya ingat. Berikut ini gambar gerakan semaphore.
Huruf Gambar Huruf Gambar
Awal O
A P
B Q
C R
D S
E T
F U
G V
H W
I X
J Y
K Z
L Salah
M Angka
N Latihan

Atribut Seragam Pramuka

visibilityView Article
Atribut Seragam Pramuka. Seragam Pramuka adalah pakaian yang digunakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka. Warna Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam pramuka tersebut memiliki beberapa kelengkapan (atribut) yang lain, diantaranya tanda tutup kepala, lambang pandu dunia, papan nama, tanda lokasi, badge daerah, pita nomor, TKK, tanda pelantikan, tanda jabatan, tanda barung/regu/sangga, setangan leher dan tanda pelantikan. Berikut ini beberapa atribut seragam pramuka.

Tanda Tutup Kepala
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang puteri dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa wanita, dipasang pada pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici tersebut.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret, disebelah atas pelipis kiri pemakainya.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria, dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.

Lambang Pandu Dunia
WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi Gerakan Pramuka
Sedunia) adalah organisasi internasional non-pemerintah, independen, dan non-profit yang menaungi Gerakan Pramuka (Kepanduan) di seluruh dunia. WOSM didirikan pada tahun 1920 dengan kantor pusat di Jenewa, Swiss. Selain WOSM juga terdapat organisasi kepanduan khusus putri sedunia yang dinamakan WAGGGS (World Association of Girl Guides and Girl Scouts atau Asosiasi Kepanduan Putri Sedunia). Dan hingga saat ini WOSM mengakui organisasi kepramukaan di 161 negara termasuk Indonesia yang telah bergabung menjadi anggota WOSM sejak tahun 1953.

Setangan Leher
Dasar setangan leher menggunakan kain berwarna putih dengan pemberian lis berwarna
merah pada masing-masing sisi kaki segitiga. Sisi panjang segitiga tidak menggunakan lis warna merah. Lebar lis warna merah tersebut adalah 5 cm. Ukuran setangan leher pramuka dibedakan berdasarkan golongan usia anggota pramuka. Yang menjadi tolok ukur pembeda adalah panjang sisi terpanjang atau sisi alas dari segitiga sama kaki. Karena itu panjang kedua sisi kaki akan menyesuaikan dengan panjang sisi alas.

Meskipun demikian, ukuran panjang sisi terpanjang tersebut tidak mutlak harus diikuti. Karena yang terpenting, setelah setangan leher tersebut dilipat dan dikenakan, ujung setangan leher bisa mencapai pinggang pemakainya. Dengan kata lain panjang setangan leher harus disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.

Adapun ukuran sisi terpanjang setangan leher sebagai mana disebutkan dalam PP No. 174 Tahun 2012 untuk masing-masing golongan anggota pramuka adalah sebagai berikut:
  • Setangan leher untuk anggota pramuka siaga putra dan putri sisi panjang berukuran 90 cm
  • Setangan leher untuk anggota pramuka penggalang putra dan putri sisi panjang berukuran antara 100 - 120 cm.
  • Setangan leher untuk anggota pramuka penegak dan pandega putra dan putri sisi panjang berukuran antara 120 - 130 cm.
  • Setangan leher untuk anggota pramuka dewasa (pembina pramuka, andalan, dan anggota Majlis Pembimbing) putra maupun putri sisi panjang berukuran antara 120 - 130 cm.

Lambang Daerah
Logo kwartir daerah sekaligus merupakan badge dari Gerakan Pramuka di Propinsi. Badge daerah merupakan salah satu tanda pengenal dalam gerakan Pramuka yang ditetapkan dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka no 055 tahun 1982 dan no 005 tahun 1989. Sesuai dengan peraturan tersebut bagde daerah berupa bentuk perisai dan bergambar ciri daerah tersebut.

TKK
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, kemahiran, ketangkasan, atau keahlian Pramuka dalam bidang – bidang yang khusus atau tertentu. Penggolongan TKK berdasarkan WARNA DASAR.

TKU
TKU (Tanda Kecakapan Umum) adalah bagian dari sistem tanda kecakapan dalam Gerakan Pramuka di samping TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Tanda Kecakapan Umum diberikan setelah seorang anggota Gerakan Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dalam tingkatannya masing-masing. Tanda Kecakapan Umum hanya berlaku bagi anggota Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. TKU tidak berlaku bagi seperti Pembina, Andalan dan anggota dewasa lainnya.

Tanda Pelantikan
Tanda Pelantikan adalah tanda pengenal yang diberikan kepada seorang Pramuka dan
dikenakan pada pakaian seragamnya, pada saat yang bersangkutan dilantik atau diresmikan menjadi anggota Gerakan Pramuka secara sah. Tanda Pelantikan disematkan pada saat pertama kali seseorang menjadi anggota Pramuka. Selama itu pula berrlaku seumur hidup. Jadi setiap ada Acara Pelantikan, tidak perlu harus menyematkan lagi tanda ini, dan cukup dengan mengucapkan Ulang Janji Tri Satya/ Dwi Satya. Untuk Putra berbentuk segi empat, sedangkan tanda pelantikan putri berbentu lingkaran.

Tanda Jabatan
Tanda Jabatan adalah Tanda Pengenal Gerakan Pramuka yang menunjukan jabatan seseorang beserta hak dan kewajiban yang melekat dengan jabatan itu. Macam Tanda Jabatan adalah sebagai berikut :
Bagi peserta didik :
  • Tanda Pemimpin Barung Utama (Sulung), Pemimpin Regu Utama (Pratama),
    Pemimpin Sangga Utama(Pradana), Ketua Racana
  • Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung, Regu, Sangga dan Reka
  • Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida
  • Tanda Keanggotaan di Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega (Ranting sampai dengan Nasional)

Bagi anggota dewasa :
  • Tanda Pembina dan Pembantu Pembina (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega)
  • Tanda Pelatih Pembina
  • Tanda Majelis Pembimbing (Gugus Depan sampai Nasional)
  • Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
  • Tanda Jabatan lainnya

Tanda Barung/Regu/Sangga

Tanda Barung Siaga
  • Tanda Barung berbentuk segi tiga sama sisi, dengan puncak di atas. Panjang sisi segi
    tiga itu 4 cm.
  • Tanda Barung tidak bergambar, polos, berwarna menurut pilihan anggota barung yang bersangkutan.
  • Warna tanda barung diutamakan mengambil warna dari Garuda Pancasila, yaitu merah, putih, kuning, hijau dan hitam. Bila diperlukan dapat mengambil warna lainnya.


Tanda Regu Penggalang
  • Tanda regu berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4 cm.
  • Tanda regu bergambar sesuai dengan pilihan anggota regu yang bersangkutan.
  • Tanda regu untuk : 1) Regu putera bergambar binatang atau siluet (bayangan) binatang. 2) Regu puteri bergambar bunga atau siluet (bayangan) bunga.
  • Warna dasar dan warna gambar diatur sehingga tampak sederhana, indah dan menarik.


Tanda Sangga Penegak

  • Tanda sangga berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4 cm.


  • Tanda sangga bergambar sesuai dengan pilihan anggota sangga yang bersangkutan.


  • Tanda sangga dapat mengambil : 1) nama tahap perjuangan bangsa Indonesia, seperti Perintis, Pencoba, Penegas, Pendobrak dan Pelaksana, dengan gambar dan warna seperti contoh terlampir. 2) angka romawi sebagai nomor sangga, berwarna hitam diatas dasar berwarna kuning. 3) gambar siluet bunga berwarna hitam di atas dasar berwarna kuning (khusus untuk sangga puteri). 4) gambar lain yang diciptakan sendiri oleh sangga yang bersangkutan.


  • Tanda Reka Pandega
    • Tanda Reka Pandega, berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisi 4 cm.
    • Tanda reka sama dengan tanda sangga, warna dasar coklat muda.

    Pakaian Seragam Penggalang Putra

    visibilityView Article
    Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putra. Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara. Model pakaian seragam pramuka penggalang putra terbaru mengalami sedikit perubahan dibandingkan pakaian seragam pramuka penggalang putra terdahulu. Sesuai dengan Jukran Pakaian Seragam Pramuka berdasarkan SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012, perbedaan itu terutama terdapat pada celana pramuka penggalang yang ditambahkan sepasang saku timbul di bagian kanan dan kiri.

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk baret.
    • dikenakan dengan tepi mendatar, bagian atasnya ditarik miring ke kanan.

    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu lebar 3 cm.
    • kerah baju model kerah dasi.
    • kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
    • memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.
    • dimasukkan ke dalam celana.

    3. Celana:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk celana pendek.
    • memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
    • memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.
    • memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
    • memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri dengan lipatan dalam ditengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • memakai ritsleting di bagian depan.
    • memakai ikat pinggang berwarna hitam.
    • panjang celana sampai lutut.

    Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih. 
    • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.

    5. Kaos Kaki:
    • panjang kaos kaki sampai betis.
    • warna hitam.

    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.

    7. Tanda Pengenal terdiri dari:
    • tanda topi dikenakan di baret sebelah kiri.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.

    Kelengkapan Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putra.

    1. Tanda tutup kepala
    2. Tanda pandu dunia
    3. Nama
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor
    6. Badge Daerah
    7. Tanda Jabatan
    8. TKK
    9. Setangan leher
    10. Tanda pelantikan
    11. Tanda regu
    12. TKU

    Pakaian Seragam Penggalang Putri

    visibilityView Article
    Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putri. Seragam Pramuka Penggalang Putri adalah pakaian yang digunakan oleh semua Penggalang Putri. Warna Seragam Pramuka Penggalang Putri adalah coklat muda dan coklat tua. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Gerakan Pramuka melakukan perubahan pakaian seragam pramuka yang diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menggantikan Keputusan Kwartir nasional Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian Penggalang Putri.

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari kain laken/beludru, warna coklat tua.
    • berbentuk topi bulat.
    • lebar lidah topi ± 4 cm.

    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu lebar 3 cm.
    • kerah model kerah dasi.
    • kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
    • memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.

    3. Rok:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk kulot.
    • memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
    • memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
    • memakai ritsleting di bagian belakang.
    • memakai ikat pinggang berwarna hitam.
    • panjang kulot 5 cm di bawah lutut.

    4. Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
    • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.

    5. Kaos Kaki:
    • a) panjang kaos kaki sampai betis.
    • b) warna hitam.

    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.
    • bertumit rendah.

    7. Tanda Pengenal:
    • tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.

    Kelengkapan Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putri
    Dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan, pakaian seragam harian penggalang putri dilengkapi dengan beberapa atribut. Untuk melengkapi pakaian seragam harian penggalang putri diperlukan beberapa atribut seragam pramuka seperti pada gambar di bawah ini.
    1. Tanda tutup kepala
    2. Tanda pandu dunia
    3. Nama
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor
    6. Badge Daerah
    7. Tanda Jabatan
    8. TKK
    9. Setangan leher
    10. Tanda pelantikan
    11. Tanda regu
    12. TKU

    Tambahan :
    TKK yang dikenakan pada baju sebelah kanan tersebut di atas sebanyak-banyaknya lima buah, sedang selebihnya ditempatkan pada tetampan, yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kiri. Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan apapun, selain TKK. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Tetampan hanya dibenarkan dipakai pada upacara kepramukaan. Pada waktu latihan atau bekerja yang memerlukan keleluasaan bergerak, maka tetampan TKK. hendaknya ditanggalkan.

    Pakaian Siaga Putra Lengkap

    visibilityView Article
    Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putra. Seragam Pramuka Siaga Putra adalah pakaian yang digunakan oleh semua siaga putra. Warna Seragam Pramuka Siaga Putriaadalah coklat muda dan coklat tua. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Gerakan Pramuka melakukan perubahan pakaian seragam pramuka yang diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menggantikan Keputusan Kwartir nasional Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian siaga putra.

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari kain warna coklat tua.
    • berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
    • pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda selebar ¼ cm.
    • di bagian atas, tepat pada pertemuan potonganpotongan diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm warna coklat tua.
    • pada bagian belakang topi diberi elastik.
    • lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.

    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
    • kerah model kerah shiller.
    • memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan (dibuat di dalam 2 lipatan).
    • memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
    • lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
    • memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah kanan dan kiri.
    • 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua, lebar 1,5 cm.
    • disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
    • panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar celana

    3. Celana:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk celana pendek.
    • memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan dan kiri.
    • memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
    • memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri dengan lipatan dalam ditengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • memakai kancing dan ritsleting di bagian depan celana.
    • panjang celana sampai lutut.

    4. Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
    • berbentuk segitiga sama kaki;
    • sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang).
    • bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.

    5. Kaos Kaki:
    • panjang kaos kaki sampai betis.
    • warna hitam.

    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.

    7. Tanda Pengenal terdiri dari:
    • tanda topi dikenakan di topi bagian tengah depan.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas lipatan.
    Kelengkapan Pakaian Seragam Siaga Putra
    1. Tanda tutup kepala
    2. Pandu dunia
    3. Tanda pelantikan
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor (gudep)
    6. Badge daerah
    7. TKK
    8. Nama
    9. Tanda jabatan
    10. Tanda Barung
    11. TKU siaga
    12. Setangan leher

    Pakaian Siaga Putri Lengkap

    visibilityView Article
    Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putri. Seragam Pramuka Siaga Putri adalah pakaian yang digunakan oleh semua siaga putri. Warna Seragam Pramuka Siaga Putri adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian siaga putri

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari kain warna coklat tua
    • berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
    • pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda selebar ¼ cm.
    • di bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan diberi bulatan sebagaI hiasan, bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm warna coklat tua.
    • pada bagian belakang topi diberi elastik.
    • lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.

    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
    • kerah model kerah shiller.
    • memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan (dibuat di dalam 2 lipatan).
    • memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2cm.
    • lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
    • memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah kanan dan kiri.
    • 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua, lebar 1,5 cm.
    • disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
    • panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar rok.

    3. Rok:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk kulot.
    • memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan dan kiri.
    • memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan, dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
    • memakai ritsleting di bagian belakang.
    • panjang 5 cm di bawah lutut.

    4. Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
    • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.

    5. Kaos Kaki:
    • panjang kaos kaki sampai betis.
    • warna hitam.

    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.
    • bertumit rendah.

    7. Tanda Pengenal:
    • tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas lipatan.
    Kelengkapan Seragam Pramuka Siaga Putri

    Kelengkapan seragam pakain Siaga Putri adalah sebagai berikut :
    1. Tanda tutup kepala
    2. Pandu dunia
    3. Tanda pelantikan
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor (gudep)
    6. Badge daerah
    7. TKK
    8. Nama
    9. Tanda jabatan
    10. Tanda Barung
    11. TKU siaga
    12. Setangan leher

    Pramuka Penegak

    visibilityView Article
    Pramuka Penegak. Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 20 tahun. Penegak  berasal dari kata dasar ‘tegak’ menurut kamus bahasa Indonesia artinya berdiri dan diberi imbuhan pe- yang mempunyai makna ‘menjadi’. Apabila disatukan mempunyai arti menjadi berdiri atau menjadi tegak atau bisa dikatakan yang menegakkan. Diharapkan Penegak disini dapat berdiri tegak sendiri dengan kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri tentunya dengan arahan orang dewasa.

    Kata ‘Penegak’ diambil dari masa-masa menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia hingga puncaknya yaitu saat diproklamasikannya kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Inilah masa dimana bangsa Indonesia menjadi tegak, berdiri menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Namun dalam masa menegakkan eksistensinya sebagai Bangsa yang merdeka dan berdaulat, selalu ada tantangan hembusan angin yang kencang yaitu pergerakan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia, untuk diakui sebagai bangsa yang merdeka dengan jerih payah sendiri, pergolakan yang terjadi di dalam negeri pun ikut mewarnai tegaknya bangsa ini. Untuk itulah, akhirnya istilah tegak digunakan dalam Gerakan Pramuka sebagai kiasan dasar perjuangan bangsa agar generasi muda Indonesia dapat menghargai perjuangan para pahlawan bangsa dan menegakkan terus cita-cita proklamasi bangsa Indonesia.

    Tingkatan dalam Pramuka Penegak
    Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :

    Penegak bantara
    Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”


    Penegak laksana
    Penegak Laksana adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum kedua dalam satuan Pramuka Penegak setelah Penegak Bantara. Golongan Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Laksana dapat mengikuti SKU Pramuka Garuda. Penegak laksana adalah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak. Selain itu bagi pramuka penegak yang belum mendapatkan tanda pengenal Penegak Bantara, disebut dengan Penegak Tamu.

    Satuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang idealnya terdiri dari 6 sampai 8 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsa). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Ambalan dipimpin oleh seorang Ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Kerani, seorang Bendahara yang disebut Hartaka, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan karakter ambalan tersebut. Contohnya "Arjuna" (Ambalan Putra) dan "Srikandi" (Ambalan Putri),



    Kode Kehormatan
    Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya (janji) dan Ketentuan Moral (Dharma) Janji Pramuka Penegak disebut Satya Pramuka. Berikut bunyi Satya Pramuka Penegak:

    Satya Pramuka
    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia,Mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka.

    Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Darma Pramuka. Berikut isi Darma Pramuka Penegak:
    DARMA PRAMUKATaqwa kepada Tuhan Yang Maha EsaCinta alam dan kasih sayang kepada manusiaPatriot yang sopan dan ksatriapatuh dan suka bermusyawarahrela menolong dan tabahRajin, trampil, dan gembiraHemat, cermat, dan bersahajaDisiplin, berani, dan setiaBertanggung jawab dan dapat dipercayaSuci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

    Syarat-syarat yang harus dipenuhi (penegak Bantara)
    Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
    1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak.
    2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
    3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.
    4. Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.
    5. Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
    6. Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
    7. Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.
    8. Tahu arti Pancasila.
    9. Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.
    10. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau
    11. dinyanyikan pada suatu upacara.
    12. Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.
    13. Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.
    14. Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.
    15. Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.
    16. Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.
    17. Dapat berbaris.
    18. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.
    19. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.
    20. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.
    21. Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.
    22. Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.
    23. Memiliki buku Tabanas.
    24. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.
    25. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.
    26. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.
    27. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.
    28. Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.
    29. Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)
    Untuk Penegak yang beragama Islam:Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.Melakukan salat berjama’ah.Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.
    Untuk Penegak yang beragama Katolik:Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).
    Untuk Penegak yang beragama Protestan:Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.Dapat mengucap doa sederhana pada kesempatan tertentu.Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.
    Untuk Penegak yang beragama Hindu:Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Hindu.Tahu arti "Wiweka", "Sastra", "Aksara", dan mengerti arti "Tat Twam Asi".
    Untuk Penegak yang beragama Budha:Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Budha.Mengerti dan dapat menyanyikan Parita-parita tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penegak.
    Syarat-syarat yang harus dipenuhi (penegak Laksana)
    Untuk mencapai tingkat Penegak Laksana, seorang Pramuka Penegak Bantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
    1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara.
    2. Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya.
    3. Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia, dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini.
    4. Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia.
    5. Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu.
    6. Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila.
    7. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU tingkat Penggalang Rakit.
    8. Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya ; misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat, dll.
    9. Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah.
    10. Dapat memimpin barisan Pramuka.
    11. Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
    12. Jika di tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakannya secara baik.
    13. Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang, dan melakukan salah satu cabang olahraga lain lagi serta tahu peraturan permainannya.
    14. (a) Untuk puteri : Mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
    15. Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka atau di hadapam penonton-penonton lain.
    16. Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perorangan atau bersama-sama orang lain, dan dapat memperlihatkan hasil karyanya.
    17. Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran.
    18. Sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh Pembinanya, di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadat, atau di tempat lain; dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, Bimas, PKK, Karang Taruna, atau lain sebagainya.
    19. Dapat merencanakan, mempersiapkan, serta memimpin rapat, dan dapat membuat risalah rapat.
    20. (a) Memiliki buku Tabanas, dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Penegak Bantara, dan sebagian daripada uang itu diperoleh dari usahanya sendiri. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
    21. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya diperolehnya dari usahanya sendiri.
    22. Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugusdepannya, atau administrasi keuangan lainnya.
    23. Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.
    24. Memiliki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus.
    25. Keagamaan (sesuai agama masing-masing)
    Untuk Penegak yang beragama Islam:Tahu syarat-syarat, rukun-rukun, dan yang membatalkan salat, serta melakukan salat sehari-hari.Mengetahui riwayat Nabi Muhammad saw.
    Untuk Penegak yang beragama Katolik:Dapat memimpin do’a dan bernyanyi bersama.Dapat menolong orang sakit secara rokhaniah (sakramen orang sakit)Memahami arti kematian.Tahu beberapa lagu untuk jiwa-jiwa orang meninggal.
    Untuk Penegak yang beragama Protestan :Turut serta dalam kesaksian dan pelayanan Gereja sesuai dengan bakat dan kemampuannya.Bersedia mengikuti pengajaran agama (Katekhesasi).
    Untuk Penegak yang beragama Hindu:Tahu arti Dhayana, Yoga, Samadhi.Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Hindu.
    Untuk Penegak yang beragama Budha :Tahu arti Panca Sadha.Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Budha.
    Kegiatan-kegiatan Penegak
    Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:
    1. Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
    2. Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
    3. Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
    4. Raimuna (Rover Moot)
    5. Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
    6. Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)
    7. Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)

    Bentuk barisan upacara Pramuka penegak adalah Perlombaan dimana Pinsa berada disamping kanan barisan dan anggotanya berbaris seperti umumnya(berbanjar) Pramuka Penegak selain aktif di Ambalannya masing-masing juga dapat bergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) semisal Saka Bhayangkara (diselenggarakan oleh Polri), Saka Wanabhakti (diselenggarakan oleh Perhutani) dan lainnya.