verified_user Pilih Kategori

Showing posts with label Kurikulum. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum. Show all posts

Penerapan Pendekatan Saintifik

visibilityView Article
Saat ini diberlakukan pembelajaran Tematik Terpadu bagi peserta didik mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Pembelajaran dimaksud adalah dengan menggunakan Tema yang akan menjadi pemersatu berbagai mata pelajaran.

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mencoba, mengasosiasikan dan menalar, dan menyajikan dan mengkomunikasikan hasil untuk semua mata pelajaran. Untuk materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah.

Pendekatan ilmiah pembelajaran antara lain meliputi aspek :
  • Mengamati
  • Menanya
  • Mengumpulkan informasi/ eksperimen
  • Mengasosiasikan/ mengolah informasi
  • Mengkomunikasikan

Langkah-langkah tersebut tidak selalu dilalui secara berurutan, terlebih pada pembelajaran Tematik Terpadu, dimana pembelajarannya menggunakan Tema sebagai pemersatu. Sementara setiap mata pelajaran memiliki karakteristik keilmuan yang antara satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu agar pembelajaran bermakna perlu diberikan contoh-contoh agar dapat lebih memperjelas penyajian pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

Contoh Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu

1. Mengamati
Dalam proses mengamati, kegiatan belajar: membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat),. Dalam penyajian pembelajaran, guru dan peserta didik (Kelas 4 Sekolah Dasar) perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat mungkin bersifat kontekstual. Berikut contoh Tema 6 Indahnya Negeriku pada sub tema 2 Keindahan Alam Negeriku. Peserta didik diajak mengamati gambar, kemudian mereka diajak mengidentifikasi, tentang ciri-keindahan alam. Dengan mengamati gambar, peserta didik akan dapat secara langsung dapat menceritakan kondisi sebagaimana yang di tuntut dalam kompetensi dasar dan indikator, dan mata pelajaran apa saja yang dapat dipadukan dengan media yang tersedia.

Contoh objek gambar yang diamati siswa

Pengamatan gambar dapat dikembangkan dan dikaitkan dengan pengetahuan awal dari siswa sehinga proses pembelajaran dapat lebih menyenangkan dan membangkitkan rasa antusias siswa karena dapat mengaitkan pengalaman belajarnya dengan kehidupan nyata. Gambar-gambar yang diamati juga harus bervariasi dan dapat membangkitkan keingintahuan anak sehingga dapat memancing anak untuk bertanya hal hal yang ingin diketahui dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Menanya
Kegiatan belajarnya: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan hipotetik).

Peserta didik yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar tidak mudah diajak bertanya jawab apabila tidak dihadapkan dengan media yang menarik. Guru yang efektif seyogyanya mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Dengan media gambar peserta didik diajak bertanya jawab sekaligus membedakan karakteristik Keindahan alam negeri.

Beberapa contoh pertanyaan yang diharapkan muncul setelah pengamatan:
  • Apa nama-nama tempat wisata dalam foto-foto yang diamati ?
  • Di mana lokasi tempat-tempat wisata tersebut?
  • Kekayaan alam apa saja yang terkandung di tempat-tempat wisata tersebut?
  • Apa manfaat kekayaan alam tersebut bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wista?
  • Apa jenis-jenis mata pencarian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut?
  • Bagaimana sikap yang harus dilakukan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian dan keindahan tempat wisata? Berikan contohnya!.Mengapa masyarakat tersebut harus memiliki sikap-sikap tersebut di atas? Berikan alasannya.

Beberapa contoh jawaban yang diharapkan muncul setelah tanya jawab:
  • Nama tempat wisata, yaitu Gunung Bromo, sawah berundak Bali, Danau Toba, pantai dan wisata bawah laut Raja Ampat, dan hutan Kalimantan dll.
  • Lokasi di setiap pulau di Indonesia.
  • Kekayaan sumber daya alam hayati, seperti beragam tumbuhan dan hewan di laut, dan hewan serta tumbuhan di hutan. Juga sumber daya alam nonhayati seperti keindahan pantai pasir, danau, dan pegunungan.
  • Kekayaan alam tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai obyek wisata dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang tinggal.
  • Jenis mata pencarian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, nelayan di pantai, nelayan di sawah, dst.
  • Sikap yang harus dilakukan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian dan keindahan tempat wisata, contohnya sikap peduli lingkungan, seperti buang sampah ke tempat sampah, tidak merusak tumbuhan, dst.
  • Masyarakat harus memiliki sikap-sikap tersebut supaya kelestarian alam juga terjaga sehingga mata pencarian masyarakat juga tidak terganggu

Pada saat siswa mengamati dan menjawab pertanyaan guru, maka sudah memadukan dan mengakomodasi berbagai muatan pelajaran. Dari hasil pengamatan dan menanya diharapkan ada jawaban yang ilmiah yang memberikan pemahaman yang baik pada siswa.

3. Mengumpulkan informasi/ eksperimen
Kegiatan belajanya: melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas atau wawancara dengan narasumber. Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau autentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan eksperimen, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada tema 6 kelas 4 ini misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep materi dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.

Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan.

Contoh penerapan percobaan yang sesuai dengan tema dengan mengaplikasikan bentuk bidang dalam matematika dan ilmu pengetahuan alam:
  • Siswa membaca informas isingkat tentang Tebang Pilih Tanam (TPT)
  • Siswa melakukan 2 jenis percobaan untuk mengetahui fungsi pohon/tanaman bagi kehidupan di bumi.
  • Siswa melakukan 2 jenis percobaan. Untuk teknik pelaksanaannya, siswa bisa dibagi dalam beberapak elompok kecil dan minta setiap kelompok untuk mempersiapkan sendiri alat dan bahan percobaan.
Sebelum melakukan percobaan, minta siswa untuk melakukan prediksi/ hipotesis apa yang akan terjadi pada:
  • Tanah/bukit hijau/hutan: Gundukan tanah ditutup rumput yang disiram air.
  • Tanah/bukit gundul: Gundukan tanah tanpa rumput yang disiram air.
  • Setelah percobaan, siswa kemudian menuliskan apa yang terjadi pada dua jenis gundukantanah tersebut.

4. Mengasosiasi/ mengolah informasi
Kegiatan belajarnya: mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi; pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.

Apabila dikaitkan dengan contoh yang disajikan diatas, maka Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 adalah untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.

Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemahan dari reasoning, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari perspektif psikologi, asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. Dalam menalar siswa dapat mengambil hikmahdari sikap dan pengetahuan yang didapa dari proses belajarnya.

Contoh untuk kegiatan menalar ini bisa dengan kegiatan seperti berikut :
Peduli Keindahan LingkunganMerusak Keindahan Lingkungan
SikapKeuntunganKerugianSikap KeuntunganKerugian
Buang sampah pada tempatnya Hutan terjaga kebersihannya tidak adaBuang sampah dihutan atau sungai tidak ada hutan dan sungan kotor banyak tumpukan sampah
- --Menulis di batang pohon dan merusak pohon tidak ada batang pohon rusak dan pohon bisa mati
dan seterusnya…dan seterusnya…dan seterusnya… dan seterusnya… dan seterusnya… dan seterusnya…

Dengan tabel di atas siswa tidak hanya mencari jawaban tapi akan dituntut untuk berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking) dan juga secara tidak langsung belajar mengontrol diri dengan sikap yang posistif terhadap lingkungan. Bagaimana jika keadaan tersebut dikaitkan dengan lingkungan sekitar pantai yang sedang mereka diskusikan?

Proses menalar juga bisa diasah dengan dorongan guru dalam bertanya jawab dan memancing siswa untuk berpikir komplek misalnya seperti saat guru dan siswa membahas masalah kehidupan nelayan, di suatu tempat dimana mereka mengamati daerah pantai. apa yang bisa dilakukan guru dalam membimbing siswa untuk belajar menalar secara ilmiah seperti berikut :
Dari gambar di atas dan interaksi antara guru dan siswa akan menuntut untuk melakukan Higher Order Thinking yang sangat bermanfaat dalam kelanjutan proses belajarnya. Akan lebih mebrmakna proses pembelajarnnya jika siswa dapat langsung mencoba melakukan apa yang diamati, sitanyakan dan dinalar secara ilmiah dalam tindakan nyata.

Pada tahapan mengolah ini juga peserta didik sedapat mungkin dikondisikan belajar secara kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Peserta didik secara bersama-sama, saling bekerjasama, saling membantu mengerjakan hasil tugas terkait dengan materi yang sedang dipelajari.

5. Mengkomunikasikan
Kegiatan belajarnya: menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Hasil tugas dikerjakan bersama dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru. Kegiatan menyimpulkan merupakan kelanjutan dari kegiatan mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. Hasil tugas yang telah dikerjakan bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio yang di basukkan ke dalam file atau Map peserta didik terisi dari hasil pekerjaannya sendiri secara individu.

Pada kegiatan akhir diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki. Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana pada Standar Proses.

Jaringan Tema Kelas I

visibilityView Article
Jaringan Tema Kelas I. Salah satu langkah dalam penyusunan pembelajaran tematik adalah membuat rangcangan pembelajaran untuk memadukan mata pelajaran menjadi sebuah tema yang menarik dan terpadu, sehingga pada saat pembelajaran membawa peserta didik ke dalam suasana yang sesuai dengan imajinasinya. Pembelajaran yang sesuai dengan karakter pola pikir tak dirasakan adanya kotak-kotak mata pelajaran. Tema disesuaikan dengan karakter lingkungan dan wilayah peserta didik sebagai daya tarik tersendiri.

Membuat jaringan tema merupakan bagian integral dari model pembelajaran terpadu yang banyak digunakan dewasa ini. Lebih spesifik lagi, pembuatan jaringan tema merupakan implementasi dari penerapan pembelajaran terpadu model Webbed. Pembelajaran terpadu model Webbed adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menetukan tema tertentu. Tema dapat ditentukan dengan negosisasi guru dan siswa, tetapi dapat pula diskusi sesama guru. Setelah tema tersebut disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi (Trianto 2007). Pengembangan tema menjadi sub-sub tema serta pola keterkaitannya inilah yang kemudian membentuk jaringan tema.

Pembuatan jaringan tema melalui beberapa tahapan. Langkah-langkah yang harus dilalui diantaranya :

Tentukan terlebih dahulu tema. Cara menetukan tema bisa dilakukan dengan dua cara
  1. Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menetukan tema.
  2. Cara kedua, menentukan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat serta kebutuhan mereka.

Menginvetarisasi materi-materi yang masuk/sesuai dengan tema yag telah ditentukan.

Sebuah jaringan tema dapat dikatakan baik jika memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya adalah :
  1. Simpel. Jaringan tema dibuat untuk mempermudah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan.
  2. Sinkron. Pada dasarnya, jaringan tema terdiri atas dua komponen utama yaitu tema pengikat dan materi-materi yang terkait dan bisa masuk dalam cakupannya.
  3. Logis. Hal ini mengandung pengertian bahwa materi yang dijaring memang betul-betul bagian dari tema, sehingga tidak dibutuhkan tema lain untuk menjaring materi-materi tersebut.
  4. Mudah dipahami. Dengan demikian, siapapun dapat menyusun dan mengembangkan pembelajaran tematik dengan berpegangan pada jaringan tema tersebut.
  5. Terpadu. Tema dan materi-materi diikat oleh kesamaan subtansi yang ingin disampaikan kepada siswa-siswi.
Berikut ini contoh jaringan tema untuk kelas I sekolah dasar.
Tema 1 : Diri Sendiri
MapelKompetensi Dasar

PPKn
KD 1 dan 2
1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila

KD 3 dan 4
3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah
3.3. Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah
4.2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

Bahasa IndonesiaKD 1 dan 2
2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

2.2. Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
KD 3 dan 4
3.4. Mengenal teks cerita diri/ personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.4. Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
Matematika
KD 1 dan 2
2.2. Menunjukkan perilaku teliti dan peduli dengan menata bendabenda

di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar
KD 3 dan 4
3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
3.2. Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
3.11. Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya
4.5. Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangunbangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada
SBPKD 1 dan 2
2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
KD 3 dan 4

3.1. Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi
4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
4.3. Menggambar dengan memanfaatkan beragam media kering
4.7. Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
PenjasKD 1 dan 2
2.1. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan

KD 3 dan 4
3.3. Memahami pengertian pola gerak dasar seperti gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif
4.1. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep: tubuh, ruang, hubungan, dan
usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau tradisional
4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau permainan tradisional

Tema 2 : Kegemaranku
MapelKompetensi Dasar
PPKnKD 1 dan 2
2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah

KD 3 dan 4
3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
3.4 Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah
4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah
Bahasa IndonesiaKD 1 dan 2
2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
2.5 Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

KD 3 dan 4
3.1 Mengenal teks deskripsi tentang anggota tubuh dan panca indra, wujud dan sifat benda, serta paristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
3.2 Mengenal teks petunjuk/arahan tentang perawatan tubuh serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
3.3 Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang dapat diisi degan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.2 Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuh serta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara
mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tertulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
MatematikaKD 1 dan 2
2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan

2.2 Menunjukkan perilaku teliti dan perduli dengan menata bendabenda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar

KD 3 dan 4
3.1 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
3.5.Membandingkan dengan memperkirakan panjang suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang dan lebih pendek)
3.6. Mengenal dan memprediksi pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambar-gambar/benda konkret
4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya.
SBPKD 1 dan 2
2.1 Menunjukkan rasa percaya diriuntuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
KD 3 dan 4
4.1 Menggambar ekspresi dengan garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
4.7 Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
PenjasKD 1 dan 2
1.1 Menghargai tubuh denganseluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas

KD 3 dan 4
4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional
4.2 Mempraktikkan pola gerak dasar nonlokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentukpermainan sederhana dan atau permainan tradisional
4.3 Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk keseimbangan dan kelincahan tubuh melalui permainan sederhana
Tema 3 : Kegiatanku
MapelKompetensi Dasar
PPKnKD 1 dan 2
1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah

KD 3 dan 4
3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah
Bahasa IndonesiaKD 1 dan 2
1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah
1.2 Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia dan bahasa yang beragam serta benda-benda di alam sekitar
2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/ atau bahasa daerah

KD 3 dan 4
3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indera, wujud, dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indera, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
MatematikaKD 1 dan 2
2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan

KD 3 dan 4
3.1 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
3.3 Membandingkan dengan memperkirakan lama suatu aktivitas berlangsung menggunakan istilah sehari-hari (lebih lama, lebih singkat)
4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya
4.3 Menyatakan suatu bilangan asli sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban
4.7 Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menampilkan data menggunakan grafik konkret dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal
SBPKD 1 dan 2
1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan
2.1 Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
2.3 Menunjukkan perilaku disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui berkarya seni

KD 3 dan 4
4.1 Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
4.7 Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
PenjasKD 1 dan 2
1.2 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai

2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan

KD 3 dan 4
4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep: tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan/atau tradisional
Tema 4 : Keluargaku
MapelKompetensi Dasar
PPKnKD 1 dan 2
1.2. Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.2. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
2.3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah

KD 3 san 4
3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan seharihari di rumah dan sekolah
4.3. Mengamati dan menceritakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah
Bahasa IndonesiaKD 1 dan 2
1.1. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah
2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

KD 3 dan 4
3.3. Mengenal teks terima kasih tentang kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
3.4. Mengenal teks cerita diri atau personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan
dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu
pemahaman
3.5. Mengenal teks diagram atau tabel tentang anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.4. Menyampaikan teks cerita diri atau personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
MatematikaKD 1 dan 2
2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur atau aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan

KD 3 dan 4
3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan bendabenda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain
3.11. Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya
4.1. Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau di tempat bermain serta memeriksa kebenarannya.
4.8. Mengurai sebuah bilangan asli sampai dengan 99 sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban.
SBP KD 1 dan 2
1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tandatanda kekuasaan Tuhan
2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni
KD 3 dan 4
4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
4.5. Menyanyikan lagu anakanak dan memperagakan tepuk birama dengan gerak
4.7. Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu
4.13. Membuat karya kreatif dengan menggunakan bahan alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan melipat, menggunting, dan menempel
Penjas KD 1 dan 2
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya
sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai
2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan
2.2. Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas
Kd 3 dan 4
4.1. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan,
dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional
4.6. Mempraktikkan pola gerak dasar senam sederhana menggunakan pola lokomotor dan nonlokomotor yang dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa atau dengan musik

Contoh RPP Kelas I

visibilityView Article
Penyusunan RPP Kurikulum 2013. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) merupakan model rencana kerja yang didalamnya menggambarkan prosedur, pengorganisasian, kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan yang telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling banyak mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu) indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

Apabila anda akan menyusun RPP harus memperhatikan langkah-langkah penyusunan RPP. Dalam RPP Kurikulum 2013 dibagi menjadi tiga langkah besar, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Sebelum menyusun RPP, ada beberapa hal yang harus diketahui :
  • RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar.
  • Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis.
  • RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
  • Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Berikut ini contoh RPP Kelas I tema Lingkungan bersih dan sehat
Contoh RPP Kelas I
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

( R P P )
Nama Sekolah: SDN .......
Kelas: I (satu)
Semester: II (dua)
Tema: Lingkungan bersih dan sehat
Pertemuan -ke: 1
Alokasi Waktu: 1 Minggu

I. Kompetensi Inti
  1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
  2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
II. Kompetensi Dasar
MapelKompetensi Dasar
Agama1.1 Berdoa sebelum dan sesudah belajar, sebagai bentuk pemahaman terhadap Qur’an, Surat Alfatehah
2.1 Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci
PPKn1.2 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
3.3. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlku dalm kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah
4.2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Bahasa Indonesia1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah
2.3 Menunjukkan perilaku pola hidup sehat (perawatan tubuh, pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, main dan istirahat yang cukup) dan menyayangi makhluk hidup
2.4 Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab merawat tubuh agar sehat dan bugar melalui pemanfatan bahasa indonesia dan atau Bahasa Daerah

Memiliki perilaku santun dan jujur dalam hal kegiatan dan bermain di lingkungan melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
2.3 Memahami isi cerita melalui mendengarkan cerita yang dibacakan orang lain dengan penuh perhatian dan mengajukan pertanyaan
4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
Matematika2.1. Menunjukkan perilaku teliti dan perduli dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar
2.4.. Menunjukkan perilaku disiplin tepat waktu dalam melakukan aktivitas di sekolah dengan memperhatikan tanda-tanda saat jam belajar dan jam istirahat
3.2.. Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar ruah, sekolah, atau tempat bermain.
4.2.. Membentuk berbagai bangun ruang dengan menggunakan papan berpaku atau media lainnya
SBP1.1 Merasakan keindahan alam dan karya seni sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan
2.1 Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari
2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni
3.2 Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis
Penjas2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas.

III. Indikator

MapelIndikator
Agama
  1. Mengulang bacaan do’a sebelum belajar
  2. Mengulang bacaan do’a sesudah belajar
  3. Menyatakan dalam sikap berdo’a sebelum belajar
  4. Menunjukkan perilaku patuh kepada orang tua
PPKn
  1. Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru
  2. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di rumah.
  3. Memberikan contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di sekolah.
  4. Melaksanakan tata tertib di sekolah
Bahasa Indonesia
  1. Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
  2. Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
  3. Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri
  4. Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas
  5. Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
  6. Menyebutkan kapan harus mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan.
  7. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih.
  8. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat
  9. Menyebutkan nama-nama tempat dalam cerita
  10. Menyebutkan urutan peristiwa
  11. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih.
  12. Membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat
  13. Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat
  14. Berposisi duduk secara benar
  15. Meletakkan bacaan dengan jarak mata yang benar
  16. Memegang teks bacaan dengan tepat
Matematika
  1. Menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya)
  2. Memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya
  3. Menceritakan bentuk bangun ruang dan bangun datar
SBP
  1. Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan
  2. Menjelaskan keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan
  3. memperhatikan lingkungan sekitar secara seksama
  4. merawat lingkungan sekitar secara sadar
  5. menunjukkan kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya
  6. Mengenal judul lagu dan iringannya
Penjas
  1. Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama

IV. Tujuan Pembelajaran
  1. Berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru
  2. Berperilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari di sekolah.
  3. Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
  4. Menyebutkan kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih.
  5. Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat
  6. Menata dengan rapi benda-benda di lingkungan sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya)
  7. Mempraktikan gerak melangkah ke berbagai arah berirama
  8. Menjelaskan keindahan-keindahan alam tentang kebersihan lingkungan sebagai anugerah Tuhan
V. Materi Pembelajaran
MapelKompetensi Dasar
Agama
  1. Bacaan do’a sebelum belajar
  2. Bacaan do’a sesudah belajar
  3. Sikap berdo’a sebelum belajar
  4. Perilaku patuh kepada orang tua
PPKn
  1. Dengan mengamati kegiatan sehari-hari, siswa dapat berperilaku baik (jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan guru
  2. Dengan mengamati contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah, siswa dapat berperilaku patuh di sekolah.
  3. Contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di sekolah.
  4. Dengan mengamati kegiatan sehari-hari siswa dapat menceritakan pelaksanaan tata tertib di sekolah
Bahasa Indonesia
  1. Sikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
  2. Sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
  3. Mencontoh kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri
  4. Lafal teks doa dengan jelas
  5. Lafal & kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
  6. Waktu mandi, makan, sikat gigi dan cuci tangan.
  7. kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih.
  8. lingkungan sehat dan tidak sehat
  9. Nama-nama tempat dalam cerita
  10. Urutan peristiwa
  11. Kebutuhan tubuh agar tetap sehat, yaitu : main dan istirahat/tidur yang cukup, makan makanan bergizi, minum yang cukup, udara dan lingkungan bersih.
  12. Lingkungan sehat dan tidak sehat
  13. Kalimat yang didiktekan guru dengan pemisahan kata yang tepat
  14. Posisi duduk secara benar
  15. Letak bacaan dengan jarak mata yang benar
  16. Teks bacaan dengan tepat
Matematika
  1. Dengan mengamati cara penataan benda di sekitar, siswa dapat menata dengan rapi benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan kriteria lainnya (warna atau lainnya)
  2. Dengan mengamati benda-benda di sekitar siswa dapat memilih jenis tas, wadah atau tempat yang digunakan untuk menaruh benda atau sekelompok benda sesuai dengan beratnya
  3. Dengan mengamati benda siswa dapat menceritakan bentuk bangun ruang dan bangun datar
SBP
  1. Kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan
  2. Keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan
  3. Lingkungan sekitar secara seksama
  4. Cara merawat lingkungan sekitar secara sadar
  5. Kepedulian pada alam lingkungan sekitar dengan berkarya
  6. Lagu Lihat Kebunku
PenjasPraktik gerak melangkah ke berbagai arah berirama

VI. Pendekatan dan Metode
Pendekatan : Scientific
Strategi : Cooperative Learning
Teknik : Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi Dan Ceramah
VII. Langkah-Langkah Pembelajaran
KegiatanDeskripsi Kegiatan
Pendahuluan
  1. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
  2. Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa
  3. Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak
  4. Mengajak Semua Siswa menyanyi “SELAMAT PAGI GURU”
  5. Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang syair lagu, mengapa saling mengucap salam. Dan apa bedanya di kalau pagi
  6. Meminta informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada pagi hari dan bertanya tentang hubungan antara kebersihan kelas dengan kenyamanan kegiatan pembelajaran.
  7. Menginformasikan Tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang “LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT”
Inti
Menayangkan gambar tentang lingkungan bersih dan sehat dan lingkungan rumah yangtidak bersih /tidak sehat. (eksplorasi, mengamati, menyimak, mendengar)
Gambar rumah sehat mencakup ciri-ciri:
  1. Rumah kecil dengan ventilasi cukup
  2. Ada teras rumah
  3. Ada halaman cukup
  4. Taman mungil yang asri
  5. Tidak ada sampah yang bertebaran
  6. Di pojok halaman ada peralatan untuk membersihkan halaman (ember tempat air untuk menyiram tanaman, sapu lidi dll)
Gambar rumah tidak sehat mencakup ciri-ciri:
  1. Tidak memiliki ventilasi yang cukup
  2. Tidak memiliki teras/berbatasan langsung dengan jalan raya
  3. Tidak memikliki taman atau tanaman hijau
  4. Tidak terdapat alat-alat kebersihan
  5. Tidak terawat, kotor, dan banyak sampah bertebaran

Jawaban berkembang sesuai dengan lingkungan sehari-hari hasil eksplorasi serta kemampuan siswa
2. Bertanya jawab tentang ciri-ciri rumah dan halaman yang sehat dan tidak sehat, (eksplorasi, menyimak, menanya, menalar) al:
  • Mendengarkan jawaban siswa tentang rumah yang bersih sehat dan yang tidak bersih dan tidak sehat.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab.
  • Pemerataan siswa dalam menjawab (tidak di dominasi oleh salah satu siswa saja).
  • Memperhatikan siswa lain yang tidak berani memberikan jawaban.
  • Mendorong keberanian siswa dalam menjawab dan sikap siswa dalam memberikan klarifikasi tentang benar dan tidaknya jawaban.
3. Guru menugaskan siswa untuk membaca teks tentang RUMAHKU (membaca, mendengar)
4. Diawali dengan memberi contoh cara membaca teks : jedanya, lafalnya, tanda bacanya, dan kata-kata yang dibaca (mengamati/ mendengar), semua siswa menirukan cara membaca dengan benar
5. Selanjutnya menugaskan siswa secara bergantian untuk membaca TEKS
(penilaian proses : Memperhatikan cara siswa membaca (sekaligus menilai keberanian dan kebenaran dalam membaca)
Jika ada siswa yang salah dalam melafalkan bacaan langsung dibenarkan sebelum dilanjutkan kepada siswa yang lain
6. Bertanya jawab tentang makna bacaan / Teks ( menalar )
7. Melalui pengamatan gambar rumah sehat siswa diminta membandingkan rumah yang bersih dan sehat dengan rumahnya sendiri-sendiri, (rumah yang bersih tidak harus besar). (eksplorasi dan elaborasi, menyimak dan menalar)

8. Guru mengelompokan siswa berdasarkan teman satu bangku/2 orang (asumsi 1 kelas 32 siswa) dengan cara siswa mengambil nomor di meja guru. (nomor merupakan penanda dari kelompok)

9. Siswa berkelompok sesuai dengan nomor yang dimiliki.

10. Guru membagi gambar kepada masing-masing kelompok

11. Masing-masing siswa diminta untuk mengidentifikasi gambar dan mencatat hasil identifikasi (benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, yang besar dan yang kecil, yang bersih). (eksplorasi, elaborasi, menyimak, menalar, mengkomunikasikan)

12. Siswa diminta untuk menceritakan hasil identifikasi kepada teman sebangku (mengkomunikasikan)

13. Setelah tercapai kesepakatan dengan teman sebangku, diminta untuk mendiskusikan dengan kelompok pasangan yang lain (TPS)
Penilaian proses:
  1. Guru berkeliling mengamati kerjasama anak dalam mengerjakan tugas.
  2. Menilai kerjasamanya, tanggung jawabnya, kedisiplinannya, ke aktifannya, mendominasi atau tidak dsb)
  3. Menilai dengan lembar pengamatan perilaku.
Gambar-gambar untuk Example non Example
  • Kelompok gambar kebersihan kelas
  • Gambar kegiatan menyapu kelas
  • Gambar kegiatan membersihkan debu
  • Gambar kegiatan menata buku
  • Membersihkan jendela kelas
Kelompok gambar kebersihan rumah
  • Gambar kegiatan menyapu rumah
  • Gambar kegiatan mengepel lantai
  • Gambar kegiatan menata tempat tidur
  • Gambar kegiatan membersihkan/menyapu kebun
Kelompok gambar kebersihan lingkungan/kerja bakti kampung
  • Gambar kegiatan membersihkan selokan
  • Gambar kegiatan membersihkan sampah di jalanan
  • Gambar kegiatan membuang sampah
  • Gambar kegiatan merawat tanaman peneduh
Keterangan:
Diharapkan diskusi akan berkembang pada pembahasan kebersihan lingkungan, ruang, kelas, rumah, sekolah akan berdampak pada kesehatan. Kegiatan membersihkan lingkungan merupakan cerminan dari kerukunan dan saling membantu, dan bekerjasama. Siswa yang sedang berdiskusi (berpikir berpasangan) akan berdampak pada kerjasama yang baik, dan hasilnya merupakan cerminan dari sikap bertanggung jawab.
14. Semua kelompok mengamati, memikirkan dan menganalisis gambar dikaitkan dengan tema yang sedang dipelajari.
15. Guru memanggil salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya (mengkomunikasikan dan konfirmasi),
Memberi kesempatan kelompok lain untuk mendengarkan dan memberikan pendapatnya
16. Mengajak semua siswa berdiri dan menyanyikan lagu “banyak nyamuk dirumahku” untuk mencairkan suasana dan kepenatan setelah belajar beberapa jam :
  1. Guru mengamati sikap siswa dalam menyanyikan lagu
  2. Memberi contoh sikap yang benar dalam menyanyi
  3. Menilai siswa dalam menyanyikan lagu: (lafal syair lagunya, cara menyanyi, sikap menyanyi, semangatnya dsb)
  4. Menggunakan format pengamatan

17. Guru mengajak bertanya jawab tentang makna lagu. Bahwa salah satu dampak dari rumah yang tidak sehat, adalah banyak nyamuk, rumah kotor, tidak sehat, mendatangkan penyakit. Dsb

18. Menugaskan siswa untuk bercerita (berdasarkan gambar) (mengkomunikasikan)

Guru Mengamati cara siswa dalam BERCERITA (penilaian proses)

19. Guru dan siswa bersama-sama siswa membuat kesimpulan tentang rumah yang bersih dan sehat

20. Hasil kegiatan dan pekerjaan siswa ditempel di papan yang

Dilanjutkan dengan menasehati siswa agar membiasakan hidup sehat

Penutup
  1. Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari
  2. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
  3. Melakukan penilaian hasil belajar
  4. Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
Mengamati sikap siswa dalam berdo’a (sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb)
Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo’a, maka setelah selesai kegiatan berdo’a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan

VIII. Sumber dan Media
  1. Diri anak
  2. Lingkungan keluarga
  3. Lingkungan sekolah
  4. Buku TematikKelas I
  5. Buku Pengembangan Diri Anak
  6. Video/slide/gambar tentang teknik cetak sederhana dan bentuk pola dan alur sederhana gunting, lipat dan tempel
  7. Gambar/contoh langsung karya cetak dengan berbagai bahan alam dan bentuk
  8. Gambar/contoh langsung hasil karya gunting, lipat dan tempel dengan berbagai bentuk pola dan alur sederhana
  9. Buku kirigami (seni mengunting)
  10. Buku Pengembangan Diri Anak
IX. Penilaian
1. Prosedur Penilaian
Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir

Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan.
2. Instrumen Penilaian
Instrumen tes tertulis dalam bentuk soal.

Penilaian dilakukan dengan cara menghitung jumlah jawaban benar dari soal yang tersedia.
Instrumen unjuk kerja dalam bentuk Rubrik Penilaian.
Contoh Rubrik Penilaian membaca :
No.KriteriaBaik Sekali (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
1.Jeda3 kriteria terpenuhi2 kriteria terpenuhi1 kriteria terpenuhiTidak memenuhi kriteria
2.Lafal3 kriteria terpenuhi2 kriteria terpenuhi1 kriteria terpenuhiTidak memenuhi kriteria
3.Tanda baca3 kriteria terpenuhi2 kriteria terpenuhi1 kriteria terpenuhiTidak memenuhi kriteria

Cara Penilaian membaca :
Rumus perhitungannya sebagai berikut :
Jumlah skor yang diperoleh siswa x 100
Skor ideal
Keterangan :

Jumlah skor yang diperoleh siswa adalah jumlah skor yang diperoleh siswa dari kriteria 1 dan kriteria 2.
Skor ideal adalah perkalian dari banyaknya kriteria dengan skor tertinggi.
Pada contoh ini, skor ideal = 2 x 4 = 8.
Perhitungan nilai akhir siswa:

  • Beni : 7/8 x 100 = 87,5
  • Dayu : 8/8 x 100 = 100
Instrumen Observasi berbentuk Lembar Pengamatan
Contoh Lembar Pengamatan :
No.KriteriaTerlihat (√)Belum Terlihat(√)
1.Siswa mengikuti instruksi guru..............
2.Siswa terlibat aktif dalam kegiatan..............
3.Siswa mengungkapkan perasaan dan pendapatnya setelah melakukan kegiatan...............
Hasil Pengamatan Kegiatan :
No.NamaKriteria 1Kriteria 2Kriteria 3
T (√)BT (√)T (√)BT (√)T (√)BT (√)
1. Budi........................................
2.Ciko..........................................
3. Davit..........................................

Mengetahui :
Kepala Sekolah





(.......................................)
NIP. 999999999999999999
Purwokerto,...............................
Guru Kelas I




(..................................)
NIP. XXXXXXXXXXXXX

Contoh RPP Kurikulum 2013

visibilityView Article
Penyusunan RPP Kurikulum 2013. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) merupakan model rencana kerja yang didalamnya menggambarkan prosedur, pengorganisasian, kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan yang telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling banyak mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu) indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

Apabila anda akan menyusun RPP harus memperhatikan langkah-langkah penyusunan RPP. Dalam RPP Kurikulum 2013 dibagi menjadi tiga langkah besar, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Sebelum menyusun RPP, ada beberapa hal yang harus diketahui :
  • RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar.
  • Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis.
  • RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
  • Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Berikut ini contoh RPP Kelas IV tema indahnya kebersamaan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )
Nama Sekolah: SDN .......
Kelas: IV Iempat)
Semester: I (satu)
Tema: Indahnya Kebersamaan

I. Kompetensi Inti
  1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya .
  2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru.
  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
II. Kompetensi Dasar
2.1. PPKnMenghargai kebhinnekatunggalikaan dan keragaman agama, suku bangsa (pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
2.2. Bahasa IndonesiaMendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah.
2.3. MatematikaMenaksir jumlah uang untuk berbelanja atau jumlah dan jenis benda yang diperlukan untuk suatu kegiatan amal sehingga sesuai kebutuhan (k2)
2.4. SBPMengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugrah tuhan (KI 1)
2.5. PenjasMenghargai tubuh sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai

III. Indikator
PPKn3.1.1. Memberikan contoh keberagaman di lingkungannya dengan rasa percaya diri
3.1.2. Mengagumi keragaman suku, etnis, dan bahasa sebagai keunggulan di wilayah negara Indonesia
Bahasa Indonesia3.2.1. Bersikap tertib (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
3.2.2. Mengambil sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
3.2.3. Melafalkan kata-kata teks doa dengan jelas
3.2.4. Melafalkan kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
3.2.5. Menyapa dengan kata atau kalimat sapaan yang sesuai
3.2.6. Menyapa dan mengucapkan selamat dengat kalimat yang sesuai
3.2.7. Menyapa dan menyampaikan ucapan terima kasih dengan kalimat yang sesuai
3.2.8.Menyapa dan menyampaikn permohonan maaf dengan kalimat yang sesuai
Matematika3.3.1. Menyebutkan besarnya uang saku yang diterima stiap hari atau minggu
3.3.2. Menyebutkan sumber perolehan uang saku
3.3.3. Menghitung besarnya penggunaan uang saku untuk konsumsi, uang tabungan, dan sosial
3.3.4. Membandingkan nilai uang yang berbeda
3.3.5. Menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan uang
3.3.6. Menentukan hasil operasi hitung melalui transaksi jual beli yang melibatkan uang
SBP3.4.1. Menjelaskan keunikan karya seni dan karya kreatif berbagai daerah
3.4.2. Memuji karya seni dan karya kreatif teman
3.4.3. Merawat karya seni dan karya kreatif yang ada di sekolah
3.4.4. Menunjukkan kebanggaan terhadap karya sendiri
Penjas3.5.1. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
3.5.2. Menerapkan perilaku hidup sehat di sekolah
3.5.3. Memperagakan kombinasi gerak dasar jalan
3.5.4. Memperagakan kombinasi gerak dasar lari

IV. Tujuan Pembelajaran

PPKn4.1.1. Dapat memberikan contoh keragaman agama, bahasa, budaya dan suku yang ada di lingkungannya
Bahasa Indonesia4.2.1. Dapat bersikap tertib dalam mendengarkan do’a
4.2.2. Dapat melafalkan kata-kata teks do’a dengan jelas
4.2.3. Dapat menyapa dengan kata atau kalimat sapaan yang sesuai (mengucapkan selamat, ucapan terima kasih dan permohonan maaf)

Matematika
4.3.1. Dapat menyebutkan jumlah besarnya uang untuk berbelanja uang untuk berbelanja benda yang diperlukan
4.3.2. Dapat menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan uang
4.4. Seni Budaya dan Prakarya
4.4.1. Dapat menjelaskan keunikan karya seni dan karya kreatif berbagai daerah
4.4.2. Dapat merawat karya seni dan karya kreatif yang ada di sekolah
SBP4.4.1. Dapat menjelaskan keunikan karya seni dan karya kreatif berbagai daerah
4.4.2. Dapat merawat karya seni dan karya kreatif yang ada di sekolah
Penjas4.5.1. Dapat melakukan aktifitas fisik secara teratur
4.5.2. Menerapkan perilaku hidup sehat di sekolah

V. Materi Ajar
PPKn5.1.1. Menghargai kebhinekatunggalikaan dan keragaman agama, bahasa, budaya dan suku yang ada di lingkungannya
Bahasa Indonesia5.2.1. Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik sesuai dengan agama yang dianut
5.2.2. Mengucapkan do’a dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang anutnya.
5.2.3. menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, ucapan terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya
Matematika5.3.1. Menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan uang
SBP5.4.1.Cirri-ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah Tuhan.
Penjas5.5.1. Perilaku hidup sehat
5.5.2. Variasi dan kombinasi gerak dasar untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan dan lari.

VI. Metode Pembelajaran
PPKnCeramah, Tanya jawab,Demontrasi ,Penugasan
Bahasa IndonesiaCeramah , Tanya jawab, Diskusi, Penugasan
MatematikaDemontrasi , Tanya jawab, Diskusi ,Penugasan
SBPCeramah , Tanya jawab, Penugasan
PenjasCeramah ,Demontrasi ,Tanya jawab,Penugasan
VII. Alokasi Waktu
7.1. PPKn : 6 x 35 menit
7.2. Bahasa Indonesia : 10 x 35 menit
7.3. Matematika : 6 x 35 menit
7.4. Seni Budaya dan Prakarya : 6 x 35 menit
7.5. Penjas orkes : 4 x 35 menit
VIII. Langkah-Langkah Pembelajaran
PPKnA. Kegiatan Awal
  1. Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  2. Tanya jawab tentang keragaman beragama, bahasa, budaya dan suku yang ada dilingkungan
  3. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  4. Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
B. Kegiatan Inti
B.1. Ekplorasi
  1. Peserta didik mencari informasi tentang keragaman beragam bahasa, budaya dan suku yang ada dilingkungannya.
  2. Untuk mengetahui peserta didik, guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan keragaman beragam bahasa, budaya dan suku yang ada dilingkungannya.
  3. Guru memfasilitasi peserta didik untuk memecahkan berbagai masalah dan memberikan informasi agar bereksplorasi lebih jauh tentang keragaman beragama bahasa, budaya dan suku yang ada dilingkungannya.
B.2. Elaborasi
  1. Peserta didik membaca dan menyimak keragaman beragama
  2. Peserta didik mencatat hal-hal penting tentang materi
  3. Guru menyebutkan keragaman beragama yang ada dilingkungannya
  4. Peserta didik memahami arti keragaman beragama
  5. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang belum jelas
  6. Membahas pertanyaan tersebut secara umum dengan jawaban secara menyeluruh
  7. Guru menugaskan seorang peserta didik mempraktekan tentang keragaman beragama yang ada dilingkungannya
B.3. Konfirmasi
  1. Guru memberikan kata-kata pujian kepada peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran
  2. Dengan bimbingan guru, peserta didik merefleksikan kegiatan pembelajaran
  3. Guru memfasilitasi peserta didik memperoleh pengalaman bermakna tentang keragaman beragama
  4. Guru memovasi peserta didik yang kurang atau belum berpartisifasi aktif
C. Kegiatan penutup
  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik
Bahasa IndonesiaA. Kegiatan Awal
  1. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  2. Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
B. Kegiatan Inti
B.1. Ekplorasi
  1. Peserta didik memberi contoh melafalkan do’a
  2. Untuk mengetahui pengetahuan peserta didik, guru memberikan contoh cara berdo’a yang baik
  3. Guru memberi informasi cara mengucapkan selamat, terimakasih atau permohonan maaf

B.2. Elaborasi
  1. Peserta didik mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik.
  2. Peserta didik dapat melafalkan doa.
  3. Guru memberikan kata-kata pujian kedapa peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran.
B.3. Konfirmasi
  1. Guru memberikan kata-kata pujian kepada peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran
  2. Dengan bimbingan guru, peserta didik merefleksikan kegiatan pembelajaran

C. Kegiatan penutup
  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik
MatematikaA. Kegiatan Awal
  1. Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  2. Tanya jawab tentang uang
  3. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  4. Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
B. Kegiatan Inti
B.1. Ekplorasi
  1. Peserta didik dapat menyebutkan jumlah besarnya uang untuk berbelanja
  2. Guru memberi contoh cara menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan uang
B.2. Elaborasi
  1. Peserta didik mengamati beberapa contoh nilai uang
  2. Peserta didik menyebutkan jumlah besarnya uang untuk berbelanja
  3. Peserta didik memahami cara penggunaan uang
  4. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang uang
  5. Guru membahas pertanyaan tersebut secara umum dengan jawaban menyeluruh
  6. Peserta didik menyelesaikan operasi hitung yang melibatkan uang
B.3. Konfirmasi
  1. Guru memberikan kata-kata pujian kepada peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran
  2. Dengan bimbingan guru, peserta didik merefleksikan kegiatan pembelajaran
  3. Guru memfasilitasi peserta didik memperoleh pengalaman tentang uang
  4. Guru memotifasi peserta didik yang kurang atau yang belum aktif.

C. Kegiatan penutup
  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik
SBPA. Kegiatan Awal
  1. Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  2. Tanya jawab tentang karya seni dan karya kreatif
  3. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  4. Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
B. Kegiatan Inti
B.1. Ekplorasi
  1. Peserta didik dapat menjelaskan keunikan karya seni dan karya kreatif berbagai daerah
  2. Guru memberi contoh cara membuat karya seni
B.2. Elaborasi
  1. Peserta didik mengamati beberapa contoh karya seni dan kreatif dari berbagai daerah
  2. Guru memberikan contoh cara membuat karya seni
B.3. Konfirmasi
  1. Guru memberikan kata-kata pujian kepada peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran
  2. Guru memotifasi peserta didik yang kurang atau yang belum aktif.
C. Kegiatan penutup
  1. Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik
PenjasA. Kegiatan Awal
  1. Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan
B. Kegiatan Inti
B.1. Ekplorasi
  1. Peserta didik dapat melakukan aktifitas fisik
  2. Guru menerapkan perilaku hidup sehat
B.2. Elaborasi
  1. Peserta didik melakukan aktifitas fisik secara teratur
  2. Guru menerapkan perilaku hidup sehat di sekolah
B.3. Konfirmasi
  1. Guru memberikan pujian kepada peserta didik atas keaktifannya dalam proses pembelajaran
  2. Guru memotivasi peserta didik yang kurang atau yang belum aktif.
C. Kegiatan penutup
  1. Guru memberikan pengarahan kepada peserta didik cara melakukan aktivitas fisik
  2. Guru memotivasi peserta didik untuk hidup sehat.
  3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik
IX. Alat dan sumber belajar
MapelAlatSumber
PPKnMacam-macam gambar tempat ibadah
Macam-macam gambar rumah adat
Macam-macam gambar baju adat/pakaian adat
Macam-macam gambar senjata adat
Buku sumber yang relevan
Bahasa IndonesiaBuku-buku do’a yang relevan
Macam-macam slogan kalimat sapa
Buku sumber yang relevan
MatematikaMacam-macam uangBuku sumber yang relevan
SBPContoh hasil karya seni/karya kreatif berbagai daerahBuku sumber yang relevan
PenjasAlat-alat kebersihanBuku sumber yang relevan
X. Evaluasi/penilaian
MapelSoal
PPKn1. Sebutkan lima agama yang ada di Indonesia!
2. Apa nama tempat ibadah agama Islam?
3. Sebutkan tiga suku daerah yang ada di Indonesia!
4. Sebutkan dua macam kesenian yang ada di Jawa Barat!
5. Apa nama bahasa yang umumnya dipakai di daerahmu!
Bahasa Indonesia
1. Buat kalimat yang sesuai dengan gambar di bawah ini !
2. Buatlah kalimat ucapan terimakasih yang sesuai dengan gambar di bawah ini !
3. Buat kalimat permohonan maaf yang sesuai dengan gambar di bawah ini !
Matematika1. Berapa jumlah nilai uang yang ada pada gambar di bawah ini !
2. Berapa jumlah harga barang yang ada pada gambar !
3. Tentukan uang kembalian dari soal berikut !
SBP1. Apa yang dimaksud dengan karya kerajinan?
2. Di daerah mana kerajinan bambu banyak dibuat?
3. Apa jenis kerajinan yang ada di daerahmu?
4. Apa keunikan kerajinan yang ada di daerahmu? Jelaskan!
5. Terbuat dari apa kerajinan gerabah?
Penjas1. Apa yang harus kita lakukan agar badan kita selalu sehat?
2. Berikan salah satu contoh perilaku hidup sehat di sekolah?
3. Sebutkan kombinasi gerak dasar lari!
4. Sebutkan kombinasi gerak dasar jalan!

Mengetahui :
Kepala Sekolah





(.......................................)
NIP. 999999999999999999


Purwokerto,.................................
Guru Kelas IV




(..................................)
NIP. XXXXXXXXXXXXX

Metode Tematik Integratif

visibilityView Article
Metode Tematik Integratif. Kurikulum 2013 SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pada kurikulum KTSP pembelajaran tematik hanya diterapkan pada kelas I sampai dengan kelas III, sedangkan kelas IV sampai dengan kelas VI masih menggunakan pendekatan mata pelajaran. Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Metode Tematik Integratif
Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia.

Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya. Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak.

Dalam metode tematik integratif, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, melainkan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Metode ini sudah diterapkan di banyak sekolah. Karena dinilai berhasil, pemerintah lalu mengadopsi dan berencana menerapkan metode ini secara nasional. Pada kurikulum baru SD masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru yang menentukan atau memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.

Satu tema yang dipilih oleh guru dapat diintegrasikan pada enam mata pelajaran wajib yang ditentukan yaitu Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kurikulum baru SD ini menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. Elemen perubahan kurikulum untuk jenjang SD secara umum adalah holistik integratif berfokus pada alam, sosial, dan budaya

Dengan adanya perubahan pendekatan pembelajaran pada kurikulum 2013, maka ada penambahan sebanyak empat jam pelajaran per minggu. Metode tematik integratif membuat siswa harus aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan. Untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sedangkan untuk kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

Ciri-ciri Pembelajaran Tematik
Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar, pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut (Depdiknas, 2006):
  1. Berpusat pada siswa, Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahankemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.
  2. Memberikan pengalaman langsung, Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
  3. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas, Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.
  4. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran, Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Bersifat fleksibel, Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.
  6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan yaitu
  1. Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan. Pembelajaran yang dilakukan perlu dikemas dalam suatu format keterkaitan, maksudnya pembahasan suatu topik dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi siswa atau ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah yang nyata dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan topik yang dibahas.
  2. Bentuk belajar harus dirancang agar siswa bekerja secara sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang riil sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan pembelajaran tematik siswa didorong untuk mampu menemukan tema-tema yang benar-benar sesuai dengan kondisi siswa, bahkan dialami siswa.
  3. Efisiensi, Pembelajaran tematik memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode, penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat

Standar Penilaian Pendidikan

visibilityView Article
Standar Penilaian Pendidikan. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut.
  1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
  2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
  4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.
  5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
  11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.

Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
  1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standardan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
  2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
  3. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
  4. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
  5. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
  6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.
Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian

1. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

2. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
  • Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
  • Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
  • Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
  • Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
  • Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
  • Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
  • Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
  • Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
  • Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
  • Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:
  • substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
  • konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan
  • penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Mekanisme dan Prosedur Penilaian
1. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, Pemerintah dan/atau lembaga mandiri.

2. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian otentik, penilaian diri, penilaian projek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional.
  • Penilaian otentik dilakukan oleh guru secara berkelanjutan.
  • Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.
  • Penilaian projek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema pelajaran.
  • Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan.
  • Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
  • Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5), dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat kompetensi pada akhir kelas VI (tingkat 3), kelas IX (tingkat 4A), dan kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.
  • Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survei oleh Pemerintah pada akhir kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5).
  • Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
  • iUjian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. Perencanaan ulangan harian dan pemberian projek oleh pendidik sesuai dengan silabus dan dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

4. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:
  • menyusun kisi-kisi ujian;
  • mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;
  • melaksanakan ujian;
  • mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik; dan
  • melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

5. Ujian nasional dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS).

6. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.

7. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah.

Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian

1. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pendidik
Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
  • Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.
  • Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.
  • Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema tersebut.
  • Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.
  • Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk: 1) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu. 2) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
  • Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan.
  • Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru kelas.
2. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Satuan Pendidikan

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan peserta didik yang meliputi kegiatan sebagai berikut:
  • menentukan kriteria minimal pencapaian Tingkat Kompetensi dengan mengacu pada indikator Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;
  • mengoordinasikan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, dan ujian akhir sekolah/madrasah;
  • menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah;
  • menentukan kriteria kenaikan kelas;
  • melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;
  • melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait;
  • melaporkan hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan dinas pendidikan.
  • menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria: 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; 2) mencapai tingkat Kompetensi yang dipersyaratkan, dengan ketentuan kompetensi sikap (spiritual dan sosial) termasuk kategori baik dan kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal sama dengan KKM yang telah ditetapkan; 3) lulus ujian akhir sekolah/madrasah; dan 4) lulus Ujian Nasional.
  • menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik bagi satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional; dan
  • menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang telah terakreditasi.

3. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pemerintah
Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui Ujian Nasional dan ujian mutu Tingkat Kompetensi, dengan memperhatikan hal-hal berikut.

a. Ujian Nasional
1) Penilaian hasil belajar dalam bentuk UN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil.

2) Hasil UN digunakan untuk:
  • salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan;
  • salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya;
  • pemetaan mutu; dan
  • pembinaan dan pemberian bantuan untuk peningkatan mutu.

3) Dalam rangka standarisasi UN diperlukan acuan berupa kisi-kisi bersifat nasional yang dikembangkan oleh Pemerintah, sedangkan soalnya disusun oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dengan komposisi tertentu yang ditentukan oleh Pemerintah.

4) Sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, kriteria kelulusan UN ditetapkan setiap tahun oleh Pemerintah.

5) Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap UN dan menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.

b. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi

1) Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan oleh Pemerintah pada seluruh satuan pendidikan yang bertujuan untuk pemetaan dan penjaminan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan.

2) Ujian mutu Tingkat Kompetensi dilakukan sebelum peserta didik menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran.

3) Instrumen, pelaksanaan, dan pelaporan ujian mutu Tingkat Kompetensi mampu memberikan hasil yang komprehensif sebagaimana hasil studi lain dalam skala internasional.