Tampilkan posting dengan label IPA. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label IPA. Tampilkan semua posting

Alat Pernapasan Beberapa Jenis Hewan

Alat Pernapasan Beberapa Jenis Hewan
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Pernapasan pada hewan pada dasarnya pernapasan pada hewan sama dengan pernapasan pada manusia, Oksigen yang di gunakan sebagai proses oksidasi yang menghasilkan energi dan mengeluarkan CO2 serta Uap Air yang merupakan zat-zat sisa dari proses pernapasan. Berikut ini pernapasan pada beberapa hewan

1. Alat Pernapasan Pada Burung
Saluran pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan kantong udara. Kantong udara ini berhubungan dengan paru-paru. Umumnya, kantong udara pada burung berjumlah sembilan buah, yaitu dua buah kantong udara di leher, sebuah kantong udara antartulang selangka, dua buah kantong udara dada depan, dua buah kantong udara dada belakang, dan dua buah kantong udara perut.

Kantong udara berfungsi untuk membantu burung bernapas saat terbang, membantu membesarkan ruang siring sehingga dapat memperbesar dan memperkeras suara, menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh sehingga tidak kedinginan, dan membantu mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu besar.
pundi pundi burung
Trakea bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantung udara. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli tetapi diganti dengan pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang berdampingan dengan kapiler darah.

Pada bagian bawah trakea, yaitu pada percabangan tenggorokan, terdapat alat suara atau siring. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi bila dilewati udara.

2. Alat Pernapasan Reptil
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.
Kura kura
Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahan - belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.

3. Pernapasan Pada Ikan
Ikan bernapas menggunakan insang yang tersusun atas empat pasang lengkung insang. Masing-masing lengkung memiliki dua baris filamen yang tersusun atas lempengan pipih disebut dengan lamela. Lamela meningkatkan luas permukaan respirasi yang tersusun atas membran tipis dan banyak mengandung jaringan kapiler pembuluh darah tepat dibawahnya.
ikan
Sebagian besar ikan memiliki insang internal, karena ditutupi oleh operkulum sehingga tak tampak dari luar. Semua jenis ikan bertulang keras (ikan mas, gurame, dll) memiliki operkulum. Sedang beberapa ikan memiliki tipe insang eksternal karena tidak memiliki penutup insang (operkulum) sehingga celah insangnya tampak dari luar, seperti pda hiu, pari.

Ikan memiliki gelembung renang yang   berguna sebagai penyimpan oksigen dan pengatur gerak naik turun. Bagi ikan yang hidup ditempat yang kurang air (lumpur) mempunyai lipatan - lipatan insang disebut labirin. Labirin dapat menyimpan cadangan oksigen.

4. Pernapasan pada Serangga
Organ pernapasan serangga adalah saluran-saluran udara yang disebut trakea.Trakea merupakan saluran masuk udara dari luar tubuh yang lubangnya (spirakel) terdapat pada bagian bawah abdomen/ perut. Trakea akan membentuk percabangan yang disebut trakeola yang akan menjangkau hampir setiap sel-sel tubuhnya.

Di ujung trakeola inilah akan terjadi pertukaran O2 dari luar tubuh dengan CO2 yang berasal dari dalam tubuh. Ujung trakeola memiliki semacam cairan yang akan membuat trakeola selalu basah agar proses difusi O2 dapat berjalan lancar Jalannya pernapasan pada serangga adalah sebagai berikut.
  1. Udara bersih masuk tubuh serangga melalui spirakel
  2. Udara mengalir melalui trakea
  3. Udara kemudian mengalir menuju trakeola
  4. Terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida pada trakeola
  5. Udara kotor yang mengandung karbondioksida keluar tubuh dengan melewati trakeola dan trakea.
serangga
Tidak hanya serangga yang hidup di darat bernapas dengan bantuan sistem trakea, serangga yang hidup di air juga memiliki sistem trakea dan beberapa alat bantu pernafasan lain. Beberapa serangga seperti larva nyamuk yang hidup di air, mendapatkan oksigen dari permukaan air melalui tabung pernapasan yang terhubung dengan rongga sistem trakea. Serangga yang dapat masuk dan bertahan di air dalam waktu yang cukup lama, memiliki gelembung udara yang memungkinkan serangga bernapas di dalam air.

5. Pernapasan pada Amphibi
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam air. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru, dan kulit.

Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup, sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.

Pernapasan dengan kulit dilakukan secara difusi. Pernapasan dengan kulit berlangsung secara efektif baik di air maupun di darat. Oksigen (O2) yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit paru-paru (vena pulmo kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida (CO2) dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di kulit.
katak
Katak juga bernapas dengan paru-paru, tetapi belum sebaik paru-paru Mammalia. Paru paru katak berupa sepasang kantung tipis yang elastis sehingga udara pernapasan dapat berdifusi, dan dindingnya banyak dikelilingi kapiler darah. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Pernapasan pada katak meliputi proses inspirasi dan ekspirasi yang berlangsung pada saat mulut dalam keadaan tertutup. Mekanisme pernapasan ini diatur oleh otot-otot pernapasan, yaitu: otot rahang bawah (submandibularis), sternohioideus, geniohioideus, dan otot perut.

6. Pernapasan Pada Cacing
Cacing tanah bernapas melalui permukaan kulitnya. Di permukaan kulit cacing tanah terdapat banyak sekali pembuluh darah, dan menghasilkan lendir. Kondisi kulit yang selalu lembab inilah yang membuat proses penyerapan oksigen berlangsung dengan lebih baik. Oksigen yang diserap melalui kulit akan langsung diikat oleh hemoglobin  yang terkandung dalam darah cacing untuk diedarkan ke seluruh tubuhnya.
cacing
Gas hasil respirasi yaitu karbondioksida dikeluarkan kembali juga melalui permukaan kulit. Nah, karena respirasi cacing dilakukan melalui permukaan kulitnya ( integument ), maka respirasi cacing disebut respirasi integumenter.

7. Pernapasan pada Mamalia
Organ pernapasan pada mamalia sama dengan organ pernapasan pada manusia. Alat pernapasan mamalia terdiri atas rongga hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Pada waktu bernapas, udara masuk melewati rongga hidung. Dari rongga hidung udara masuk ke trakhea , dan selanjutnya ke paru-paru. Udara yang kaya oksigen akan diikat darah dalam alveolus

Alveolus juga melepaskan gas karbon dioksida sisa pernapasan. Mamalia juga ada yang hidup di air, misalnya ikan paus. Ikan paus bernapas dengan paru-paru. Ikan paus sering muncul ke permukaan air. Ikan paus muncul ke permukaan air untuk menghirup dan mengembuskan udara. Embusan udara biasanya disertai dengan semburan uap air. Uap air tertimbun di dalam paruparunya selama menyelam di dalam air

Gaya dan Gerak Pada Beberapa Alat

Gaya dan Gerak Pada Beberapa Alat
Gaya dapat berupa tarikan atau dorongan. Gaya menyebabkan benda bergerak, berhenti bergerak, berubah arah, dan berubah bentuk. Kekuatan gaya yang diberikan berpengaruh terhadap gerak yang terjadi. Semakin besar gaya yang diberikan semakin cepat gerak yang terjadi, semakin kecil gaya yang diberikan semakin lambat gerakannya. Besar kecilnya gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. Satuan gaya adalah kilogram force (kgf), newton, dan dyne. Hubungan
antara ketiga satuan tersebut adalah 1 kgf = 9,8 newton = 10⁵ dyne.

Gaya adalah suatu kekuatan tarikan atau dorongan yang menyebabkan benda bergerak, berubah bentuk atau berubah arah. Hampir dalam setiap hari kita banyak menggunakan kegiatan yang berkaitan dengan gaya dan gerak. Gaya ini dapat menimbulkan perubahan gerak. Misalnya meja yang didorong akan bergerak karena adanya gaya dorong. Jadi gaya dapat mempengaruhi gerak suatu benda yang awalnya diam. Gaya dapat mempengaruhi suatu benda yang menyebabkan :
  1. Benda diam menjadi bergerak. Benda diam menjadi bergerak, karena benda yang semua diam bila digerakkan akan bergerak. Contohnya : mendorong mobil yang mogok, mendorong meja, menendang bola dll.
  2. Benda bergerak menjadi diam. Benda bergerak menjadi diam, karena benda yang sewaktu bergerak dan tiba – tiba dihentikan sehingga benda tersebut menjadi diam. Contohnya : mengerem sepeda sehingga menjadi lambat dan berhenti.
  3. Perubahan bentuk benda. Perubahan bentuk benda, karena benda yang berubah bentuk akibat terjadi sesuatu. Contohnya : saat kita menggunakan lilin, setelah meleleh akan berubah bentuknya.
  4. Perubahan arah gerak benda. Contohnya : pada saat kita menyundul bola, bola akan berubah arah.

Contoh Gerak Benda Karena Adanya Gaya
1. Ketapel
Katepel digunakan dengan untuk melempar batu. Katapel ini terbuat dari kayu dengan 2 karet lalu diikat pada kedua sisinya. Cara menggunakannya pun cukup mudah hanya dengan ambil kerikil lalu pasang kerikil pada karet dan tarik lalu lepas. Makin kuat nariknya maka makin jauh kerikil akan terlempar. Tapi menggunakannya harus hati – hati. Pada saat kita menarik karet berarti kita memberikan gaya pada karet.

Membuat Ketapel
Alat dan bahan:
  1. Ranting kayu berbentuk Y
  2. Karet pentil
  3. Kulit (bekas sepatu kulit)
  4. Tali pengikat
  5. Gunting
  6. Pisau
Cara kerja
Membuat Ketapel
  1. Bersihkan ranting kayu bercabang dengan pisau. Kupaslah kulit luarnya.
  2. Ikatlah kedua ujung cabang kayu dengan karet pentil. Jangan lupa ikatlah yang kuat.
  3. Sambungkan ujung karet lainnya dengan kulit. Ikatlah sambungan itu kuat-kuat. Ketapel siap dicoba dan digunakan.
Cara menggunakan
  1. Peganglah kayu bercabang dengan tangan kanan, dan peganglah bagian kulit dengan tangan kiri. Sebelumnya masukkan terlebih dahulu pelurunya. Sebagai pelurunya dapat menggunakan kerikil atau tanah liat kering.
  2. Tariklah karet dan arahkan ke sasaran.
  3. Lepaskan tarikanmu, maka peluru akan melesat cepat ke arah sasaran

Alat yang digunakan:
  1. katepel
  2. kerikil

Langkah kegiatan:
  1. Secara berkelompok, pergilah ke lapangan yang luas.
  2. Isi katepel dengan kerikil dan rentangkan dengan panjang rentangan 20 cm ketika karet mulai meregang.
  3. Lontarkan kerikil, suruhlah temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  4. Isi kembali katepel dengan kerikil, rentangkan dengan jarak rentangan 30 cm dari awal rentangan karet.
  5. Lontarkan kerikil, suruhlah kembali temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  6. Lakukanlah kegiatan tadi secara berulang-ulang dengan panjang rentangan lebih panjang.
  7. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut? Ternyata, semakin panjang rentangan, semakin jauh krikil jatuh, jadi, semakin kuat tarikan, semakin besar gaya yang dikeluarkan.
Besarnya gaya ditentukan oleh kuatnya tarikan atau dorongan. Besar gaya dapat diukur oleh alat yang dinamakan dinamometer. Gaya yang terjadi pada katepel adalah gaya pegas atau gaya elastis.

2. Jungkat Jungkit
Gaya pada jungkat-jungkit letaknya bergantian, adakalanya memberikan gaya, lawannya menerima pengaruh dan gaya bergerak naik. Jungkat-jungkit termasuk pesawat sederhana jenis pengungkit. Jungkat – jungkit memiliki 3 bagian yaitu titik tumpu, kuasa dan beban. Titik tumpu terletak di bagian tengah. Beban terletak disalah satu ujung. Dan ujung yang lainnya disebut kuasa. Jungkat – jungkit ini dapat mengangkat beban menggunakan gaya (kuasa) yang lebih kecil dari berat bendanya. Jungkat- jungkit ini dapat bergerak jika kaki bersentuhan dengan tanah.

Membuat Model Jungkat Jungkit
Alat dan Bahan
  1. Styrofoam
  2. Lidi sepanjang 7 cm
  3. Sedotan sepanjang 4 cm
  4. Penggaris sepanjang 30 cm
  5. Double tape
Langkah Kerja.
Jungkat Jungkit
  1. Buatlah dua buah balok dari styrofoam dengan ukuran 5 x 5 x 7 cm.
  2. Masukan lidi ke dalam sedotan (lidi harus cukup kuat menopang beban). Tusukan masing-masing ujung lidi ke salah satu sisi balok styrofoam
  3. Rekatkan bagian tengah penggaris pada sedotan. Lidi dalam sedotan berfungsi sebagai penumpu.
  4. Model jungkat-jungkit sudah selesai. Ujialah jungkat-jungkit dengan memberi beban pada kedua ujung jungkat-jungkit, misalnya dengan penghapus. Jika jungkat-jungkit dapat bergerak berarti model jungkat jungkit sudah benar.

3. Traktor Pegas
Traktor pegas adalah traktor yang jika bergerak menggunakan gaya pegas. Traktor pegas ini sama halnya dengan katapel. Traktor bergerak karena adanya gaya pegas. Pada saat roda diputar ke belakang, karet akan menggulung pada bilah bambu. Sehingga karet menjadi kencang. Gaya pegas ini dapat menggerakkan traktor bergerak maju.

Membuat Traktor Pegas
Alat dan Bahan:
  1. Tutup wadah sabun
  2. Bilah bambu 2 buah
  3. Plester
  4. Karet gelang
  5. Sandal jepit bekas
  6. Penggaris
  7. Gunting
  8. Paku besi berukuran sedang
  9. Penjepit
  10. Lampu spiritus
  11. Korek api

Cara Kerja:
Traktor pegas
  1. Buatlah empat roda dari sandal jepit. Setiap roda berdiameter 3 cm.
  2. Panaskan paku besi. Gunakan penjepit untuk memegang paku. Berhati-hatilah saat menggunakan api dan benda panas.
  3. Dalam keadaan panas, gunakan paku untuk melubangi tutup wadah sabun. Buat dua lubang sejajar pada sisi kanan tutup wadah sabun. Lakukan hal yang sama pada sisi kirinya. Lubang di sisi kanan sejajar dengan sisi kiri. Perhatikan gambar (a).
  4. Tusukkan bilah bambu pada lubang hingga tembus pada kedua sisi. Perhatikan gambar (b).
  5. Pasangkan roda pada setiap ujung bilah bambu. Bagian beroda menjadi bagian bawah.
  6. Lubangi bagian atas tutup wadah sabun. Lubang dibuat dekat dengan roda bagian depan. Masukkan paku pada lubang tersebut. Plesterlah paku agar tidak goyah.
  7. Guntinglah karet gelang. Ikatkan salah satu ujungnya pada paku.
  8. Ikat ujung karet yang satunya pada kayu roda belakang.
  9. Ujilah traktor pegas hasil karya kalian. Caranya, putar roda ke arah belakang. Karet akan tergulung pada bilah bambu. Setelah itu, lepaskan traktor dan amati yang terjadi
Traktor dapat bergerak karena ada gaya pada karet. Saat roda diputar ke arah belakang, karet akan tergulung pada bilah bambu. Akibatnya, karet menjadi kencang. Saat traktor dilepaskan, gulungan karet juga terlepas. Traktor bergerak maju bersamaan dengan terlepasnya gulungan karet. Gaya yang bekerja pada traktor adalah gaya pegas. Karenanya, traktor tersebut biasa disebut traktor pegas. Gaya pegas yang bekerja pada traktor dapat menyebabkan traktor bergerak maju.

Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna
Daur hidup adalah suatu proses yang dialami makhluk hidup yang dimulai dari awal pertama kali organisme itu hidup dibumi lalu tumbuh dan berkembang menjadi organisme atau makhluk hidup dewasa dan berkembang biak untuk mempertahankan kelangsungan jenisnya. Pada daur hidup terjadi perubahan-perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan/perkembangan biologi yang terjadi pada diri makhluk hidup berawal dari telur hingga menjadi dewasa secara sempurna dengan mengalami perubahan pada bentuk anatomi, morfologi maupun fisiologis. Metamorfosis ada dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Tidak semua makhluk hewan bermetamorfosis, contoh beberapa hewan yang bermetamorfosis diantaranya adalah kupu-kupu, nyamuk, tawon, lalat, ngengat, semut, lebah kutu, kumbang, belalang, kecoak, capung, kepik, rayap, jangkrik dan masih banyak yang lainnya. Dari hewan-hewan yang bermetamorfosis tersebut dibagi menjadi dua jenis yaitu hewan yang mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) dan metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola).

A. Metamorfosis Tidak Sempurna
Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan pada hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan. Dikenal dengan istilah hemimetabola. metamorfosis tidak sempurna terjadi dengan tiga tahapan yaitu mulai dari telur, menetas menjadi nimfa dan tumbuh menjadi dewasa. Telur – nimfa – imago (dewasa).

Hewan yang baru menetas dari telur mempunyai bentuk sama dengan hewan yang sudah dewasa. Perubahan hanya terjadi pada bagian tubuh yang belum mengalami pertumbuhan. Sebagai contohnya belalang, belalang muda atau nimfa akan tumbuh dan pada bagian belalang yang belum tumbuh seperti sayap akan muncul dan menjadi imago / belalang dewasa.

Terdapat banyak hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya, whitefly, rayap, kutu daun, jangkrik, capung, kecoak, belalang dan juga masih banyak yang lainnya.

1. Daur Hidup Kecoak
Kecoak disebut juga lipas. Kecoak berkembang biak dengan bertelur. Telur kecoak berselubung setelah dibuahi induk jantannya. Kecoa memiliki siklus hidup atau metamorfosa yang tidak sempurna karena hanya terdapat tiga fase saja.
Daur Hidup Kecoa
  1. Telur. Fase pertama adalah telur, telur kecoa berbentuk seperti kapsul dengan ukuran yang kecil dan bewarna coklat pekat. Telur kecoa memiliki cangkang yang keras dan tidak mudah pecah dengan memiliki semacam cairan tertentu yang merekat pada tempat telur tersebut.
  2. Nimfa. Setelah telur menetas kemudian akan menjadi nimfa atau bayi kecoa. Bayi kecoa ini sangat kecil dan bewarna putih seperti kutu beras. Nimfa sudah bisa bergerak bebas dan kemudian lambat laun mengalami perubahan warna menjadi coklat. Pada fase ini kecoa masih sangat rentan dan belum memiliki sayap. 
  3. Kecoa dewasa. Setelah menjalani proses dari telur dan nimfa kemudian yang terjadi adalah kecoa menjadi kecoa muda dan berangsur menjadi dewasa yang telah memiliki sayap. Perbedaan kecoa muda dengan kecoa dewasa adalah ukurannya saja yang lebih kecil dibandingkan dengan kecoa dewasa.
2. Daur Hidup Belalang
Belalang merupakan  salah satu serangga yang terkenal sebagai hama rakus yang merugikan.  Karena belalang suka memakan daun-daunan seperti daun jati, daun padi, daun jagung, dan daun tebu. Belalang  mempunyai warna tubuh umumnya cokelat dan hijau.
daur hidup belalang
  1. Fase pertama daur hidup belalang adalah telur. Telur berasal dari belalang betina. Setelah dibuahi belalang betina akan meletakkan telurnya pada tanaman, mungkin pada batang, daun, atau pada bunga. Pada masa bertelur belalang betina mampu meletakkan ratusan butir telur.
  2. Nimfa. Tahapan selanjutnya adalah memasuki fase nimfa, yaitu menetasnya telur belalang menjadi nimfa, dengan bentuk seperti belalang dewasa tetapi berukuran kecil, belum memiliki sayap, dan alat reproduksi. Selain itu nimfa masih berwarna putih, tetapi setelah terkena pancaran sinar matahari warnanya akan berubah menjadi warna khas belalang (cokelat atau hijau).
  3. Belalang dewasa (imago). Untuk menjadi belalang dewasa dan bersayap, nimfa harus berganti kulit untuk yang terakhir setelah menjalani fase nimfa selama satu bulan. Setelah 14 hari menjadi belalang bersayap, maka akan terbentuklah belalang dewasa yang mampu bereproduksi, hal in dilakukan untuk melestarikan spesiesnya agar tidak punah.
3. Daur Hidup Rayap
Rayap merupakan serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Siklus hidup rayap  terdiri dari telur menjadi nympa kemudian dewasa.
Daur Hidup Rayap
Proses pertumbuhan rayap dari telur menuju dewasa melalui tiga tahap, yaitu: telur – nimfa (larva) – dewasa (imago).
  1. Rayap termasuk serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Rayap muda menuju dewasa mengalami pertumbuhan berulang dan pergantian kulit, fase ini disebut fase instar. Tahap pertama daur hidup rayap adalah telur. Telur akan menetas setelah berumur 8-11 hari. 
  2. Setelah menetas dari telur, nimfa akan menjadi dewasa dengan melalui beberapa instar. Nimfa-nimfa yang sedang tumbuh akan diatur menjadi anggota kasta atau golongan oleh ratu.
  3. Rayap muda (larva/nimfa) yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap akan muncul pada saat rayap dewasa (imago).
4. Daur Hidup Capung
Metamorfosis capung termasuk metamorfosis tidak sempurna, capung melewati 3 stadium saja dengan urutan telur, nimfa, dan imago.
Daur Hidup Capung
  1. Proses metamorfosis capung diawali dengan stadium telur. Telur capung dihasilkan dari proses perkawinan antara induk capung jantan dan induk capung betina. Telur yang dikandung betina kemudian akan diletakan di sekitar wilayah perairan. Peletakan telur pada daerah yang dekat dengan air bukannya tanpa alasan. Saat telur nantinya menetas, nimfa yang keluar dari cangkang telur capung tersebut hanya akan hidup jika berada di daerah perairan.
  2. Setelah telur capung menetas, nimfa keluar dari cangkang telur untuk kemudian masuk ke dalam dasar perairan yang dangkal.  Untuk bertahan hidup di air, nimfa capung bernapas dengan insang yang terdapat di ujung perutnya. Di dalam perairan, nimfa terus tumbuh dan berkembang. Ia mengalami 8 sd 12 ganti kulit (ekdisis) dengan tiap tahapan yang disebut instar.
  3. Setelah melewati fase nimfa yang panjang, metamorfosis capung dilanjutkan dengan stadium imago. Nimfa capung yang sebelumnya berada di dasar perairan secara perlahan akan merayap keluar melalui ranting dedaunan tumbuhan air. Imago keluar dengan melepaskan kulit terakhirnya dari nimfa yang disebut exuvia.
5. Daur Hidup Jangkrik
Jangkrik mengalami metamorfosis tidak sempurna. Tubuh jangkrik berbentuk pipih dan berwarna gelap hampir menyerupai tanah, sehingga seekor jangkrik hampir tidak tampak jika berada diatas tanah. Pada dasarnya, struktur tubuh beberapa jenis jangkrik sama, walaupun ukuran jangkrik dewasa sangat bervariasi.
Daur Hidup Jangkrik
  1. Proses metamorfosis jangkrik diawali dengan stadium telur. Telur jangkrik dihasilkan dari proses perkawinan antara induk jangkrik jantan dan induk jangkrik betina. Telur yang dikandung betina kemudian akan diletakan di tanah.
  2. Setelah telur jangkrik menetas, nimfa keluar dari cangkang telur. Jangkrik stadium nimfa mengalami lima kali pergantian kulit yang disebut eksdisis. Lama proses pergantian kulit tergantung pada besarnya serangga. Pergantian kulit pertama, saat serangga masih kecil, lebih cepat daripada pergantian kulit yang terakhir.
  3. Setelah melewati fase nimfa, metamorfosis jangkrik dilanjutkan dengan stadium imago. Nimfa jangkrik tumbuh menjadi besar. Pada fase dewasa jangkrik memiliki bulu lengkap.
B. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk yang terjadi pada serangga dimana larva (hewan muda) mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk ketika sudah dewasa. Biasa dikenal dengan sebutan holometabola. Biasanya cara makan bahkan habitatnya pun berbeda. Terdapat masa transisi atau titik perubahan bentuk dari larva menjadi hewan dewasanya yaitu menjadi kepompong.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna melewati empat tahap pertumbuhan dan perkembangan. Tahapannya yaitu telur – larva – pupa – imago / hewan dewasa. Contoh hewan bermetamorfosis sempurna adalah nyamuk, lalat, kupu-kupu dan masih banyak yang lain.

1. Daur Hidup Nyamuk
Daur hidup nyamuk dimulai dari telur. Telur nyamuk berada di atas air. Ketika sudah menetas, telur ini menjadi jentik-jentik (tempayak). Jentik-jentik hidup dan memperoleh makanan di air. Setelah cukup umur, jentik-jentik berubah menjadi pupa. Pupa tidak bergerak. Pupa berpindah karena gerakan aliran air.
Daur Hidup Nyamuk
Setelah beberapa waktu pupa, berubah menjadi nyamuk. Nyamuk dewasa tidak hidup di air. Ia kembali ke air saat akan bertelur. Ada nyamuk yang bertelur di air kotor dan ada yang suka bertelur di air jernih. Nyamuk merupakan salah satu jenis hewan penyebar penyakit.

2. Daur Hidup Kupu-Kupu
Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur. Telur menetas menjadi ulat. Ulat kemudian berubah menjadi kepompong. Akhirnya, kepompong yang telah cukup waktu akan berubah menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu dewasa selanjutnya akan bertelur lagi. Demikian seterusnya. Di dalam daur hidup kupu-kupu, terjadi perubahan-perubahan bentuk atau metamorfosis.
Daur Hidup Kupu Kupu
3. Daur Hidup Lalat
Siklus hidup lalat yaitu di mulai dari telur, larva, pupa dan lalat dewasa. Pada umumnya siklus hidup lalat dewasa adalah 21 hari. Dan untuk membedakan antara lalat betina dan lalat jantan cukup mudah yaitu di lihat dari ukuran tubuhnya. Untuk lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan lalat betina.

Lalat dewasa melakukan perkawinan dan akan menghasilkan telur. Dalam sekali bertelur induk betina menghasilkan telur sebanyak 75-150 telur. Telur-telur yang dihasilkan di letakkan  di tempat-tempat yang hangat  sehingga akan membantu proses penetasan , seperti diatas timbunan sampah, dan di atas makanan yang terbuka.  Dan telur-telur itu akan menetas dalam waktu 12-24 jam.
Daur Hidup Lalat
Setelah telur-telur itu menetas, maka akan memasuki stadium selanjutnya, yaitu stadium larva. Pada umumnya tempat-tempat yang di gunakan larva untuk berkembang adalah kotoran yang basah dan tumbuhan yang busuk. Selain itu larva akan mencari tempat-tempat yang lebih dingin dan kering. Dan dalam waktu 4-7 hari akan memasuki stadium pupa.

Selanjutnya adalah memasuki stadium pupa, pupa memiliki ketahanan yang tinggi dibandingkan dengan larva, hal ini disebabkan karena pupa memiliki cangkang yang berfungsi sebagai pelindung. Bentuk pupa lonjong, berwarna cokelat tua, dan panjang kurang lebih 7 mm. biasanya pupa berada dalam tanah dalam waktu 4-5 hari dan bertahan lebih lama pada suhu yang lebih rendah.

Setelah melewati stadium pupa lalat dewasa akan keluar dari dalam pupa. Dan selanjutnya akan terbang setelah 1 jam pada suhu yang panas.

4. Daur Hidup Kepik
Kepik mengalami metamorfosis sempurna. Anak kepik yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini dikenal dengan nama nimfa. Nimfa kepik ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi imago (dewasa) tanpa melalui fase kepompong.
Daur Hidup Kepik
  1. Fase pertama daur hidup kepik adalah telur. Telur kepik berbentuk lonjong dan berwarna kuning. Telur-telur ini biasanya menetas sekitar seminggu setelah pertama kali dikeluarkan. 
  2. Larva kepik umumnya memiliki penampilan bertubuh panjang, diselubungi bulu, dan berkaki enam. Larva ini hidup dengan makan sesuai makanan induknya dan ketika mereka bertumbuh semakin besar, mereka melakukan pergantian kulit.
  3. Larva yang sudah sampai hingga ukuran tertentu kemudian akan berhenti makan dan memasuki fase kepompong pada usia dua minggu sejak pertama kali menetas. Kepompong ini biasanya menempel pada benda-benda seperti daun atau ranting dan berwarna kuning dan hitam. Kepik dewasa selanjutnya akan keluar dari kepompong setelah sekitar satu minggu. Sayap depan kepik yang baru keluar masih rapuh dan berwarna kuning pucat sehingga ia akan berdiam diri sejenak untuk mengeraskan sayapnya sebelum mulai berakivitas.
5. Metamorfosis Kumbnag
Kumbang termasuk serangga yang mengalami metamorphosis holometabola. Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.
Daur Hidup Kumbang Badak
  1. Telur dihasilkan oleh kumbang betina dan diletakkan dalam jumlah besar atau sendiri-sendiri. Dalam beberapa hari telur akan menetas dan kumbang muda lahir. Dalam beberapa kasus kumbang betina tidak menyediakan perawatan untuk kumbang muda dan mereka dibiarkan berjuang sendiri. Telur-telur kumbang tersebut pada umumnya diletakkan didekat atau pada sebuah sumber makanan larva yang sesuai.
  2. Setelah menetas dari telur larva yang berbentuk seperti cacing akan mulai makan. Sebagai larva yang tumbuh besar, dia melewati bebeberapa tahapan atau instar. Masing-masing instar akan berakhir dengan molting larva untuk mengakomodasi pertumbuhannya. Tergantung pada spesies, jumlah molt dapat berkisar dari sedikitnya 3 atau lebih banyak. 
  3. Setelah mencapai instar akhir, larva berubah menjadi tahap pupa. Tahap ini berfungsi sebagai tahap transisi dimana larva menjadi dewasa. Pupa biasanya mempunyai warna pucat.
  4. Tahap akhir dari perkembangan dicapai ketika molt pupa. Kumbang dewasa baru yang muncul adalah teneral - Exoskeleton lembut dengan warna pucat. Biasanya dibutuhkan beberapa jam sebelum tubuhnya mengeras dan warna dewasa hadir.

Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan
Bagian-bagian penting tumbuhan, antara lain, akar, batang, daun, dan bunga. Akar dibedakan menjadi dua, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah. Jenis batang bermacam-macam, antara lain, batang berkayu, batang basah, dan batang rumput.

Fungsi utama batang adalah untuk menopang tegaknya tumbuhan, pengangkut, penyimpan makanan cadangan, dan alat perkembangbiakan. Bentuk tulang daun tumbuhan bermacam-macam, antara lain,
menyirip, melengkung, menjari, menjarum, dan sejajar. Fungsi daun adalah untuk tempat proses pembuatan makanan, penguapan, dan pernapasan.

Bunga sempurna memiliki tangkai bunga, kelopak, benang sari, putik, dan mahkota. Fungsi utama bunga adalah sebagai perhiasan dan alat perkembangbiakan tumbuhan. Kegunaan tumbuhan bagi manusia, antara lain, sebagai bahan makanan, bahan peralatan rumah tangga, dan bahan obat-obatan.

A. Struktur Akar dan Fungsinya
Salah satu bagian penting tumbuhan adalah akar. Akar merupan bagian tumbuhan yang arah tumbuhnya ke dalam tanah. Umumnya akar berada di dalam tanah. Akar biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada ujungnya. Bentuk runcing memudahkan akar menembus tanah. Akar memiliki beberapa bagian utama. Bagian-bagian
tersebut adalah inti akar, rambut akar, dan tudung akar.
  1. Inti Akar. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
  2. Rambut Akar. Rambut akar atau bulubulu akar berbentuk serabut halus. Rambut akar terletak di dinding luar akar. Fungsi rambut akar adalah mencari jalan di antara butiran tanah. Hal inilah yang menyebabkan akar dapat menembus masuk ke dalam tanah. Selain itu, rambut akar juga berfungsi menyerap air dari dalam tanah.
  3. Tudung Akar. Tudung akar terletak di ujung akar. Bagian ini melindungi akar saat menembus tanah.
bagian akar
Akar dikelompokkan menjadi dua, yaitu akar serabut dan akar tunggang.
  1. Akar Serabut. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.
  2. Akar Tunggang. Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.
Fungsi Akar
Bagi tumbuhan akar memiliki beberapa kegunaan, antara lain, untuk menyerap air dan zat hara, untuk menunjang berdirinya tumbuhan, serta untuk menyimpan cadangan makanan.
  1. Menyerap air dan zat hara (mineral). Tumbuhan memerlukan air dan zat hara dengan cara menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak mengandung air.
  2. Menunjang berdirinya tumbuhan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah sehingga tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras.
  3. Sebagai alat pernapasan. Akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.
  4. Sebagai penyimpan makanan cadangan. Pada tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.
Manfaat Akar
Manusia juga sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel; sebagai bahan obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya; sebagai parfum, contohnya akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos.

B. Struktur Batang dan Fungsinya
Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Silinder pusat pada batang ini terdiri atas beberapa jaringan yaitu empulur, perikardium, dan berkas pengangkut yaitu xilem dan floem.
bagian batang
Batang tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang rumput, dan batang basah.
  1. Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti. 
  2. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput. 
  3. Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan bayam dan patah tulang.
Fungsi Batang
Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai penopang, pengangkut
air dan zat-zat makanan, penyimpan makanan cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan.
  1. Penopang. Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari).
  2. Pengangkut. Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
  3. Penyimpan. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
  4. Alat perkembangbiakan. Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang. 
C. Struktur Daun dan Fungsinya
Daun umumnya berbentuk tipis dan berwarna hijau. Warna hijau tersebut disebabkan warna klorofil yang ada pada daun. Namun, daun ada juga yang berwarna kuning, merah, atau ungu.

Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas tulang daun, helai daun, tangkai daun, dan pelepah daun. Contoh daun yang memiliki bagianbagian lengkap, antara lain daun pisang dan daun bambu.
struktur daun
Bentuk tulang daun juga bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.
  1. Menyirip. Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan. Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
  2. Melengkung. Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
  3. Menjari. Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
  4. Sejajar. Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar. Tiaptiap ujung tulang daun menyatu. Misalnya, tulang daun tebu, padi, dan semua jenis rumput-rumputan.
Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun di setiap tangkainya. Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya.

Fungsi Daun
Bagi tumbuhan, daun memiliki beberapa kegunaan. Misalnya, sebagai tempat pembuatan makanan, pernapasan, dan penguapan.
  1. Pembuatan makanan. Di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.
  2. Pernapasan. Di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara.
  3. Penguapan. Tidak semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. 
Bagi manusia, daun dapat digunakan sebagai bahan makanan, contohnya daun pepaya dan singkong; obat-obatan, contohnya daun jeruk dan jambu biji; rempah-rempah, contohnya daun salam jeruk.

D. Struktur Bunga dan Fungsinya
Bunga lengkap memiliki bagianbagian sebagai berikut.
  1. Kelopak, umumnya berwarna hijau dan berfungsi menutup bunga di saat masih kuncup.
  2. Mahkota, merupakan bagian bunga yang indah dan berwarnawarni.
  3. Benang sari dengan serbuk sari sebagai alat kelamin jantan.
  4. Putik sebagai alat kelamin betina.
  5. Dasar dan tangkai bunga sebagai tempat kedudukan bunga.
bagian bunga
Bunga yang memiliki tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, dasar bunga, dan putik disebut bunga sempurna. Jika memiliki semua bagian kecuali putik, maka disebut bunga jantan. Jika memiliki semua bagian kecuali benang sari, maka disebut bunga betina. Bunga yang memiliki benang sari dan putik disebut bunga hermafrodit

Fungsi Bunga
Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik.

Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.

Dasar dan Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Dasar dan Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup
Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, makin maju pula para ilmuwan dalam mengelompokkan makhluk hidup dan makin teliti serta terinci mengamati perbedaan-perbedaan yang dapat diungkap. Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Para ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan, baik morfologi, fisiologi, maupun anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat tali kekerabatannya.

Klasifikasi makhluk hidup pada mulanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu makhluk hidup yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Selanjutnya, pengklasifikasian itu berkembang dengan cara lain seperti berdasarkan tempat hidupnya, misalnya hewan darat dan hewan air, tumbuhan darat dan tumbuhan air, berdasarkan ukuran besar kecilnya, misalnya tumbuhan rumput-rumputan, tumbuhan pepohonan, tumbuhan perdu dan berdasarkan kegunaannya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat-obatan, dan lain-lain.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beraneka ragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang seperti perkembangan ilmu-ilmu lain. Oleh karena itu, sistem klasifikasi makhluk hidup dipelajari tersendiri dalam cabang ilmu biologi, yaitu taksonomi yang khusus membahas sistem pengelompokan makhluk hidup.

Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki;
  • Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain;
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup;
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
  1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. Jika ingin mengamati jantung dari anggota Aves, apakah Anda akan membuka seluruh jantung semua jenis burung/Aves? Tentu tidak mungkin. Bayangkan, betapa repotnya bila kita harus melakukan hal itu. Untuk itu, Anda cukup hanya mengamati jantung dari salah satu anggota Aves, misalnya burung dara.
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain. Apabila Anda mengamati hewan kelelawar, elang, dan marmot, apakah kelelawar termasuk golongan Mamalia sama seperti marmot? Jika kita amati dengan saksama, maka kelelawar memiliki kesamaan dengan marmot, yaitu termasuk hewan menyusui (Mamalia), kesamaan lainnya adalah bereproduksi dengan beranak. Walaupun kelelawar dan elang memiliki sayap untuk bisa terbang di udara, tetapi elang mempunyai perbedaan, yaitu tidak menyusui, melainkan bertelur, sehingga elang termasuk kelompok Aves (burung).

Agar pemahaman Anda tentang klasifikasi makhluk hidup lebih jelas, lakukan Kegiatan Kelompok 1 berikut!
Cara Kerja:
1. Kelompokkan data-data tanaman dan hewan tersebut berdasarkan manfaatnya.
2. Masukkan hasil pengelompokan Anda dalam tabel
KelompokPanganSandangObatHiasan/Lainnya
TanamanJagung, Padi,
Kentang, Wortel
KapasLengkuas, KunyitMelati, Salam
HewanSapi, Kerbau,
Udang, Kepiting, Ayam
Ulat SuteraUlarGajah, Harimau

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bandingkan antara ayam dan elang. Persamaan dan perbedaan apakah yang dapat kita lihat dari kedua hewan itu?
Ciri-CiriAyamElang
Persamaan
1. Berbulu
2. Mempunyai sayap
3. Jumlah kaki
4. Mempunyai paruh
5. Berkembang biak

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur
Perbedaan
1. Jenis makanan

Biji-bijian

Hewan lain
ayam dan elang
Berdasarkan pengamatan tersebut Anda akan melihat persamaan dan perbedaannya. Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.
  • Berdasarkan Persamaan. Seperti yang kita lihat pada contoh di depan, yaitu antara ayam dan elang, berdasarkan ciri-ciri yang Anda lihat, termasuk golongan apakah ayam dan elang? Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu, sayap, dan paruh.
  • Berdasarkan Perbedaan. Apabila Anda mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan  elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.
  • Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi. Seperti yang Anda lihat dan amati seperti contoh di depan, maka untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat Anda lakukan adalah mengamati dari bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila Anda hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat Anda amati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lainlain. Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila Anda mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.
  • Berdasarkan Ciri Biokimia. Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenisjenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.
  • Berdasarkan Manfaat. Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk hidup.

Mengetahui Cara Mengklasifikasikan Tumbuhan
No.Ciri-ciri yang dimilikiTumbuhan
12345678910
1.Bentuk tumbuhan
a. Perdu
b. Semak
c. Rumput-rumputan
d. Lembaran
e. Pohon

x

x
x
x


x
x
x
x

x
x

x
x

x
x

x
x


x
x
x
x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x
x

x
x
x
x
2.Bagian-bagian tumbuhan
a. Akar
b. Batang
c. Daun

Tg
Ky
Sr

Tg
Ky
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Tg
Hb
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sr

Sr
Hb
Sp
3.Bunga
a. Kelopak
b. Mahkota
c. Putik
d. Benang sari










x


x
x


















x
x
x
x

x
x
x
x
Dari semua tumbuhan yang Anda amati, apakah terdapat ciri-ciri yang sama?
  1. Padi dan jagung memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan rumput rumputan, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk majemuk
  2. Kunir, jahe, lengkuas memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan lembaran, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk sejajar, serta memiliki bagian bunga yang sempurna
  3. Mawar, melati, dan kacang tanah memiliki ciri ciri yang sama yaitu berakar tunggang,berdaun menyirip, dan memiliki bagian bagian bunga yang sempurna
  4. Paku suplir dan paku pakis memiliki ciri ciri yang sama yaitu termasuk jenis tumbuhan pohon, berakar serabut, berbatang herba, serta tidak memiliki bunga
Dari hasil pengamatan Anda, adakah tumbuhan yang diklasifikasikan dalam satu kelompok?
Berdasarkan jenis-jenis tumbuhan
  1. Jenis tumbuhan perdu, yaitu : melati dan kacang tanah
  2. Jenis tumbuhan rumput rumputan, yaitu : jagung dan padi
  3. Jenis tumbuhan lembaran,yaitu: lengkuas,jahe,dan kunir
  4. Jenis tumbuhan pohon,yaitu: paku suplir dan paku pakis
Berdasarkan persamaan ciri ciri bagian tumbuhan
  1. Akar : tumbuhan berakar serabut, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, paku pakis . Tumbuhan berakar tunggang, yaitu: mawar, melati, kacang tanah
  2. Batang : berbatang kayu, yaitu: mawar,melati, berbatang herba, yaitu : jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, paku suplir, paku pakis
  3. Daun : berdaun menyirip, yaitu : mawar, melati, kacang tanah berdaun sejajar, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas
Berdasarkan kelengkapan bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, yaitu: melati, mawar, bunga lengkuas,bunga jahe,bunga kunir,bunga kacang tanah
  2. Bunga tidak sempurna, yaitu: bunga padi,dan bunga jagung
  3. Tidak memiliki bunga, yaitu: paku suplir dan paku paku pakis
Kelompokkan semua jenis tumbuhan yang diamati sesuai dengan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki!
  1. Mawar dan melati persamaannya : berakar tunggang, berdaun menyirip, dan berbunga sempurna perbedaannya: mawar tumbuhan semak sedangkan melati tumbuhan perdu
  2. Jagung dan paku pakis persamaannya : berakar serabut dan berbatang herba perbedaannya : padi berdaun sejajar sedangkan paku pakis berdaun menyirip
  3. Jagung dan jahe persamaannya: berakar serabut, berdaun sejajar,berbatang herba perbedaannya : jagung berbunga tidak sempurna sedangkan jahe berbunga sempurna
  4. Kacang tanah dan lengkuas persamaannya : berbatang herba dan berbunga sempurna perbedaannya : kacang tanah berakar tunggang, jenis tumbuhan perdu sedangkan lengkuas berakar serabut dan jenis tumbuhan lembaran
  5. Kunir dan paku suplir persamaannya: berakar serabut dan berdaun herba perbedaannya: kunir berbunga sempurna sedangkan paku suplir tidak memiliki bunga
Sebutkan hasil pengelompokan Anda disertai penjelasan yang tepat!
Jenis jenis tumbuhan
  1. Tumbuhan Semak. Yang termasuk jenis tumbuhan semak adalah mawar, karena mawar merupakan tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter dan mawar dapat merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter
  2. Tumbuhan Perdu. Perdu adalah suatu kategori tumbuhan berkayu yang dibedakan dengan pohon karena cabangnya yang banyak dan tingginya yang lebih rendah, biasanya kurang dari 5-6
  3. meter. Yang termasuk tumbuhan perdu adalah melati dan kacang tanah
  4. Tumbuhan rumput rumputan. Yang termasuk jenis tumbuhan rumput rumputan adalah jagung dan padi. Karena tumbuh di daerah  rumput rumputan (sawah)
  5. Tumbuhan Lembaran. Yang termasuk tumbuhan lembaran adalah lengkuas, kunir,dan jahe. Karena batang tumbuhan tersebut terdiri dari lembaran lembaran daunnya.
  6. Tumbuhan pohon. Yang termasuk jenis tumbuhan pohon adalah paku suplir dan paku pakis. 

Bagian Bagian Tumbuhan
  1. Akar. Yang termasuk tumbuhan berakar serabut adalah jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis. Disebut berakar serabut karena biji berkeping satu (monokotil) Akar tunggang. Yang termasuk tumbuhan berakar tunggang adalah mawar, melati, dan kacang tanah. Karena memiliki biji berkeping dua (dikotil)
  2. Batang. Batang herba merupakan batang lunak, berwarna hijau (karena terdapat klorofil). Yang termasuk tumbuhan berbatang herba adalah jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis Batang berkayu merpakan batang yang keras berupa kayu. Contohnya: mawar, melati.
  3. Daun Daun menyirip, berbentuk seperti susunan sirip ikan Contoh: mawar, melati, dan kacang tanah Daun sejajar, berbentuk seperti garis garis lurus yang sejajar Daun berbentuk bulat contohnya paku suplir

Bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, adalah bunga yang memiliki semua bagian bunga yang meliputi mahkota, kelopak, putik, dan benang sari. Contoh: bunga yang terdapat pada tumbuhan mawar, melati, kunir, jahe, lengkuas, kacang tanah.
  2. Bunga tidak sempurna. Contoh : bunga padi tidak memiliki mahkota dan kelopak, dan bunga jagung tidak memiliki mahkota

Kesimpulan apakah yang Anda peroleh dari kegiatan ini?
Dari hasil pengamatan yang telah di lakukan, dapat di tarik kesimpulan bahwa suatu pengelompokan (klasifikasi) makhluk hidup menjadi golongan tertentu harus di dasarkan pada persamaan ciri ciri yang di miliki, sehingga dapat membedakan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Semakin banyak persamaan yang di miliki, maka semakin erat hubungan kekerabatan makhluk hidup tersebut. Sehingga kita dapat mudah mengenal, membandingkan, serta mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Kita mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan persamaan, perbedaan, ataupun dari ciri ciri morfologi makhluk hidup tersebut.

Susunan dan Lapisan Atmosfer

Susunan dan Lapisan Atmosfer
Istilah atmosfer berasal dari bahasa Yunani atmos yangberarti uap dari sphaira berarti lapisan. Secara umum,pengertian atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi.Lapisan gas ini tetap berada di tempatnya karena pengaruh gayagravitasi bumi.Secara fisik atmosfer dapat dirasakan dan dapat diperkirakan keberadaannya. Ketika kamu berdiri di pantai atau dilapangan terbuka, akan terasa sekali terpaan angin yangmerupakan bagian dari atmosfer. Atmosfer mempunyaibeberapa sifat, antara lain sebagai berikut.
  • Tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan kecualidalam bentuk angin.
  • Dinamis dan elastis sehingga dapat mengembang danmengerut.
  • Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
  • Mempunyai berat sehingga dapat menimbulkan tekanan.

Susunan Atmosfer
Gas-gas yang membentuk atmosfer sering kita sebut udara,terdiri atas unsur-unsur gas dan senyawa kimia. Gas yangmembentuk udara di atmosfer dapat dibagi menjadi duakelompok, yaitu gas yang jumlahnya permanen (gas konstan)dan gas yang jumlahnya berubah (gas variabel).

a. Gas di atmosfer yang jumlahnya tetap atau permanen yaitunitrogen, oksigen, hidrogen, helium, dan beberapa jenis gasyang keberadaannya di atmosfer sedikit seperti argon, neon,krypton, dan xenon. Gas-gas ini mempunyai proporsi relatifkonstan permukaan bumi sampai ketinggian kira-kira25 km.

Di antara gas-gas tersebut, oksigen memegang perananpenting bagi kehidupan. Salah satunya mengubah makananmenjadi energi hidup. Oksigen dapat bersenyawa denganunsur-unsur kimia lain, juga diperlukan untuk pembakaran.Nitrogen terdapat di udara dalam jumlah paling banyak yaitumeliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung bersenyawadengan elemen-elemen lain, tetapi pada hakikatnya nitrogenpenting bagi kehidupan karena merupakan bagian darisenyawa organis.

Helium dan hidrogen sangat jarang di udara kecuali padaelevasi (ketinggian) yang tinggi. Gas-gas ini merupakan gasyang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balonmeteorologi.
Neon, argon, xenon, dan krypton disebut gas mulia (inertgases), karena tidak mudah bersenyawa dengan elemen lain.Manfaat gas antara lain neon digunakan untuk reklame ataulampu penerang dan argon dipakai dalam bola lampu listrik.

b. Gas yang jumlahnya berubah terdiri atas uap air, karbondioksida, dan ozon. Ketiga gas ini penting dalam prosespertukaran panas oleh penyinaran antara atmosfer, matahari,bumi dan antara bagian-bagian di atmosfer sendiri.Meskipun nitrogen dan oksigen keduanya meliputi jumlah99% volume udara, tetapi kedua gas ini sangat pasif terhadapproses-proses meteorologi. Gas-gas yang penting di dalamproses meteorologi antara lain sebagai berikut.
  • Uap air (H2O), gas ini dapat berubah wujud dari fase gasmenjadi fase cair dan padat.
  • Karbon dioksida (CO2), gas ini dapat menjadi inti-intikondensasi yang mempercepat proses pembentukannya.
  • Ozon (O3), gas ini terdapat terutama pada ketinggian20–30 km. Ozon penting karena menyerap sinar ultraviolet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagimanusia.

Lapisan Atmosfer
Menurut perubahan suhu dan ketinggiannya, atmosfer dapat dikelompokkan menjadi empat lapisan, yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer (ionosfer).

a. Troposfer
Beberapa ciri lapisan ini adalah sebagai berikut.
  • Lapisan ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan di bumi. Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca seperti angin, hujan, awan, dan halilintar. Lapisan troposfer merupakan satu-satunya lapisan atmosfer yang mengandung uap air.
  • Temperatur troposfer relatif tidak konstan, makin tinggi dari permukaan bumi, suhunya makin rendah.
  • Ketebalan dan ketinggian lapisan ini berbeda-beda di setiap bagian bumi. Di daerah kutub ketinggiannya ±8 km dengan suhu ±-46° C, di daerah sedang ketebalannya ±11 km dengan suhu ± -50° C, dan di daerah khatulistiwa ketinggiannya ±16 km dengan suhu ± -30° C. Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer antara di bagian kutub dan khatulistiwa diakibatkan karena adanya pengaruh rotasi bumi. Efek yang ditimbulkan gerakan rotasi di bagian khatulistiwa lebih besar bila dibandingkan di bagian kutub. Hal itulah yang mengakibatkan ketebalan atmosfer di bagian khatulistiwa lebih besar.
  • Troposfer terdiri atas beberapa lapisan, yaitu lapisan planetair dengan ketinggian 0 – 1 km, lapisan konveksi dengan ketinggian 1 – 8 km, dan lapisan tropopause dengan ketinggian 8 – 12 km.
  • Tropopaus merupakan lapisan antara yang membatasi lapisan troposfer dengan lapisan di atasnya (stratosfer). Temperaturnya relatif konstan.
  • Gerakan udara secara vertikal (konveksi) terhenti pada lapisan tropopause ini.

b. Stratosfer
Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut.
  • Lapisan stratosfer terbagi atas tiga lapisan sebagai berikut.a) Lapisan isotherm, terletak antara 16 – 20 km dengantemperatur yang tetap, yaitu -50° C.b) Lapisan panas, terletak antara 21 – 35 km dengantemperatur antara -50° C sampai + 50° C.c) Lapisan campuran teratas, terletak antara 36 – 50 kmdengan temperatur antara -70° C sampai +80° C.
  • Pada stratosfer terdapat lapisan ozon (O3) pada ketinggian35 km sehingga disebut juga ozonosfer. Pada stratosfer,perbedaan ketinggian menyebabkan perbedaan suhu.
  • Ozon merupakan lapisan yang memegang perananpenting bagi kehidupan karena menjadi pelindung padapermukaan bumi dari pancaran sinar ultraviolet matahariyang berlebihan sehingga tidak merusak kehidupan dibumi.
  • Pada lapisan ini terdapat lapisan stratopause yangmerupakan lapisan peralihan antara stratosfer danmesosfer. Suhu di stratopause umumnya konstan.

c. Mesosfer
Terdapat lapisan mesosfer yang berada pada ketinggianantara 50–80 km. Lapisan ini mempunyai peranan pentingkarena dapat melindungi bumi dari kejatuhan meteor. Padalapisan ini meteor hancur dan terbakar karena gesekandengan udara sehingga hanya kepingan-kepingan kecil yangsampai di permukaan bumi. Diperkirakan kecepatan meteor sewaktu memasuki atmosfer bumi mencapai 25.000 kmper jam. Karena kecepatan itulah meteor terbakar dan hancursehingga menimbulkan cahaya terang yang bergerak cepatpada malam hari.

d. Termosfer atau Ionosfer
Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut.
  • Pada lapisan ini sebagian molekul dan atom-atomatmosfer mengalami proses ionisasi, maka sering disebutlapisan ionosfer.
  • Pada lapisan ini terdapat lapisan inversi, yaitu lapisanatmosfer yang menunjukkan makin naik, suhunya makintinggi. Karena itulah lapisan ini memiliki temperatur yangcukup tinggi hingga mencapai ratusan derajat Celcius,sehingga disebut lapisan termosfer.
  • Pada lapisan terdapat partikel-partikel ion yang berfungsisebagai pemantul gelombang radio. Lapisan ionosferterbagi menjadi tiga lapisan sebagai berikut.a) Lapisan E atau lapisan Kennely Heavyside (100 –200 km).b) Lapisan F atau lapisan Appleton (200 – 400 km).c) Lapisan atom (400 – 800 km).Pada lapisan E dan F, gelombang radio mengalamipemantulan, yakni gelombang panjang dan pendek.

Manfaat Atmosfer
Berikut beberapa manfaat atmosfer bagi kehidupandi muka bumi.
  • Memantulkan kembali sinar ultraviolet yang dipancarkanmatahari. Radiasi ultraviolet sangat berbahaya bagi makhlukhidup di bumi.
  • Melindungi bumi dari benturan benda-benda langit ataumeteor yang hancur lebih dahulu di lapisan mesosfer.
  • Sebagai pemantul gelombang radio yang digunakan dalamproses telekomunikasi.
  • Menjaga kestabilan suhu udara, sehingga tidak terlalu panasdi siang hari dan terlalu dingin di malam hari.
  • Membantu makhluk hidup dalam pemenuhan kebutuhanoksigen untuk bernapas.
  • Menjaga temperatur bumi. Tanpa atmosfer, temperatur bumipada siang dan malam dapat berbeda drastis. Temperatursiang akan tinggi sekali dan temperatur malam akan rendahsekali. Atmosfer menjaga agar temperatur antara siang danmalam hari tidak terlalu jauh berbeda.
  • Sebagai sumber gas dan uap pembuat hujan.

Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat di daerah yangrelatif sempit. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca padasuatu wilayah yang relatif luas dan waktu yang relatif lama(puluhan tahun). Ilmu yang mempelajari cuaca disebutmeteorologi dan ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. Cuaca dan iklim dapat terbentukkarena unsur-unsur sinar matahari, suhu/temperatur, kelembapa nudara, tekanan udara, curah hujan, angin, dan awan.

a. Sinar Matahari
Bumi beredar mengelilingi matahari pada lintasan elips yangdisebut garis edar (orbit).
Matahari yang berpijar memancarkansinarnya ke segala arah, dan bumi yangmengelilinginya pun menerima sinar matahari tersebut.Karena bumi berbentuk bulat dan selalu berputar padaporosnya, tidak mungkin semua permukaan bumi menerimapenyinaran matahari pada saat yang bersamaan. Waktupenerimaan sinar matahari di suatu kawasan tertentu sangatdipengaruhi oleh letak lintang kawasan tersebut.

b. Suhu (Temperatur)
Adanya perbedaan tingkat pemanasan matahari di permukaanbumi menyebabkan suatu kawasan akan memilikiperbedaan suhu dengan kawasan lainnya. Sebagian panasyang sampai ke permukaan bumi diserap dan sebagian lagidipantulkan. Pantulan sinar matahari tersebut akan sangatmemengaruhi suhu di kawasan tersebut.
  • Kawasan permukaan bumi yang berada pada posisi garislintang 0 – 23° (sekitar garis khatulistiwa) akan mengalamipemanasan yang lebih banyak dibanding kawasan yangdekat kutub.
  • Daerah atau dataran yang tinggi akan memiliki suhu yanglebih sejuk dibanding daerah atau dataran yang rendah. Halini terjadi karena pemanasan berlangsung melalui gelombangpantulan pemanasan dari permukaan. Dataran tinggisemacam pegunungan biasanya tidak membentang sepertidataran rendah, sehingga pemantulan pun tidak dapatberlangsung maksimal. Selain itu, kerapatan udara di datarantinggi lebih renggang daripada di dataran rendah, sehinggaudara di dataran tinggi kurang mampu menyerap panas.
  • Pemanasan di darat akan lebih cepat dibandingkan perairankarena keadaan daratan yang padat dan sulit ditembus sinarmatahari. Pemanasan pada kawasan perairan berlangsunglambat karena air selalu bergerak dan dapat tertembus sinarmatahari.

c. Kelembaban Udara
Pemanasan yang terjadi pada permukaan bumi menyebabkanair-air yang ada pada permukaan bumi, baik di daratanmaupun lautan, menguap dan termuat dalam udara.Kandungan uap yang ada dalam udara ini dinamakankelembaban udara. Kelembaban udara dapat beruba-hubah,tergantung pada pemanasan yang terjadi. Kandungan uap air yang termuat dalam jumlah udaratertentu pada temperatur tertentu dibandingkan dengankandungan uap yang dapat termuat dalam udara tersebutdisebut kelembaban relatif atau kelembaban nisbi.Besarnya kelembaban relatif dinyatakan dalam persen.Untuk menentukan kelembaban relatif, digunakanpersamaan sebagai berikut.
Kelembapan Relatif = ex 100%
E

Keterangan:
e = jumlah uap air yang dikandung udara (lembab absolut)
E = jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung dalamudara tersebut

Contoh:
Suhu di suatu kawasan adalah 25° C, sedangkan setiap 1 m3udara memuat kandungan uap sebesar 45 gr. Apabila udarapada temperatur tersebut mampu memuat 67,5 gr uap air,tentukan kelembaban relatifnya!
Jawab:
Kelembapan Relatif = ex 100%
E
Kelembapan Relatif = 45x 100% =66%
67,5
Jadi, kelembaban relatif di kawasan tersebut adalah 66,6%.

d. Tekanan Udara
Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul oleh adanyaberat dari lapisan udara. Udara merupakan kumpulan gasyang masing-masing memiliki massa dan menempati ruang.Karena massa yang dimilikinya, udara pun memilikitekanan. Suhu di suatu kawasan sangat berpengaruhterhadap tekanan udara di kawasan tersebut. Bila suhu makintinggi, maka tekanan udara akan makin rendah. Inidisebabkan udara yang hangat bersifat renggang. Sebaliknya,bila suhu makin rendah, maka tekanan udara akan makintinggi karena udara yang dingin lebih padat daripada udarayang panas. Berdasarkan hal tersebut, suhu sangatmenentukan perbedaan tekanan udara di setiap kawasan dimuka bumi ini.

e. Angin
Tekanan udara di setiap kawasandi bumi ini tidak sama. Karena adanya perbedaan tekanan udara di dua kawasan yang berbeda, maka udara yangberada di salah satu kawasan tersebut akan bergerak dikawasan lain. Udara akan bergerak dari daerah dengantekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan yang lebihrendah untuk mengisi ruang. Maka udara bergerak daridaerah yang dingin ke daerah yang lebih panas. Udara yangbergerak ini disebut angin.

f. Curah Hujan
Hujan ialah suatu proses jatuhnya air (H2O) dari udara kepermukaan bumi. Air yang jatuh dapat berbentuk cairmaupun padat (es dan salju). Hujan terjadi karenamenguapnya air sebagai akibat dari pemanasan sinarmatahari. Uap-uap air tersebut kemudian naik ke atmosferdan mengalami kondensasi sehingga membentuk awan.Lama-kelamaan awan akan makin berat, karena kandunganairnya makin banyak. Bila uap air di awan telah mencapaijumlah tertentu, maka titik-titik air pada awan tersebut akanjatuh sebagai hujan.

Awan
Awan adalah kumpulan besar dari titik-titik air atau kristalkristales yang halus di atmosfer. Pada waktu musimkemarau sedikit sekali kita jumpai awan di udara karenapenguapan yang terjadi sedikit, tetapi di musim hujan kita dapat menjumpai banyak sekali awan dengan berbaga ibentuk dan variasinya, hal ini karena kandungan uap air diudara cukup banyak.Berdasarkan bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut.
  • Awan cumulus, yaitu awan putih yang bergerombol yangsering kita lihat di siang dan sore hari.
  • Awan stratus, yaitu awan yang berbentuk seperti selimutyang berlapis-lapis dan relatif luas.
  • Awan cirrus, yaitu awan yang letaknya tinggi sekali dantipis seperti tabir.
  • Awan nimbus, yaitu awan gelap dengan bentuk yangtidak menentu, awan ini menandakan akan terjadinyahujan.

Kadang-kadang dijumpai bentuk-bentuk awan yangbervariasi atau gabungan. Contohnya awan cumulonimbus, yaitu awan yang bergumpal-gumpal gelap yang biasanya disertai dengan petir dan hujan yang lebat. Jenis awan ini sangat berbahaya bagi penerbangan.

Anggota Tata Surya

Anggota Tata Surya
Anggota Tata Surya. Selain Bumi, terdapat planet-planet lain yang mengelilingi Matahari. Tidak hanya Bumi yang mengelilingi Matahari, tetapi planet-planet lain, satelit, asteroid, dan meteor juga mengelilingi Matahari. Semua bendabenda langit menjadi satu kesatuan dan membentuk sebuah sistem yang sangat teratur. Sistem ini disebut tata surya.

1. Matahari
Matahari adalah pusat tata surya. Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi. Seperti bintang lainnya, Matahari merupakan sebuah benda panas yang tersusun oleh berbagai gas yang bertekanan tinggi. Matahari adalah raksasa jika dibandingkan dengan planet yang terbesar sekali pun. Diameter Matahari 109 kali diameter Bumi, yaitu 1,4 juta km. Walaupun Matahari itu berbentuk gas, beratnya lebih dari 300.000 kali berat Bumi. Suhu permukaannya ± 5.000°C. 

2. Planet
a. Merkurius
Mercurius adalah planet yang paling dekat matahari. Permukaan Mercurius sangat panas dan kering. Suhu permukaan Mercurius dapat mencapai 427° C pada tengah hari dan –184° C pada tengah malam. Permukaan Mercurius mempunyai sejumlah kawah atau lubang ledakan yang terjadi akibat tabrakan dengan meteor dan komet. Gravitasi pada permukaan planet Merkurius adalah sekitar sepertiga gravitasi pada permukaan Bumi.
b. Venus
Venus adalah yang terpanas dalam tata surya. Lapisan atmosfer yang tebal seperti awan putih menyelubungi permukaannya. Awan putih ini terdiri dari karbon dioksida yang terjadi akibat pembakaran asam sulfat panas oleh gunung-gunung berapi. Awan ini menghalangi pemantulan panas Matahari, sehingga menyebabkan suhu menjadi sangat panas. Suhu siang hari dapat mencapai lebih dari 500° C. Venus sering disebut bintang pagi atau bintang senja karena sering terlihat berkilauan dari bumi pada pagi atau senja hari.
c. Bumi
Bumi juga satu-satunya planet mempunyai unsur (seperti air) yang dapat berupa gas, cairan, dan padat. Bumi adalah suatu planet yang dinamis, yang secara konstan mendaur ulang dirinya sendiri.
d. Mars
Besar planet ini setengah dari ukuran Bumi. Satu hari di Mars hampir sama lamannya dengan satu hari di Bumi. Mars mempunyai dua bulan yang mungkin dapat menangkap asteroids. Belahan selatannya adalah suatu permukaan tua yang stabil dengan banyak orang kawah atau lubang ledakan, sedangkan belahan utaranya menjaga arus lahar dari gunung berapi dahsyat yang paling besar dalam sistem tata surya. Planet Mars adalah planet yang paling mirip dengan Bumi, sehingga para ilmuwan terus melakukan serangkaian penelitian apakah memungkinkan bagi manusia untuk hidup di planet ini.
e. Jupiter
Jupiter merupakan planet paling besar dalam tata surya. Ukuran planet Jupiter dua kali dari gabungan semua planet lain dalam tata surya. Atmosfer Jupiter terdiri dari hidrogen dan helium, serta mempunyai awan dari amoniak dan kristal es. Sistem Jupiter dan satelit-satelitnya menyerupai miniatur tata surya. Planet Jupiter mempunyai hari yang paling pendek dibanding planet-planet lain karena periode rotasi planet Jupiter ini hanya kurang lebih 10 jam. Malam hari pada planet Jupiter adalah jauh dari gelap, langit terlihat terang oleh banyaknya bulan.
f. Saturnus
Planet ini dikelilingi oleh beribu-ribu cincin yang terbentuk dari partikel-partikel es dan batu karang yang kecil yang diperkirakan merupakan bekas peninggalan dari suatu satelit terdahulu yang telah hancur oleh suatu benturan dengan satelit yang lain. Dalam tata surya, planet Saturnus mempunyai urutan kedua terbesar setelah planet Jupiter. Meskipun demikian, kepadatan planet Saturnus sangat rendah sedemikian hingga planet dahsyat ini bisa mengapung di atas air. Hal ini diperkirakan karena planet Saturnus berisi kebanyakan gas helium dan hidrogen. Planet ini juga dapat menghasilkan panas sendiri akibat sparasi gas.
g. Uranus
Planet Uranus adalah urutan ketujuh dari Matahari. Yang membedakan planet Uranus dari planet-planet yang lain adalah bahwa salah satu kutubnya menghadap ke Matahari. Satu teori menyatakan bahwa hal ini diakibatkan planet Uranus ditabrak oleh suatu objek besar, sehingga bergeser ke sisinya. Sedangkan objek yang menabraknya hancur dan bekas peninggalannya membentuk awan uap air batu-batu di sekitar Uranus yang membentuk cincin tipis. Ada teori lain yang menyatakan bahwa cincin tipis yang menyelubungi planet Uranus terbentuk akibat salah satu satelinya dihantam oleh meteor. Seperti Neptunus, kebanyakan dari Uranus adalah suatu samudra air yang kotor yang tecampur gas metana dan amoniak. Atmosfernya yang terdiri dari helium dan hidrogen memperlihatkan suatu jejak gas metana yang memberi warna hijau kebiru-biruan pada planet ini.
h. Neptunus
Planet tejauh dari Matahari adalah Neptunus. Keadaan planet Neptunus hampir sama dengan planet Uranus. Kedua planet ini sering disebut planet kembar. Neptunus adalah planet dalam tata surya yang paling berangin. Ukuran planet Neptunus empat kali ukuran Bumi dan sedikit lebih kecil dibanding planet Uranus. Planet ini mempunyai suatu inti yang kecil dari batu karang dan dikelilingi oleh suatu samudra bercampur dengan lumpur dan material berbatu. Atmosfernya yang terdiri dari helium dan hidrogen. Seperti pada Uranus, sedikit gas metana memberikan warna hijau kebiru-biruan pada planet ini.

Gerakan planet-planet mengitari Matahari disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Secara umum, hukum gravitasi mengatakan bahwa benda-benda yang memiliki massa akan tarik-menarik yang besarnya berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Semakin besar jaraknya semakin kecil gaya tariknya dan semakin kecil jaraknya semakin besar gaya tariknya. Gaya gravitasi Matahari dirumuskan sebagai berikut.
F = G .m . M ............(9.1)
r2
Keterangan:
G = konstanta gravitasi
m = massa planet
M = massa Matahari
r = jarak planet dengan Matahari
F = gaya gravitasi Matahari

Gaya gravitasi Matahari mampu membuat lintasan planet berbentuk elips. Perhatikan gambar lintasan-lintasan planet di dalam tata surya. Untuk memahami perbandingan antarplanet, perhatikan Tabel.
Planet
Diameter Rata-Rata (km)
Jarak Rata-Rata dari Matahari (km)
Massa (kg)
Periode Rotasi
Periode Revolusi
Merkurius
4.862
58 juta
3,29 × 1023
59 hari
88 hari
Venus
12.190
108 juta
4,90 × 1024
–243 hari
225 hari
Bumi
12.725
149,6 juta
5,98 × 1024
23,9 jam
365 hari
Mars
6.780
228 juta
6,58 × 1023
24,6 jam
687 hari
Jupiter
142.860
779 juta
1,90 × 1027
9,8 jam
11,9 tahun
Saturnus
120.000
1.428 juta
5,68 × 1026
10,2 jam
29,5 tahun
Uranus
50.100
2.875 juta
8,97 × 1025
–10,8 jam
84 tahun
Neptunus
48.600
4.500 juta
1,02 × 1026
15,8 jam
164,8 tahun
Setiap planet mengitari Matahari dalam sebuah lintasan elips yang disebut orbit planet. Orbit segenap planet hampir pada bidang yang sama. Johannes Kepler (1571–1630) telah meneliti gerak planet-planet dalam mengelilingi Matahari, kemudian merumuskannya dalam Hukum Kepler.
Hukum I Kepler
Lintasan setiap planet berbentuk elips dan Matahari terletak di salah satu fokus elips.
Hukum II Kepler

Dalam waktu yang sama, planet menempuh bidang yang luasnya sama.
Hukum III Kepler
Kuadrat periode revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak planet terhadap Matahari.
Asteroid
Menurut Titus Bode, ada daerah kosong antara Mars dan Jupiter. Para ahli astronomi pada masa Bode yakin bahwa ada sebuah planet yang belum diketahui di antara kedua benda itu. Untuk menelitinya, pada tanggal 1 Januari 1801, seorang ahli astronomi Italia, Giuseppi Piazzi menemukan sebuah benda langit dalam ruang angkasa di antara orbit Mars dan Jupiter. Kemudian, benda ini dinamakan Ceres yang diketahui mempunyai diameter sekitar 1.000 km. Lambat laun daerah kosong di antara Mars dan Jupiter ditemukan benda-benda kecil lain yang mirip planet.Sekarang telah ditemukan lebih dari seribu benda-benda kecil seperti ini dan ditaksir seluruhnya lebih dari 5.000 buah. Benda langit ini dikenal sebagai planet kecil atau asteroid.

4. Komet
Di antara berbagai anggota keluarga Matahari yang paling aneh ialah komet. Komet tidak tunduk pada berbagai hukum yang menguasai kesembilan planet dan beribu-ribu asteroid. Komet bukannya bergerak di dalam orbit yang hampir sirkuler pada arah yang tunggal, tetapi berputar sekeliling Matahari dalam bentuk elips yang memanjang luar biasa dan ke setiap arah. Sekarang, secara umum telah disepakati bahwa komet termasuk anggota keluarga Matahari. Komet biasanya tampak sebagai benda yang suram dan terpencar. Pusatnya merupakan bagian yang terpadat. Bagian padat ini disebut sebagai inti. Daerah mirip tudung yang mengelilingi inti disebut koma. Pada saat komet mendekati Matahari, koma menjadi lebih cerah. Pada jarak sekitar 160 juta km dari Matahari, beberapa komet menunjukkan zat berkabut yang mengalir dan menjauhi Matahari serta membentuk ekor. Ekor ini tampak terdiri atas gas yang sangat tipis yang bersinar dengan menyerap dan memantulkan cahaya Matahari yang jatuh di atasnya. 
5. Meteor
Orang percaya bahwa komet mungkin pecah menjadi partikel-partikel yang kadang-kadang terlihat memasuki atmosfer Bumi sebagai meteor. Besar meteor berkisar dari pecahan yang tidak lebih besar dari kepala jarum sampai batu raksasa yang beratnya berton-ton. Kamu dapat mengetahui adanya meteor dengan melihat cahaya cerah yang dihasilkan oleh benturan meteor dengan atmosfer Bumi. Kebanyakan meteor hancur setelah membentur atmosfer. Namun beberapa di antaranya mendarat di Bumi dan disebut meteorit.
6. Satelit
Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus mempunyai satelit atau bulan yang berputar mengelilingi planetplanet tersebut. Dari hasil pengamatan para astronom baru-baru ini, mungkin Pluto mempunyai satelit.

Matahari
1. Energi Matahari
Sumber energi Matahari berasal dari reaksi fusi, yaitu penggabungan inti-inti atom Hidrogen membentuk inti-intiatom Helium. Akibat reaksi kimia pada inti Matahari, maka terjadi pengurangan massa Matahari yang berubah menjadi energi Matahari. Oleh Albert Einstein, besarnya energi dirumuskan :
E = m × c2 .......... (9.2)
Keterangan:
E = energi Matahari (joule)
m = massa yang hilang (kg)
c = kecepatan cahaya (3 × 108 m/s)

2. Lapisan-Lapisan Matahari
Matahari tersusun oleh beberapa daerah yang berbeda, yaitu atmosfer Matahari, fotosfer,
dan inti Matahari. Atmosfer Matahari terdiri atas dua lapisan. Lapisan sebelah dalam disebut kromosfer atau bola warna. Lapisan ini menjulang sejauh 12.000 km di atas permukaan Matahari. Lapisan atas atau sebelah luar terdapat korona atau mahkota. Korona ini membentuk lingkaran cahaya putih indah yang mengelilingi keseluruhan Matahari dan menyorotkan pita cahaya yang panjangnya berjuta-juta kilometer ke arah ruang angkasa. Fotosfer merupakan lapisan yang menyelubungi lapisan inti Matahari. Suhu pada lapisan ini ± 6.000°C. Inti Matahari merupakan lapisan terdalam, tempat berlangsungnya reaksi inti.

Bumi
1. Bagian-Bagian Bumi
Bumi terdiri atas tiga bagian, yaitu udara, air, dan bagian padat atau seperti yang dikatakan seorang ilmuwan, atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. 
  • Atmosfer adalah udara yang mengelilingi Bumi, terdiri atas sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-gas lain, termasuk uap air, debu, dan karbon dioksida.
  • Lapisan bawah dari selubung udara adalah troposfer. Dalam bahasa Yunani tropos berarti ”berubah”. Troposfer merupakan daerah tempat perubahan-perubahan besar terjadi yaitu suhu, tekanan, dan kadar uap air. Walaupun sebagian besar perubahan atmosfer relatif terjadi di dekat Bumi, troposfer meluas sampai suatu ketinggian sekitar 10 km.
  • Lapisan selanjutnya adalah stratosfer yang merupakan zona angin aneh yang dikenal sebagai aliran jet. Pada aliran jet ini aliran udara sangat kuat dan bergerak cepat, dapat mencapai kecepatan 400 km/jam. Suhu di dalam stratosfer naik dari tingkat bawah –60°C pada ketinggian 10 km sampai ke tingkat atas 0° C pada ketinggian 40 km.
  • Lapisan selanjutnya adalah termosfer. Daerah udaranya sangat tipis karena terbuka oleh radiasi dari ruang angkasa dan Matahari. Pada ketinggian 400 km atau lebih terdapat eksosfer yang dipandang sebagai pinggiran atmosfer yang paling luar.
2. Rotasi dan Revolusi Bumi
Bumi melakukan dua rotasi sekaligus, yaitu rotasi terhadap sumbunya dan rotasi terhadap Matahari (disebut revolusi Bumi). Arah rotasi Bumi adalah dari barat ke timur. Waktu yang diperlukan Bumi untuk melakukan rotasi pada sumbunya yaitu 1 hari atau 23 jam 56 menit 4,09 detik, kemudian dibulatkan menjadi 24 jam.

Rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Di antaranya adalah menyebabkan terjadinya siang dan malam, gerak semu harian benda langit, terjadi pemepatan bentuk Bumi di daerah kutub dan penggembungan di daerah ekuator, pembelokan arah angin, menyebabkan terjadinya perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.

Revolusi Bumi adalah gerak Bumi mengelilingi Matahari. Periode revolusi Bumi adalah 1 tahun, yaitu 365,25 hari atau 365 ¼ hari. Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa,yaitu gerak semu Matahari, pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, dan terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda dari bulan ke bulan.

Ketika berevolusi, Bumi tidak tegak lurus terhadap bidangekliptika, melainkan miring dengan arah yang sama dan membentuk sudut 23,5°. Oleh karena itu terdapat empat kedudukan Bumi pada orbitnya, yaitu sebagai berikut
  • Tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni. Belahan Bumi utara mengalami musim semi, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim gugur.
  • Tanggal 21 Juni sampai dengan 23 September. Belahan Bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.
  • Tanggal 23 September sampai dengan 22 Desember. Kutub utara Bumi condong menjauhi Matahari sehingga mengalami musim gugur, sedangkan kutub selatan makin condong ke Matahari sehingga mengalami musim semi.
  • Tanggal 22 Desember sampai dengan 21 Maret. Kutub selatan makin condong ke arah Matahari sehingga mengalami musim panas. Kutub utara mengalami musim dingin karena letaknya makin jauh dari Matahari