verified_user Pilih Kategori

Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Menentukan Isi Teks Deskripsi

visibilityView Article
Teks deskripsi adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan personal terhadap objek. Teks deskripsi memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks tanggapan deskriptif.

Teks deskripsi mengandung kalimat kalimat yang seolah olah kita dapat merasakan, mendengar, dan membayangkan peristiwa yang diceritakan. deskripsi itu gambaran atau lukisan tentang suatu peristiwa.Ciri-ciri yang sangat jelas di teks deskripsi ini tentunya akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ini ciri-cirinya:
  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.
Berikut ini beberapa contoh teks deskripsi.

Pesona Pantai Senggigi (teks 1)
Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi pelengkap wisata di Pantai Senggigi.

Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar. Angin lembut terasa mengelus kulit. Garis pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik. Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap. Dari kejauhan tampak hamparan permadani biru toska berpadu dengan hiasan buih-buih putih bersih. Sungguh elok pemandangan pantai ini. Bukit-bukit tangguh nampak menjadi latar bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang.
snggigi

Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau. Terumbu karang nampak berwarna-warni sangat indah. Ikan beraneka warna menambah keindahan bawah laut Senggigi. Dengan snorkeling maupun menyelam anda dapat menyaksikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Anda akan menyaksikan betapa mempesonanya taman bawah lautnya. Air laut yang jernih serta banyak terumbu karang terawat dengan ikan-ikan beraneka ragam menambah keindahan taman laut di Senggigi.

Selain pemandangan bawah laut, terdapat juga pemandangan indah di Pura Batu Bolong. Pada arah selatan bibir pantai Senggigi, terdapat pura kecil yang bernama Batu Bolong.Sesuai dengan namanya, pura ini berdiri kokoh di atas batu karang yang memiliki lubang di tengahnya. Sungguh sebuah keagungan pura di tengah keindahan Senggigi. Berkunjung ke pura ini, Anda langsung disambut buih-buih ombak yang tenang dan bersahabat. Seketika kedamaian dan kenyamanan seperti merangkul saat berada di area sekitar Pura Batu Bolong. Memasuki pura yang berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali ini, Anda harus berjalan menuruni anak tangga. Pura pertama yang dijumpai berdiri di bawah pohon rindang. Sementara, pura kedua berdiri kokoh di atas karang yang menjulang setinggi sekitar 4 meter dan memiliki lubang di bawahnya. Jika berkunjung saat cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali yang menjulang tinggi. Pada waktu-waktu tertentu, Anda juga bisa melihat para pemancing tradisional sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut. Selain itu, melewati senja sambil memandang matahari terbenam di pura ini juga menjadi saat-saat paling menyenangkan. Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.

Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Latihan
1) Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pemahamanmu terhadap teks.
a) Apa yang dibicarakan penulis pada teks 1?
Penulis menuliskan jikalau pantai senggigi itu sangat indah dengan pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan.

b) Keindahan bagian mana saja dari pantai Senggigi yang dipaparkan penulis?
  1. Di pantai senggigi terdapat angin yang lembut dan udara yang segar, warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik.
  2. Bukit-bukit tangguh menjadi latar belakang bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang.
  3. Terumbu karang yang masih terawat dan ikan yang beraneka ragam menambah keindahan bawah laut senggigi.
  4. Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan.
c) Apa tujuan penulis menampilkan teks di atas?
Mengajak pembaca untuk merasakan keindahan pantai Senggigi.

d) Bagaimana penulis menggambarkan keindahan pantai Senggigi? Berilah alasan untuk mendukung jawabanmu!
Penulis menceritakan keindahan pantai senggigi dengan bahasa yang seolah-olah pembaca bisa melihat dan merasakan langsung keindahan pantainya.

2) Buatlah pemetaan isi teks yang kamu baca dengan cara menuliskan di tengah topik/ hal yang dibicarakan. Kemudian berilah garisgaris sesuai dengan bagian-bagian yang diperinci! Lengkapi contoh pemetaan di bagian berikut!
Pemetaan Isi Teks 1
pantai senggigi
Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah (teks 2)
Drama tari kolosal “Ariah” dipentaskan di area Monas. Pementasan tari kolosal ini dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. Drama musikal “Ariah” diambil dari cerita Betawi. “Ariah” menceritakan pejuang perempuan muda Betawi yang penuh semangat dan mempunyai martabat. Atilah Soeryadjaya memprakarsai dan menjadi sutradara cerita rakyat Betawi ini. Selain itu, seniman serba bisa itu juga menulis naskah dan sekaligus menulis lirik lagu pementasannya. Dari awal sampai akhir, pementasan ini sangat memukau.

Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00. Pertunjukan dibuka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas. Di bagian barat kembang api meluncur deras ke langit Jakarta diiringi alunan musik mengentak keras. Penonton bersorak-sorai kaget sekaligus terpesona. Tata lampu yang didukung cuaca cerah malam itu semakin menambah kedahsyatan suasana pembukaan. Pertunjukan awal melibatkan Monas sebagai latar. Monas nampak gagah dan menawan karena berkali-kali disoroti gambargambar indah sebagai latar cerita.

Setelah sukses memukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di atas tiga level panggung miring dengan sudut 15 derajat. Kostum warna-warni tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis. Erwin Gutawa mengaransemen lagu-lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.

Adegan puncak benar-benar mengaduk-aduk emosi penonton. Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton. Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah. Adegan berganti dengan suasana seru latihan silat antara Ariah dan Juki. Pergantian suasana berlangsung sangat cepat. Puncak ketegangan semakin terasa pada saat para penari laki-laki membawa replika obor yang menggambarkan suasana perlawanan para petani terhadap pemerintah kolonial. Suasana tanam paksa diiringi dan kekejaman para tuan tanah yang merugikan bagai lintah darat divisualisasikan dengan penuh penjiwaan.

Latihan
1) Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pemahamanmu terhadap teks
a) Teks 2 di atas membicarakan tentang apa?
Tentang pementasan tari kolosal “Ariah” yang dipentaskan di area Monas dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386.

b) Apa saja yang dijelaskan penulis pada awal pementasan, puncak pementasan, dan akhir pementasan?
  • pada awal pementasan : pembukaan pementasan (waktu, latar)
  • pada puncak pementasan : kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah (permainan wak wak gung), pencak silat)
  • pada akhir pementasan : peristiwa tragis.

c) Apa tujuan penulis menampilkan teks tersebut?
Tujuan penulis adalah untuk mendeskripsikan pementasan drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik dari awal hingga akhir.

d) Bagaimana penulis menggambarkan keindahan pementasan? Berilah alasan untuk mendukung jawabanmu!
Penulis menggambarkan keindahan pementasan tersebut sangat luar biasa. pada paragraf terakhir penulis menulis: Pagelaran karya seni yang berbasis budaya lokal Betawi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Tepuk tangan gemuruh mengiringi akhir pementasan.

2) Menentukan Pemetaan Isi Teks Deskripsi
Buatlah pemetaan isi teks yang kamu baca dengan cara menuliskan di tengah topik/ hal yang dibicarakan. Kemudian berilah garisgaris sesuai dengan bagian-bagian yang diperinci! Amati contoh pemetaan berikut!
pementasan tari
2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2
Diskusikan dengan teman sebangkumu perbedaan teks 1 dan teks 2!
PerbedaanTeks 1Teks 1
topik utama yang dideskripsikanKeindahan AlamKeanekaragaman Tarian
rincian isi
  1. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan.
  2. Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar.
  3. Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau.
  4. Terdapat juga pemandangan indah di Pura Batu Bolong.
  1. Pertunjukan pembuka: dibuka dengan nyala api yang berkobar didepan tugu monas.
  2. Pertunjukan setelah acara pembuka: muncul 200 penari yang berlenggak lenggok di atas panggung.
  3. Pertunjukan puncak: Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah
  4. Penutup: menggambarkan suasana tragis dengan menggunakan irama yang menyayat, cahaya lampu berangsur meredup
pola pengelompokan
isi
Mengelompokkan bagian-bagian
(pantai, bawah laut, pura batu bolong)
Teks gebyar pementasan tari kolosal ariah menjelaskan pertunjukan pembuka, adegan puncak, pertunjukan penutup

Diskusikan dengan teman sebangkumu persamaan teks 1 dan teks 2!
HalTeks 1Teks 2
cara mengembangkan isiTeks pesona pantai senggigi mengembangkan ceritanya secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan dan menggambarkan keindahan-keindahan dari pantai senggigiTeks pesona gebyar pementasan tari kolosal Ariah mengembangkan ceritanya secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan pementasan drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik dari awal hingga akhir.
isi dapat ditangkap dengan penggunaan
panca indera
Teks pesona pantai senggigi dapat ditangkap dengan menggunakan paca indera misalnya seolah olah dapat :
  1. Dilihat : Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.
  2. Didengar : Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap.
  3. Dirasakan : Angin lembut terasa mengelus kulit
Teks gebyar pementasan tari kolosal Ariah dapat ditangkap dengan menggunakan paca indera misalnya seolah dapat :
  1. Dilihat : Pertunjukan dibuka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas.
  2. Didengar : Erwin Gutawa mengaransemen lagu-lagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.
  3. Dapat dirasakan : Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton
pola pengelompokan
isi
Mengelompokkan bagian-bagian
(pantai, bawah laut, pura batu bolong)
Mengelompokkan bagian-bagian (pembuka, puncak, penutup)

Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

visibilityView Article
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar.  Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa.

Pada teks deskripsi menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan teks deskripasi. Beberapa ragam bahasa dalam teks deskripsi antara lain kata umum dan kata khusus, kalimat berisi penjelasan mengkonkretkan dan juga penggunaan majas. Berikut ini beberapa ciri penggunaan teks deskripsi.

A. Kata Umum dan Kata Khusus
Kata umum adalah kata – kata yang memiliki makna dan cakupan pemakaian yang lebih luas. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Sedangkan, kata khusus adalah kata – kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit, atau disebut juga dengan hiponim. Teks deskripsi menggunakan sinonim kata yang bermakna khusus (legam, biru toska, putih jernih, molek, permai). Carilah kata khusus pada teks deskripsi yang dicontohkan di atas dengan mengisi tabel berikut!
NoKata UmumKata Khusus
1.BaikTulus, ramah, penuh kasih, menginspirasi
2.MenggerakkanMenepis, menggoyangkan, mengibaskan
3.BentukAliran, bangun, cara, corak, formasi. format, gaya, karakter, kerangka, konstruksi.
4.IndahCantik, menawan, menakjubkan, bagus, cakap, cantik, elok, kirana, lenteng, menarik, menawan, molek, mulia, permai, rupawan,
5.MelihatMenengok, menyaksikan, melirik, memandang, memelototi, mengamati, dan memperhatikan.
6.MencintaiMenaruh hati, mengasihi, menggemari, menyayangi, menyenangi, menyukai,
7.PergiAngkat kaki, berangkat, bertolak, kabur, lari, menghindar
8.MembawaMengangkat, menjinjing, menggendong, mengangkut, menyeret, membopong, memanggul.
teks deskripsi

B. Kalimat Berisi Penjelasan Terperinci untuk Mengonkretkan
Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh dll. Selain itu, kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf. Kemudian kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun kata penghubung intrakalimat. Daftarlah kalimat perincian yang menjelaskan kalimat lain yang lebih umum! Lakukan seperti contoh.
NoKalimatKalimat Perincian
1.Ibuku orang yang sangat baikDia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
2.Ayahku orang yang sabarWajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.
3.Kelinciku manjaBagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang.
4.Suasana sore di Parangtritis sangat
mengagumkan
Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

Daftarlah semua kalimat yang membuat kamu seakan melihat, mendengar, dan merasakan objek yang dideskripsikan. Kata mana yang dihapus
Seakan dapat dilihatSeakan dapat didengarSeakan dapat dirasakan
kulitnya kuning langsatIbuku orang yang sangat baikrasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh
wajahnya teduh dan selalu tersenyumsambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnyanamun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja
pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usiadia ramah dan tutur katanya lembutBagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam
cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinarmulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoawajahnya teduh dan selalu tersenyum

C. Mengidentifikasi Majas
Majas adalah suatu gaya bahasa yang berbentuk kiasan/perumpamaan yang digunakan untuk memperindah suatu kalimat baik itu lisan atau pun tertulis dengan memanfaatkan kekayaan bahasa untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak dan pembicaranya. Teks deskripsi menggunakan majas perbandingan untuk menggambarkan/ melukiskan objek. Daftarlah majas pada semua teks deskripsi di atas!
No.TeksMajas
1.1batu karang besar siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.
2.2Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam.
3.3Mukanya selalu bersinar seperti bulan
Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring.
Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja
4.4Telinganya panjang dan melambai-lambai kalau dia berlari.

Menentukan Ciri Isi Bahasa dan Tujuan Teks Deskripsi

visibilityView Article
Teks deskripsi adalah teks yang berisi tanggapan deskriptif dan personal terhadap objek. Teks deskripsi memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks tanggapan deskriptif.

Teks deskripsi dapat ditemukan di buku yang berisi informasi perjalanan, dalam film atau cerpen, majalah perjalanan, dan program televisi tentang jalan-jalan. Berikut ini salah satu contoh teks deskripsi.

Parangtritis nan Indah (Teks 1)
Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta.

Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.
pantai parangtritis

Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

Ayah, Panutanku (Teks 2)
Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India.

Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.

Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

Ibu, Inspirasiku (teks 3)
Ibuku bernama Wulandari. Mukanya selalu bersinar seperti bulan. Cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar. Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring. Kulit ibuku sawo matang, khas wanita Jawa. Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek. Rambutnya hitam bergelombang. Sampai usia 56 tahun kulihat rambutnya masih legam tanpa semir. Pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia. Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja.

Ibu adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja. Dia sangat suka membantu orang lain, terutama yang sedang dalam kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin mengokohkan prinsipnya untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Meskipun sudah berumur, ibuku masih menuntut ilmu. Ibuku melanjutkan ke jenjang S-2. Padahal harusnya dia sudah tidak disibukkan oleh tugas kuliah. Tetapi, sepertinya ibuku sangat menikmati sekolahnya. Sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya. Belajar terus sepanjang hayat, itulah semboyannya.

Si Bagas, Kelinciku (teks 4)
Kelinciku bernama Bagas. Kunamakan Bagas karena saya berharap kelinci kesayanganku itu selalu sehat dan bugar. Bagas memiliki bulu yang lebat dan putih bersih. Matanya cokelat seperti madu. Matanya jernih menyejukkan untuk dipandang. Bibir mungilnya yang merah muda sungguh menggemaskan. Telinganya panjang dan melambai-lambai kalau dia berlari.

Bagas sangatlah manja. Hampir tiap malam, Bagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang. Mulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoa. Kemanjaannya membuat aku selalu rindu.

Bagas memiliki perilaku unik. Kalau marah, Bagas melakukan atraksi yang menarik. Dia menggunakan kaki belakangnya dan melompat dalam jangkauan yang begitu jauh. Buk! Sering terdengar dia menjatuhkan diri. Kadang dia melompat sampai sejauh tiga meter. Kalau tidak dipedulikan, kakinya dientak-entakkan seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan mainan. Dengan menggunakan kaki belakangnya pula, dia berdiri sangat tinggi seperti sedang menunjukkan bahwa dia bisa menarik perhatian kita.

A. Ciri Objek.
Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat personal. Ciri ini tergambar pada judul berisi objek pada konteks tertentu (Si Bagas Kucingku, Ibuku Kebanggaanku). Hal yang dibicarakan khusus kucing bernama Bagas yang kemungkinan memiliki sifat berbeda dengan kucing-kucing yang lain. Demikian juga Ibu yang dideskripsikan memiliki tanggapan khusus sesuai dengan pendapat penulis tentang ibu yang bisa jadi berbeda dengan ibu pada umumnya)
TeksObjek/Hal yang Dideskripsikan
Teks 1Pantai Parangtritis
Teks 2Ayah
Teks 3Ibu
Teks 4Kelinci

B. Ciri Tujuan
Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/ melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.
TeksTujuan
Teks 1Menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis
Teks 2Menggambarkan bentuk fisik sang Ayah, Abu Salman
Teks 3Menggambarkan bentuk fisik Ibu Wulandari
Teks 4Menggambarkan bentuk fisik dan perilaku si Kelinci

C. Ciri Isi
Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek. Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa, menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa).Isi teks deskripsi memerinci/ mengonkretkan objek seperti pada tabel di bawah ini.
Tujuan TeksRincianPerasaan terhadap objek
menggambarkan keindahan Pantai Parangtritiskeindahan fisik pantai, keindahan sore hari (sunset), suasana kegiatan orang di pantaiBangga dengan keindahan Pantai Parangtritis
ayahciri fisik, sifat sabar ayahku, memberi teladankekaguman dan kebanggaan
ibuciri fisik, kebaikan sosial, semangat belajar ibukukebanggaan
kelinciciri fisik, perilaku, kebiasaansayang

Dengan demikian, teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye) Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat (ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh).

D. Ciri Penggunaan Bahasa
Ciri Teks Deskripsi dari segi Penggunaan Bahasa
  1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan ( warna dirinci merah, kuning, hijau)
  2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengongkretkan (Ibuku orang yang sangat baik. Dia berusaha menolong semua orang. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja.
  3. Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat (indah diungkapkan dengan sinonim yang lebih memiliki emosi kuat yaitu elok, permai, molek, mengagumkan, memukau, menakjubkan)
  4. Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret (pasir pantai lembut seperti bedak bayi, hamparan laut biru toska seperti permadani indah yang terbentang luas, angin pantai dengan lembut mengelus wajah kita)
  5. Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda)
  6. Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan
  7. Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang (Kucingku, Ibuku, memasuki wisata ini Anda akan disambut)

Menulis Puisi

visibilityView Article
Puisi merupakan karya sastra yang disajikan dalam bait. Setiap bait puisi terdiri dari beberapa baris puisi. Menulis puisi merupakan satu cara mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan fakta dari diri seseorang. Perlu diperhatikan juga dalam menulis puisi, yaitu ketepatan kata-katanya. Unsur intrinsik puisi antara lain tema, amanat, makna kata, dan isi puisi.

Isi Puisi dan Makna Kata
Isi puisi atau maksud puisi dapat diketahui setelah kita membaca puisi tersebut. Isi puisi merupakan sesuatu yang diungkapkan oleh penulis puisi lewat karya puisi. Ketika kita ingin mengetahui isi sebuah puisi, kita harus mengartikan maksud setiap kata, kemudian hubungan maksud antar kata tersbut sehingga akan isi dan maksud puisi. Perhatikan beberapa contoh puisi berikut ini :

Contoh 1 :
Pasar Loak
Pasar loak dekat rumahku
Selalu banyak pengunjungnya
Di pasar itu
Orang menjual berbagai barang bekas
Pasar loak
Ternyata kau sangat berguna
Bagi mereka
Yang tidak punya uang
Isi puisi di atas adalah :Suasana pasar loak di dekat rumahku
Pasar Loak
Contoh 2 :
Rumahku
Oh rumahku yang megah…
Kau berdiri kokoh
Sehingga kau tak terlupakan
Oh, rumahku
Aku dibesarkan di sini, rumahku…
Terima kasih banyak…
Di sinilah tempatku yang utama
Rumahku yang indah
Tetaplah berdiri megah
Sampai akhir hayatku
Isi yang terkandung dalam puisi “Rumahku” adalah :Rumahku tempat berlidung sampai akhir hayat.

Contoh 3 :
Ombak
Bergulung-gulung ombak di laut
Berkejaran memecah di tepi laut
Melemparkan kerang, dan aneka keong indah
Yang, mati dari dasar lautan
Deburan ombak terdengar tiada henti
Seolah memberi pesan kepada kita
Bahwa Tuhan Maha Penyayang
Tak pernah memberkati kita.
Isi yang terkandung dalam puisi di atas adalah:Kita harus bersyukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh 4 :
Do’a si Kecil
Tuhan yang kaya
Beri mama kasur setebal di surga
Tuhan yang pemurah
Berikan ayah pipa yang indah
Amin !
Isi dari puisi di atas adalah :Do’a seorang anak agar orangtuanya berhasil

Contoh 1 :
Siap Sedia
Kawan, kawan
Kita bangkit dengan kesadaran
Mencucuk menerang hingga berlubang
Kawan, kawan
Kita mengayun pedang ke dunia terang
Makna kata mencucuk pada puisi tersebut adalah :menusuk
   
Contoh 2 :
Ilmu
Rintangan dan cobaan
Silih berganti bagai derasnya air
Tapi aku tak gentar
Demi secuil tunas kecil
Penentu masa depan
Itulah ilmu yang bermanfaat

Makna kata secuil dalam puisi di atas adalah :sedikit

Contoh 3 :
Pemulung
Setiap hari mengais sampah
Plastik, kardus, logam
Sangatlah kau idamkan
Pemulung sampah
Kau pahlawan daur ulang
Memilah sampah kembali diolah
Hingga bisa menjadi berkah

Makna kata berkah pada puisi tersebut adalah: nafkah pemberian Tuhan

Contoh 4 :

Buku
Aku senang membaca buku
Karena buku sumber ilmu
Setiap hari aku sempatkan baca buku
Agar ilmuku bertambah
Dalam buku aku temukan ilmu
Buku, engkau sungguh berjasa
Bagiku dan bagi semua orang
Aku hanya ingin berpesan
Anggaplah buku sebagai teman
Terima kasih buku

Makna kata ilmu pada puisi yang berjudul “Buku” adalah : pengetahuan

Laporan Hasil Kunjungan

visibilityView Article
Laporan adalah urutan yang menjelaskan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan perjalanan atau pengamatan. Ada beberapa hal yang perlu dikemukakan pada laporan hasil pengamatan, yaitu : tempat yang dikunjungi, waktu dan tujuan kunjungan, dan hal-hal menarik yang ditemui selama kunjungan.

Laporan pengamatan didasarkan pada hasil penglihatan, pendengaran, atau hasil penginderaan kita. Laporan pengamatan hendaknya mengemukakan hal-hal penting dan menarik.

Menentukan Isi Laporan
Hal penting dalam sebuah laporan tentunya adalah isi dari laporan tersebut. Isi sebuah laporan dapat kita tentukan setelah kita membaca sebuah laporan secara lengkap. Berikut ini beberapa contoh laporan hasil pengamatan.

Contoh 1 :
Laporan Hasil Pengamatan
Tempat kegiatan : SD Mekar Makmur
Hari, tanggal : Sabtu, 26 Maret 2011
Waktu : 08.00-11.00
Pengamat : Rahmat
Hasil pengamatan :

Pada hari Sabtu, 26 Maret 2011, SD mekar makmur mengadakan lomba. Lomba diadakan mulai pukul 08.00 – 11.00. peserta lomba adalah siswa kelas satu sampai kelas enam. Semua kelas membersihkan kelas. Kemudian, mereka menata kelas dengan rapi.
  • Isi laporan di atas adalah lomba kebersihan kelas.
  • Perbaikan kalimat yang dicetak miring dalam laporan di atas adalah : Setiap kelas membersihkan kelas
Laporan Hasil Kunjungan

Contoh 2 :
Lomba cerdas cermat dimulai pukul 08.30 di balai desa. Lomba berjalan dengan lancar. Para peserta menunjukkan kebolehan mereka. Angka demi angka diperoleh para peserta. Lomba berakhir pukul 12.00. Lomba dimenangkan oleh SD Mutiara Timur.
  • Isi laporan tersebut adalah : Lomba cerdas cermat dimenangkan oleh peserta SD Mutiara Timur
  • Perbaikan kalimat yang dicetak miring adalah : Peserta menunjukkan kebolehan mereka

Contoh 3 :
Pada hari Selasa 11 Maret 2011 rumah Pak Agus dimasuki orang tak dikenal. Saat kejadian, rumah pak Agus dalam keadaan kosong. Pak Agus dan keluarganya sedang ke luar kota. Menurut informasi dari pak Agus, orang tak dikenal tersebut membawa sejumlah perhiasan dan uang.
  • Isi dari laporan di atas adalah : Terjadi pencurian di rumah Pak Agus, barang yang hilang adalah perhiasan dan uang.
  • Penulisan yang tepat pada kalimat yang dicetak miring adalah : Pada hari Selasa, 11 Maret 2011 rumah Pak Agus dimasuki orang tak dikenal

Pembenahan Ejaan
Ejaan dalam laporan arus menggunakan ejaan yang benar. Untuk dapat menentukan ejaan yang benar harus diperhatikan setiap bagian tulisan. Ejaan yang dimaksud dalam laporan dapat berupa penggunaan huru kapital dan penggunaan tanda baca. Perhatikan beberapa contoh penggunaan ejaan dalam laporan berikut ini :

Contoh 1 :
Sungai Kuning terletak di pinggir desa kuning. Air Sungai Kuning masih jernih dan bersih. Aliran air Sungai Kuning pun lancar dan tidak terhalang sampah. Pantas saja penduduk desa masih menggunkan air Sungai Kuning untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kalimat yang dicetak miring menggunakan ejaan yang kurang tepat. Pembenahan kalimat yang dicetak miring adalah : Sungai Kuning terletak di pinggir Desa Kuning.

Contoh 2 :
Kegiatan kunjungan kemuseum diadakan hari Sabtu 19 Nopember 2011. Kunjungan dilakukan oleh semua siswa-siswi kelas V SD. Para siswa berangkat dari sekolah pukul 08.00 dengan mengendarai bus. Para siswa tiba di museum pada pukul 08.40.

Perbaikan kalimat yang dicetak miring tersebut adalah : Kegiatan kunjungan ke museum diadakan pada hari Sabtu, 19 Nopember 2011.

Contoh 3:

Laporan Kunjungan ke Museum BRI
Tempat : Purwokerto
Waktu : Minggu 13-11-2011

Hasil Kunjungan :

Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) terletak di Kota Purwokerto. Kota Purwokerto merupakan kota yang kecil dan sudah berusia 429 tahun. Museum BRI terletak di Jalan Bank. Kota Purwokerto mudah diingat oleh masyarakat karena makanan khas Mendhoan yang terbuat dari tempe kedelai.

Perbaikan ejaan pada keterangan waktu dalam laporan di atas adalah : Minggu, 13 Nopember 2011

Melengkapi Laporan Rumpang
Laporan rumpang adalah laran yang sengaja dihilangkan salah satu bagiannya. Bagian laporan : tempat yang dikunjungi, waktu dan tujuan kunjungan, dan hal-hal menarik yang ditemui selama kunjungan Tugas kita adalah melengkapinya dengan bagian yang tepat. Perhatikan contoh laporan berikut ini :

Contoh 1 :
Laporan Pengamatan
Tempat Kunjungan : Perpustakaan Daerah Kabupaten Gresik
Waktu Kunjungan : Sabtu, 28 Maret 2012
Tujuan Kunjungan : Mengamati keadaan perpustakaan
Hasil Kunjungan :........

ada bagian hasil kunjungan dapat kita isi dengan hasil pengamatan kita. Misalnya : Perpustakaan Daerah Kabupaten Gresik mempunyai 4 orang pegawai, 15.000 buku fiksi, dan 11.000 buku non fiksi.

Contoh 2 :
Laporan Hasil Kegiatan
Nama Kegiatan :......
Waktu pelaksanaan : Sabtu, 28 Maret 2012
Tempat : Halaman Sekolah Bina Bangsa
Kegiatan : Upacara, Lomba LKBB, tali temali

Nama kegiatan dapat ditentukan dengan melihat pada kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pada laporan tersebut adalah : upacara , Lomba LKBB, dan tali temali. Dari kegiatan tersebut dapat kita tentukan nama kegiatan yaitu : Latihan Pramuka.

Menyusun Paragraf Berdasarkan Gambar

visibilityView Article
Gambar seri adalah rangkaian gambar yang menceritakan suatu peristiwa. Setiap gambar menceritakan bagian dari cerita tersebut. Gambar tersebut dapat disusun secara urut sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut. Langkah pertama mengurutkan gambar seri adalah menemukan judl cerita dalam gambar seri tersebut. Setelah menemukan judul dalam gambar seri tersebut, selanjutnya adalah menentukan peristiwa pertama yang mungkin terjadi dalam gambar tersebut Selanjutnya, menentukan peristiwa yang lain yang disusun secara logis sehingga membentuk cerita yang runtut.

Berikut ini adalah langkah-langkah menulis karangan berdasarkan gambar.
a. Berilah judul yang sesuai.
b. Apabila gambar belum urut, urutkan gambar-gambar yang ada secara logis.
c. Buatlah kalimat yang menceritakan gambar tersebut.
d. Susunlah kalimat-kalimat tersebut dengan baik, sehingga menjadi sebuah cerita.


Perhatikan gambar seri berikut ini !
  • Judul pada gambar tersebut adalah Kecelakaan Sepeda Motor;
  • Gambar tersebut belum urut, urutkan yang logis adalah sebagai berikut : 4), 2), 3), dan 1
kita juga dapat menyusun sebuah paragraf berdasarkan gambar. Untuk menyusun paragraf berdasarkan gambar perlu diperhatikan gambar dengan teliti
Contoh 1 :

Dari gambar tersebut dapat disusun sebuah paragraf sebagai berikut :
Rani membawakan sebuah lagu dalam acara perpisahan siswa kelas VI. Banyak siswa lain yang menyaksikan penampilan Rani. Mereka kagum dengan kemampuan Rani menyanyikan sebuah lagu.



Perhatikan gambar di samping ! Dari gambar tersebut dapat kita susun sebuah paragraf seperti berikut ini :

Kendaraan ini hingga kina masih digunakan. Rodanya ada dua. Ada yang dilengkapi lonceng dan ada pula keranjang kecil untuk menyimpan perbekalan. Kendaraan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Pengendaranya harus mengayuh kendaraan ini.

Contoh 3

Perhatikan gambar di samping ! Dari gambar tersebut dapat kita susun sebuah paragraf seperti berikut ini :
Anak-anak sedang membersihkan halaman. Mereka bekerja secara bergotong-royong. Mereka mengambil sampah yang berserakan dari halaman sekolah. Sampah-sampah itu mereka kumpulkan dalam tong sampah. Setelah tong sampah tersebut penuh, baru dibawa ke tempat pembuangan sampah.

Beberapa Contoh Ungkapan

visibilityView Article
Terkadang dalam kegiatan sehari-hari, kita sering menggunakan ungkapan. Misalnya kambing hitam, besar hati, buah tangan dan lain-lain. Apa itu ungkapan ? Ungkapan atau Idiom adalah gabungan kata yang biasanya terdiri dari dua kata yang membentuk satu arti, dan apabila dipisahkan, maka akan memiliki arti yang berbeda satu sama lain.

Ungkapan sangat bermanfaat, karena banyak diperlukan dalam berbagai hal. Contoh ungkapan dapat kita temui baik dalam bahasa lokal maupun ungkapan bahasa Inggris. Pada tulisan ini, yang akan kita bahas kali ini adalah ungkapan dalam bahasa Indonesia. Ada terdapat banyak sekali ungkapan bahasa Indonesia yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh-contoh dari ungkapan.
  • Abdi masyarakat ↔ pegawai pemerintah yang pada dasarnya mengabdi pada masyarakat
  • Abdi negara ↔ pegawai pemerintah
  • Anak air ↔ selokan
  • Anak angkat ↔ anak orang lain yang dipelihara seperti anak sendiri
  • Anak bawang ↔ tak masuk hitungan
  • Anak buah ↔ anggota kelompok (regu pasukan)
  • Anak dagang ↔ orang perantauan
  • Anak kapal ↔ awak kapal
  • Anak kolong ↔ anak tentara
  • Anak emas ↔ orang yang paling disayang oleh atasan
Anak gawang
  • Anak gawang ↔ orang yang tugasnya mengambil bola dalam permainan sepakbola
  • Angkat bicara ↔ mulai berbicara
  • Angkat kaki ↔ melarikan diri
  • Angkat tangan ↔ menyerah, putus asa
  • Angkat topi ↔ kagum
  • Baju hijau ↔ tentara/militer
  • Banting harga ↔ menjual dengan harga murah.
  • Banting stir ↔ pindah pekerjaan atau berganti profesi
  • Banting tulang ↔ bekerja keras
  • Banyak mulut ↔ cerewet
  • Bawah tangan↔tidak secara resmi atau umum (tt penjualan, pelelangan, dsb)
  • Bedol desa ↔ perpindahan desa.
  • Berat tangan ↔ orang yang malas bekerja
  • Berbadan dua ↔ hamil
  • Berdarah biru ↔ keturunan orang bangsawan.
  • Berdarah dingin ↔ tidak mempunyai belas kasihan
  • Bergandang paha ↔ bersuka ria diatas penderitaan orang lain.
  • Berhati batu ↔ tidak menaruh iba samasekali
  • Bermuka dua ↔ orang yang tidak dapat dipercaya
  • Bertangan dingin ↔ apa yang dikerjakannya selalu berhasil
  • Berputar lidah↔berbelit-belit perkataannya; beringkar janji;
  • Berputih tulang ↔ mati atau meninggal dunia
  • Bersilat lidah ↔ beradu argumen/berdebat
  • Besar kepala ↔ sombong
  • Besar hati ↔ bangga
  • Biang keladi ↔ orang yang menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan
  • Biang kerok ↔ orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
  • Buah pena ↔ hasil karangan
  • Besar mulut ↔ suka membual
  • Buah tangan ↔ oleh-oleh
  • Buah hati ↔ orang yang dikasihi
  • Buah Bibir ↔ menjadi bahan pembicaraan
  • Buang muka ↔berpaling (tidak sudi melihat)
  • Cakap angin ↔ omong kosong
  • Cinta monyet ↔ kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak
  • Cuci gudang ↔ menjual semua persediaan barang.
  • Cuci mata ↔ cari hiburan dengan melihat sesuatu yang indah
  • Cuci tangan ↔ tidak mau terlibat dalam kesalahan yang dibuat orang lain;
  • Darah daging ↔ anak kandung
  • Darah biru ↔ keturunan bangsawan
  • Darah muda ↔ mudah bereaksi dan bertindak tanpa memikirkan lebih dahulu akibatnya; berjiwa muda
  • Datang bulan ↔ masa menstruasi pada wanita
  • Empat mata ↔ pembicaraan antara dua orang
  • Gelap mata ↔ hilang kesabaran
  • Gigit jari ↔ merasa kecewa
  • Gila harta ↔ terlalu mengejar-ngejar harta kekayaan
  • Gulung tikar ↔ bangkrut
  • Hangat hati ↔ bergirang hati
  • Hati putih ↔ mempunyai niat yang ikhlas
  • Hati berlian ↔ sangat baik hati
  • Hati kecil ↔ perasaan hati sebenarnya
  • Hati tungau ↔ penakut
  • Hidung belang ↔ mempunyai sifat suka mengganggu perempuan
  • Hutan beton↔areal yg dipenuhi oleh gedung pencakar langit:
  • Ibu kota ↔ kota pusat pemerintahan
  • Ibu jari ↔ empu jari, jempol
  • Ibu negara ↔ istri presiden/kepala negara
  • Ibu pertiwi ↔ tanah air
  • Isi hati ↔ perasaan yang terkandung didalamnya
  • Istri gelap ↔ perempuan simpanan; perempuan piaraan (yg tidak dinikahi)
  • Jalan buntu ↔ masalah yg tidak dapat dipecahkan atau diteruskan hingga selesai
  • Jalan keluar ↔ jalan pemecahan (untuk mengatasi suatu persoalan)
  • Jalan pintas↔ cara bertindak yang tidak mengikuti aturan (hukum); terobosan
  • Jantung hati ↔ orang yang disayangi dan dicintai
  • Jago merah ↔ api dalam kebakaran
  • Kabar angin ↔ desas - desus
  • Kabar burung ↔ kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
  • Kaki tangan ↔ orang kepercayaan/pembantu
  • Kaki lima ↔ pedagang di pinggir jalan
  • Kaki telanjang ↔ tidak bersepatu
  • Kepala batu ↔ sulit dinasehati
  • Kepala dingin ↔ tenang dan sabar
  • Kambing hitam ↔ orang yang menjadi pelimpahan suatu kesalahan yang tidak dilakukannya
  • Kecil hati ↔ penakut
  • Kejatuhan bulan ↔ mendapat untung besar
  • Kuda tunggang ↔ orang yang disuruh-suruh oleh orang lain untuk melakukan kepentingan orang tersebut.
  • Kuda hitam ↔ pemenang yang tak diduga-duga
  • Kutu buku ↔ orang yg suka baca buku
  • Lapangan hijau ↔ gelanggang olah raga
  • Lintah darat ↔orang yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi;
  • Lidah api ↔ ujung nyala api
  • Makan bawang ↔ seseorang yang sedang dalam kebimbangan/kebingungan
  • Mata angin ↔ arah angin datang
  • Mata batin ↔ perasaan dalam hati
  • Mata betung ↔ buta huruf
  • Mata dagangan ↔ barang dagangan
  • Mata uang ↔ satuan harga uang suatu negara
  • Mata gelap ↔ hilang kesabaran
  • Mata telanjang ↔ mata sebenarnya (tanpa kaca mata atau alat khusus lainnya)
  • Mati kutu ↔ tidak berdaya; tidak dapat berbuat apa-apa
  • Mati langkah↔kagok dan tidak dapat melangkahkan kaki:
  • Meja hijau ↔ pengadilan
  • Memasang telinga ↔ mendengarkan kabar
  • Membuat muka ↔ berpura-pura memelas agar mendapat bantuan orang lain.
  • Memeras keringat ↔ kerja keras
  • Memutar otak↔ memeras otak; memikir dng sungguh-sungguh;
  • Menangkap angin ↔ artinya melakukan pekerjaan yang sia-sia
  • Menepuk dada ↔ berbangga diri
  • Mengulur lidah ↔ meminta kembali barang yang sudah diberikan pada orang lain
  • Mengurut dada ↔ kecewa
  • Menusuk hati ↔ menyakiti perasaan
  • Menusuk hidung ↔ merangsang indra penciuman
  • Muka badak ↔ seseorang yang tidak punya rasa malu
  • Mulut manis ↔ menarik hati tutur katanya
  • Muka masam ↔ kecewa
  • Naik darah ↔ emosi
  • Naik daun ↔ mendapat nasib baik/karir meningkat
  • Naik pitam ↔ marah
  • Panjang akal ↔dapat berpikir dng baik; pandai mencari akal; tidak picik;
  • Panjang lidah↔suka mengomel; suka mengadukan hal kpd orang lain; suka memperkatakan orang
  • Panjang tangan ↔ suka mencuri
  • Pelita hati ↔ seseorang yang dapat melenyapkan rasa takut
  • Rendah hati ↔ baik, tidak sombong
  • Ringan tangan ↔ kasar atau suka melakukan tindak kekerasan
  • Salah jalan ↔ menempuh jalan yg tidak seharusnya
  • Salah langkah ↔ sial; malang
  • Sapu bersih ↔ memenangkan semua cabang olahraga yang dipertandingkan;
  • Sebatang kara ↔ hidup seorang diri, tidak memiliki saudara
  • Semata wayang ↔ anak tunggal
  • Setengah hati ↔ melakukan sesuatu tidak bersungguh-sungguh
  • Setengah tiang ↔ tanda berduka cita
  • Sampai hati ↔ tega
  • Tamu negara ↔ pemimpin tertinggi suatu negara yg berkunjung resmi ke negara lain
  • Tanah air ↔ negeri tempat kelahiran
  • Tangan hampa ↔ tak mendapat hasil apa-apa
  • Tangan kosong ↔ tidak bersenjata
  • Tangan terbuka ↔(diterima) dengan senang hati
  • Tangan besi ↔ memerintah dengan keras, diktator
  • Tangan kanan ↔ orang kepercayaan
  • Tebal Muka ↔ tidak mempunyai rasa malu
  • Tertangkap basah ↔ tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
  • Tinggi hati ↔ sombong
  • Tunjuk hidung ↔ langsung mengatakan apa yang dicurigai
  • Tumpah darah ↔ tanah air/negara
  • Tutup buku ↔ membuat neraca untung rugi pada akhir tahun
  • Turun tangan ↔ ikut camnpur masalah orang lain.
  • Tutup mata ↔ sengaja tidak mau tahu tentang apa pun yang terjadi
  • Tutup mulut ↔ tak mau bicara, tak mau membuka rahasia
  • Tutup usia ↔ meninggal dunia
  • Uang Panas ↔ Uang diperoleh dengan cara tidak sah.
  • Untung batu ↔ bernasib buruk
  • Untung sabut ↔ bernasib baik
  • Warung hidup ↔ pekarangan yang ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari-hari

Menulis Pantun

visibilityView Article
Menulis Pantun. Pantun adalah jenis puisi Melayu Lama yang satu baitnya terdiri atas empat larik dan bersajak a – b – a – b. Tiap baris terdiri atas 8 -12 kata. Larik pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan larik ketiga dan keempat berupa isi. Sampiran tidak mempunyai maksud, hanya diambil rima persajakannya. Jadi, jika kita hendak membuat pantun, sebaiknya membuat dahulu isinya, kemudian menyusul sampirannya.

Ciri Pantun
Pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Satu bait pantun berisi atas empat baris.
b. Satu baris pantun terdiri atas 8–12 suku kata.
c. Satu baris bersajak a – b – a – b.
d. Baris pertama dan baris kedua merupakan sampiran.
e. Baris ketiga dan baris keempat merupakan isi.

Menulis Pantun
Sajak baris pertama pantun sama dengan sajak akhir baris ketiga. Begitu pula sajak akhir baris kedua sama dengan sajak kahir baris keempat. Pantun yang rumpang dapat kita lengkapi dengan sampiran atau isi yang tepat. Dalam menulis baris pantun harus diperhatikan sajak yang terdapat dalam pantun.
Menulis Pantun
Contoh :
Jalan-jalan dekat pohon, (akhir baris adalah hon )
tempat indah hijau rumput ( akhir baris ut )
Maka isi yang tepat untuk melengkapi pantun di atas adalah :

Pada Tuhan kita memohon,
sesuai ajaran yang kita anut.

Menentukan Pesan dalam Pantun
Pantun mengandung pesan, pesan atau amanat dalam pantun merupakan sesuatu yang ingin disampaikan penulis pantun. Pesan dalam pantun bisa dipahami dari isi pantun.

Contoh :
Buah nangka buah kedondong,
jangan dimakan di siang terik
Hai, teman jangan berbohong,
bohong itu tidak baik
Pesan dalam pantun di atas adalah : Jangan suka berbohong karena berbohong tidak baik.

Dayung didayung perahu ke tepi
Agar cepat sampai ke sana
Kalau kamu tidak menepati janji,
Temanu takan pernah percaya
Pesan yang terkandung dalam pantun di atas adalah Tepatilah janjimu agar semua teman percaya kepadamu.

Kalau ada jarum yang patah,
Jangan disimpan dalam peti
Kalau ada kata yang salah,
Jangan disimpan dalam hati
Amanat yang terkandung dalam pantun tersebut adalah segeralah meminta maaf bila memiliki kesalahan.

Melengkapi Pantun
Melengkapi pantun harus mencermati ciri pantun. Pantun bersaja a-b-a-b, larik 1-2 sampiran, larik 3-4 isi. Jumlah suku kata terdiri atas 8 – 12 suku kata.

Contoh :
Banyaklah angsa berebut terbang,
membubung angsa menuju lepak
………….,
agunglah jasa ibu dan bapak
Kalimat yang tepat untuk melengkapi isi pantun di atas adalah banyaklah jasa disebut orang.

Gagak terbang tinggi,
rajawali hinggap di batu
…….
……
Kalimat yang tepat untuk melengkapi isi pantun tersebut adalah anak yang berbakti, pasti senang membantu ibu.

Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
(1).........
(2).........
(1) Pikir dulu sebelum bertindak , (2) Menyesal kemudian tiada guna

Menemukan Informasi Secara Cepat

visibilityView Article
Menemukan Informasi Secara Cepat. Salah satu cara untuk mencari informasi yang diperlukan adalah dengan cara membaca. Membaca sekilas merupakan cara membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya, kegiatan membaca ini dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Jika ingin memilih acara kesayanganmu, kamu dapat membaca jadwal acara yang dimuat surat kabar. Jika ingin melihat jadwal perjalanan kereta kita dapat melihatnya di stasiun Berikut ini Jadwal perjalanan kertea dan Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat .

Jadwal Perjalanan Kereta Api
No Nama KA Stasiun Keberangkatan Waktu Keberangkatan Stasiun Kedatangan Waktu Kedatangan Pemberhentian
1 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 08.01 Jakarta Gambir 18.37 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
2 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 09.30 Surabaya Pasar Turi 19.58 Pekalongan, Semarang Tawang
3 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 20.00 Jakarta Gambir 06.31 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
4 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 21.30 Surabaya Pasar Turi 07.57 Pekalongan, Semarang Tawang
5 Argo Wilis Surabaya Gubeng 07.30 Bandung 19.56 Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Kroya, Banjar, Tasikmalaya
6 Argo Wilis Bandung 07.00 Surabaya Gubeng 19.47 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Karanganyar, Tugu Yogyakarta,
Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Jombang
7 Argo Lawu Solo Balapan 08.00 Jakarta Gambir 16.03 Klaten, Tugu Yogyakarta, Purwokerto, Jatinegara
8 Argo Lawu Jakarta Gambir 20.00 Solo Balapan 04.04 Purwokerto, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Klaten
9 Argo Dwipangga Solo Balapan 20.00 Jakarta Gambir 04.06 Klaten, Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Purwokerto, Jatinegara
10 Argo Dwipangga Jakarta Gambir 08.00 Solo Balapan 16.04 Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Klaten

Dari jadwal perjalanan di atas dapat dinyatakan :
  • Kereta Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Turi Surabaya pukul 08.01 dan datang di Stasiun Gambir pukul 18.37;
  • Kereta Argo Wilis berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya menuju Bandung berhenti di Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Kroya, Banjar, dan Tasikmalaya;
  • Kereta yang berangkat dari Stasiun Balapan menuju Stasiun Gambir adalah Kereta Argo Dwipangga;

Jadwal Kedatangan dan Keberangkatan Pesawat di Bandara Juanda

Pernyataan yang sesuai dengan jadwal kedatangan dan keberangatan pesawat di bandara Juanda di atas adalah :
  • Pesawat Garuda kode penerbangan GA 361 adalah pesawat yang paling awal mendarat di Bandara Juanda;
  • Pesawat Wings Air kode penerbangan IW 1873 tujuan Jakarta berangkat pukul 18.32;
  • Pesawat Garuda Indonesia kode penerbangan GA 349 datang di bandara Juanda pukul 19.25 dan berangkat ke Denpasar pukul 19.30;
  • Pesawat yang datang paling akhir di Bandara Juanda adalah Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 349
  • Pesawat Lion Air kode penerbangan JT 950 datang di Bandara Juanda lebih awal dari pesawat Airfast kode penerbangan AFE 121;
  • Pesawat Air Asia kode penerbangan QZ 7621 datang dari Denpasar pukul 19.05;
  • Jika pesawat Lion Air kode penerbangan JT 586 berangkat ke Jakarta pukul 20.00, berarti pesawat tersebut pemberangkatannya tertunda 5 menit

Menentukan Isi Pengumuman

visibilityView Article
Pengumuman adalah pesan atau informasi yang disampaikan kepada umum. Tujuan pengumuman adalah untuk menyampaikan sesuatu agar diketahui oleh umum (masyarakat). Pengumuman yang baik menggunakan bahasa yang singkat, padat dan mudah dipahami isinya. Bahasa yang singkat berarti bahasa itu ringkas, tidak berbelit-belit. Bahasa pengumuman harus padat, maksudnya ada keterpaduan antar paragraf, terdapat hubungan erat antara kalimat satu dengan lainya dalam sebuah paragraf.

Pengumuman harus memuat kepada siapa pengumuman ditujukan atau sasaran pengumuman; isi pengumuman; tempat dan tanggal pengumuman dibuat, serta pembuat pengumuman. Perhatikan contoh pengumuman berikut :

Menentukan Isi Pengumuman
Isi pengumuman merupakan maksud yang ingin disampaikan dalam pengumuman. Cara menentukan isi pengumuman adalah dengan membaca kalimat pembukan dan isi pengumuman yang terdiri dari hari, tanggal, waktu, tempat dan keperluan. Perhatikan contoh pengumuman berikut :

Pengumuman
Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas 4, 5, dan kelas 6 SD Mandiri, bahwa SD Mandiri akan mengadakan pelatihan Dokter Kecil. Setiap kelas wajib mengirimkan lima orang wakil untuk mengikuti pelatihan dokter kecil. Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 14 - 17 Mei 2008 di gedung serbaguna SD Mandiri. Peserta akan mendapatkan seragam dan sertifikat.

Bagi siswa yang akan mengikuti pelatihan dokter kecil harap mendaftarkan diri di kantor guru. Pendaftaran paling lambat tanggal 10 Mei 2008.
Surakarta, 20 April 2008
Kepala Sekolah
Abdullah S. Pd.
Sumber : Buku BSE Kelas IV, Samidi

Dari pengumuman di atas dapat kita tentukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Pengumuman tersebut ditujukan kepada seluruh siswa kelas 4, 5, dan kelas 6 SD Mandiri
  2. Pengumuman tersebut berisi kegiatan pelatihan Dokter Kecil di SD Mandiri Jaya
  3. Pengumuman dibuat di Surakarta pada tanggal 20 Mei 2008;
Pembuat pengumuman adalah Kepala Sekolah SD Mandiri Jaya bapak Abdullah, S. Pd.

Jadi isi pengumuman di atas adalah Sekolah akan mengadakan kegiatan pelatihan dokter kecilpada tanggal 14 - 17 Mei 2008.

Berikut ini beberapa contoh soal pengumuman

Pengumuman
Dalam rangka menyukseskan program penghijauan, sekolah akan mengadakan penanaman pohon buah-buahan di kebun sekolah. Murid-murid diminta membawa satu bibit pohon buah ke sekolah.

Isi pengumuman tersebut adalah. …
  • a. Informasi tentang kebersihan sekolah
  • b. Pengadaan program penghijauan
  • c. Penanaman pohon buah-buahan di sekolah
  • d. Informasi untuk murid agar membawa satu pohon buah ke sekolah

Isi pengumuman tersebut adalah informasi untuk murid agar membawa satu pohon buah ke sekolah

Sehubungan dengan hasil ujian tengah semester, SD Taruna Bangsa akan mengadakan remidi. Siswa yang mendapatkan nilai di bawah 6 harus mengikuti remidi….Atas perhatian siswa, saya ucapkan terima kasih. Isi pengumuman tersebut adalah …
  • a. Hasil ujian tengah semester sangat bagus.
  • b. Siswa diminta belajar dengan tekun karena remidi ini sangatlah penting.
  • c. SD Taruna akan mengadakan remidi
  • d. Siswa kelas VI akan mengikuti remidi.
Isi pengumuman tersebut adalah SD Taruna akan mengadakan remidi

Pengumuman
Diberitahukan kepada semua siswa SD Harapan Jaya. SD Harapan Jaya akan mengadakan lomba baca puisi. Diharapkan kepada siswa-siswi yang berminat segera mendaftarkan diri di sekretariat Pendaftaran ditutup tanggal 7 mei 2012.

Demikianlah pengumuman ini disampaikan. Terima kasih.
Isi pengumuman tersebut adalah. …
  • a. SD Harapan Jaya akan mengadakan lomba baca puisi.
  • b. Pendaftaran peserta lomba di sekretariat.
  • c. Pendaftaran ditutup tanggal 7 Mei 2011.
  • d. Siswa wajib mengikuti lomba baca puisi.

Isi pengumuman tersebut adalah SD Harapan Jaya akan mengadakan lomba baca puisi.

Melengkapi Pengumuman
Pengumuman bertujuan untuk menginformasikan sesuatu kepada pembaca. Kalimat pertama pengumuman memiliki maksud bahwa pembuat pengumuman ingin menyampaikan informasi kepada banyak orang. Kalimat pertama pengumuman biasanya menggunakan kata "Diberitahukan kepada......." atau "Diumumkan kepada....." Perhatikan contoh pengumuman berikut ini :
Contoh 1 :

Pengumuman
..................Sehubungan dengan hal itu, semua siswa diharapkan hadir di halaman sekolah tepat pukul 07.oo WIB mengenakan pakaian seragam merah-putih.

Untuk melengkapi pengumuman di atas dapat kalimat : Diumumkan kepada seluruh siswa SD Maju Jayaa, dalam rangka memperinagti hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2012, sekolah akan melaksanakan upacara.

Contoh 2 :
Pengumuman

.......SD Budi Asih akan mengadakan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan direncanakan pada hari Jum'at, 12 Maret 2012. Semua siswa diwajibkan membawa peralatan kebersihan.

Untuk melengkapi pengumuman di atas dapat kalimat : Diumumkan kepada seluruh siswa SD Budi Asih untuk membawa peralatan kebersihan ke sekolah pada hari Jum'at, 12 Maret 2012.

Contoh 3 :

........

Siswa yang berminat supaya mendaftar kepada ketua kelas masing-masing paling lambat hari Senin, 12 April 2012. Lomba akan diadakan hari Sabtu, 17 April 2012. Pembagian hadiah bagi pemenang pada hari Rabu, 21 April 2012.

Demikian mohon diperhatikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Untuk melengkapi pengumuman di atas dapat kalimat : Diumumkan kepada seluruh siswi SD Negeri 4 Karanganyar, dalam rangka memperingati Hari Kartini sekolah kita akan mengadakan lomba kartini kecil.

Menentukan Isi Bacaan

visibilityView Article
Menentukan Isi Bacaan. Bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Setiap bacaan memuat inti masalah yang ingin disampaikan. Isi bacaan masing-masing paragraf merupakan inti masalah yang dibahas dalam bacaan. Isi bacaan meliputi apa yang dibahas, berkaitan dengan orang yang ada dalam bacaan, berkaitan dengan waktu dan tempat kejadian dalam bacaan. Berikut ini contoh bacaan :

Berkemah
Hari ini siswa kelas IV SD Maju Pintar mengadakan perkemahan. Kegiatan berkemah dilaksanakan untuk melatih kemandirian para siswa. Hari Sabtu pukul 06.00 para murid sudah berkumpul di halaman sekolah. Tepat pukul 06.30 mereka berangkat menuju Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Mereka tampak bergembira ria menikmati perjalanan.

Setibanya di tempat tujuan, mereka mendirikan tenda. Selanjutnya, mereka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan makan dan minum. Persiapan itu dimulai dengan menjerang air, menanak nasi, serta memasak sayur dan lauk pauk. Semua bahan makanan yang dibawa para siswa berasal dari sumbangan orangtua siswa. Pada sore hari kegiatan itu baru selesai dengan tuntas.

Setelah makan malam bersama, mereka berkumpul di tengah lapangan dan mengadakan acara api unggun. Ada empat regu yang mengisi acara api unggun tersebut. Ada yang bermain drama, menyanyi, menari, dan sebagainya.

Keesokan harinya mereka mengadakan jelajah tempat. Pada acara ini, selain muncul keseriusan, terjadi juga peristiwa peristiwa lucu yang dapat mengocok perut. Kegiatan ini benar-benar menjadi sebuah kenangan yang sulit dilupakan.

Menggunakan Kalimat Tanya
  1. Kata tanya siapa menanyakan orang (pelaku, penderita). Contoh : Siapa yang sedang berkemah ? ( siswa kelas IV SDN Maju Pintar )
  2. Di mana menanyakan tempat. Contoh : Di mana api unggun dilaksanakan ? ( di tengah lapangan )
  3. Ke mana menanyakan tujuan. Contoh : Ke mana mereka pergi pada hari Sabtu ? ( Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu )
  4. Dari mana menanyakan asal. Contoh : Dari mana asal bahan makanan yang mereka masak ? ( sumbangan orangtua siswa )
  5. Mengapa menanyakan alasan. Contoh : Mengapa mereka pergi berkemah ? (untuk melatih kemandirian )
  6. Kapan menanyakan waktu. Contoh : Kapan mereka berangkat ke bumi perkemahan ? ( hari Sabtu )
  7. Berapa benanyakan jumlah. Contoh : Berapa regu yang mengisi acara api unggun ? ( empat regu )
Menentukan Pikiran Pokok Bacaan
Pikiran pokok adalah ide utama dari sebuah paragraf. Pikiran pokok dalam suatu paragraf biasanya terdapat di awal paragraf, di akhir, atau di awal dan di akhir paragraf. Pikiran pokok pada umumnya dijelaskan dengan kalimat-kalimat penjelas sebagai uraian dari pikiran pokok atau gagasan pokok. Perhatikan paragraf berikut !

Marpaung adalah anak yang rajin. Setiap ada PR dari guru di sekolah, dia selalu mengerjakan dengan baik, bahkan dia mengerjakan lebih dahulu. Dia tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Begitu pula jika ada pekerjaan rumah dari orang tuanya. Dia juga mengerjakannya dengan rajin. Pekerjaan seperti memberi makan ayam dan membersihkan ruang selalu dikerjakan dengan baik.

Pikiran pokok dari paragraf di atas adalah Marpaung anak yang rajin. Kata rajin dapat ditunjukkan dengan kalimat selalu mengerjakan PR, membantu pekerjaan orang tua, memberi makan ayam, dan lain sebagainya.

Menentukan Kalimat Yang Sesuai dengan Paragraf
Paragraf terdiri atas sekumpulan kalimat yang saling berhubungan. Kalimat-kalimat tersebut membentuk satu pikiran pokok. Kita dapat menentukan kalimat yang sesuai dengan isi paragraf dengan cara membahasakan kembali paragraf dengan pernyataan yang lain.

Dari paragraf di atas dapat ditentukan beberapa kalimat tanya yang sesuai, misalnya :
Bagaimana sifat Marpaung ?
Apa saja yang dilakukan Marpaung di rumah ?
Berikut ini contoh soal menentukan isi bacaan.

Contoh 1 :
Mengharumkan Sekolah
Setiap hari Jum’at sekolah kami mengadakan kegiatan Jum’at Bersih. Untuk memperlancar kegiatan tersebut, para siswa diwajibkan membawa alat-alat kebersihan, seperti sapu dan kemoceng. Kegiatan Jum’at Bersih pada minggu ini tidak hanya sekedar membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga mengadakan gerakan mengharumkan sekolah.

Kegiatan mengharumkan sekolah dilakukan agar para guru dan siswa lebih kerasan dan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan lancar. Oleh karena itu, baik para guru maupun siswa harus bertanggung jawab atas kebersihan dan keharuman sekolah.

Gerakan mengharumkan sekolah dimulai dengan mengharumkan ruang kelas. Ini menjadi tanggung jawab para penghuni kelas. Setelah kelas disapu dan dipel, meja kursi ditata. Selanjutnya, kelas dan ruang diberi pengharum ruangan. Selain itu, kamar kecil juga diharumkan.
1. Siapa yang bertanggung jawab mengharumkan ruang kelas ?
a. Seluruh warga sekolah
b. Siswa kelas VI
c. Para penghuni kelas
d. Bapak dan ibu guru
Yang bertanggung jawab mengharumkan ruang kelas adalah seluruh warga sekolah (para guru dan para siswa)

2. Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf ke-1 adalah. …
a. Apa yang diadakan sekolah setiap hari jum’at ?
b. Di mana pertama kali penghuni kelas melakukan kegiatan mengharumkan sekolah ?
c. Apa tujuan dilakukan kegiatan mengharumkan sekolah ?
d. Siapa yang bertanggungjawab atas kebersihan dan keharuman sekolah ?
Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf ke-1 adalah : Apa yang diadakan sekolah setiap hari jum’at ?

3. Ide pokok paragraf kedua bacaan tersebut adalah. …
a. Kegiatan Jum’at Bersih
b. Kegiatan belajar di sekolah
c. Tujuan kegiatan mengharumkan sekolah
d. Memulai gerakan mengharumkan sekolah
Ide pokok paragraf kedua bacaan tersebut adalah Kegiatan Jum’at Bersih

4. Kalimat berikut yang sesuai dengan paragraf ke-3 adalah. …
a. Setiap hari Jum’at siswa-siswa diwajibkan membawa alat kebersihan
b. Guru dan siswa harus bertanggungjawab terhadap kebersihan sekolah
c. Gerakan mengharumkan sekolah dimulai dari ruang kelas
d. Gerakan mengharumkan ruang kelas menjadi tanggung jawab seluruh warga kelas
Kalimat yang sesuai dengan paragraf ke-3 adalah : Gerakan mengharumkan ruang kelas menjadi tanggung jawab seluruh warga kelas.

Contoh 2 :
Semua Anak Usia Sekolah Tertampung
Penerimaan Siswa Baru (PSB) baru akan dimulai pertengahan Juni. Namun, Dinas Pendidikan sudah mempersiapkan infrastruktur, diantaranya membangun gedung sekolah dan ruang kelas baru. Tujuanya supaya kekurangan daya tampung di sekolah negeri yang terjadi setiap tahun bisa teratasi.

Sebagai nakhoda Dinas Pendidikan, Muslim Bidin bersama jajarannya sibuk mempersiapkan PSB tahun pelajaran 2011/2012. Berbeda dengan tahun sebelumnya, beliau optimis semua anak usia sekolah di Batam tertampung pada tahun 2011

Strategi yang digunakan salah satunya adalah meningkatkan kualitas guru di Batam. Caranya dengan mengadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik..
1. Apa kepanjangan PSB ?
a. Penerimaan Siswa Berprestasi
b. Penerimaan Siswa Berpotensi
c. Penerimaan Siswa Batam
d. Penerimaan Siswa Baru
Penerimaan Siswa Baru (PSB)

2. Kalimat tanya yang sesuai dengan paragraf pertama adalah. …
a. Mengapa Dinas Pendidikan mempersiapkan infrastruktur ?
b. Bagaimana proses membangun gedung sekolah dan ruang kelas baru ?
c. Siapa yang memberi pelatihan kepada para guru ?
d. kapan diadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga
Kependidikan serta Peningkatan Kulifikasi Tenaga Pendidik ?
Kalimat tanya yang sesuai dengan paragraf pertama adalah Mengapa Dinas Pendidikan mempersiapkan infrastruktur ?

3. Ide pokok pargraf kedua adalah. …
a. Muslim Bidin adalah nakhoda Dinas Pendidikan.
b. Kesibukan Muslim Bidin beserta jajarannya mempersiapkan PSB tahun pelajaran 2011/2012.
c. Semua anak usia sekolah di Batam tertampung pada tahun 2011.
d. Muslim Bidin pesimis bahwa anak sekolah di Batam tidak tertampung pada tahun 2011.
Ide pokok pargraf kedua adalah Kesibukan Muslim Bidin beserta jajarannya mempersiapkan PSB tahun pelajaran 2011/2012.

4. Kalimat yang sesuai dengan paragraf pertama adalah. …
a. Pembangunan gedung sekolah dan kelas baru dilakukan setiap tahun
b. Daya tampung sekolah negeri tidak dapat diatasi.
c. Sebelum Penerimaan Siswa Baru Dinas Pendidikan sudah mempersiapkan infrastruktur
d. Setiap tahun Dinas Pendidikan menghadapi masalah Penerimaan Siswa Baru.
Kalimat yang sesuai dengan paragraf pertama adalah Sebelum Penerimaan Siswa Baru Dinas Pendidikan sudah mempersiapkan infrastruktur

Unsur-unsur Kalimat

visibilityView Article
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Unsur-unsur kalimat terdiri dari : Subyek, Predikat, Obyek, dan Keterangan.

A. Subjek
Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat. Subjek menentukan kejelasan makna kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, dapat mengaburkan makna kalimat. Keberadaan subjek dalam kalimat berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk, (2) memperjelas makna, (3) menjadi pokok pikiran, (4) menegaskan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, dan (6) membentuk kesatuan pikiran.

Ciri-ciri subjek:
  1. jawaban apa atau siapa
  2. didahului kata bahwa
  3. erupa kata atau frasa benda (nomina)
  4. disertai dengan kata ini atau itu
  5. disertai pewatas yang
  6. kata sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa
  7. tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain.
  8. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan.
Contoh :
Ardi bermain bola di halaman.
Siswa kelas VI sedang menjalani ujian matematika.
Melukis itu melatih kreatifitas.
Unsur-unsur Kalimat

B. Predikat
Seperti halnya dengan subjek, predikat kalimat kebanyakan muncul secara eksplisit. Keberadaan predikat dalam kalimat berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar, kalimat tunggal, kalimat luas, kalimat majemuk, (2) menjadi unsur penjelas, yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat, (3) menegaskan makna, (4) membentuk kesatuan pikiran, dan (5) sebagai sebutan.

Ciri-ciri predikat:
  1. jawaban mengapa, bagaimana
  2. dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan
  3. dapat didahului keterangan aspek: akan, seudah, sedang, selalu, hampir
  4. dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya, dan lain-lain
  5. tidak didahului kata yang, jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek
  6. didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni
  7. predikat dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat atau bilangan.
Contoh :
Rini menyanyi dengan merdu.
Tono membaca buku cerita.
Ayah bekerja di sawah.

C. Objek
Subjek dan predikat cenderung muncul secara eksplisit dalam kalimat, namun objek tidaklah demikian halnya. Kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek. Biasanya, predikat ini berupa kata kerja berkonfiks me-kan, atau me-i, misalnya: mengembalikan, mengumpulkan; me-i, misalnya: mengambili, melempari, mendekati. Dalam kalimat, objek berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif, (2) memperjelas makna kalimat, dan (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran.

Ciri-ciri objek:
  1. berupa kata benda
  2. tidak didahului kata depan
  3. mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif
  4. jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif
  5. dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.

Obyek terdiri dari dua macam yaitu objek penderita dan objek penyerta :
1. Objek penderita adalah kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subjek.
Makna objek penderita :
Penderita
Contoh : Pak Ali membajak sawah
Penerima
Contoh : Ibu menjahit baju adik
Tempat
Contoh : Wisatawan mengunjungi Pulau Bali .
Alat
Contoh : Andi melempar bola ke arah Budi.
Hasil
Contoh : Anak-anak mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia.

2. Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami
sesuatu.
Makna objek penyerta :
Penderita.
Contoh : Ibu membelikan adik buku baru.
Hasil.
Contoh : Penjahit itu membuatkan ibu baju kebaya.

D. Keterangan
Keterangan kalimat berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang terkait dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain.

Ciri-ciri keterangan:
  1. bukan unsur utama kalimat, tetapi kalimat tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap.
  2. tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat
  3. dapat berupa: keterangan waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina (menggunakan kata bahwa).

Jenis-jenis keterangan :
Keterangan tempat
Contoh : Ayah akan perdi ke Surabaya
Keterangan alat
Contoh : Ibu memotong sayuran dengan pisau
Keterangan waktu
Contoh : Andi belajar matematika pukul 8 malam
Keterangan tujuan
Contoh : Bayi harus minum susu supaya sehat
Keterangan penyerta
Contoh : Ibu pergi ke pasar bersama kakak .
Keterangan cara
Contoh : Bacalah buku itu dengan seksama
Keterangan sebab
Contoh : Toni tidak naik kelas karena malas belajar

Menyimpulkan Isi Berita

visibilityView Article
Menyimpulkan Isi Berita. Dalam menyimpulkan berita yang akan kita dengar dari radio atau televisi, kita dapat berlatih dengan meminta temanmu untuk membacakan sebuah berita dengan berbagai tema, misalnya tema tentang kesehatan. Setelah menyimak berita tersebut kita dapat melatih kemampuan menyimpulkan berita dengan cara membaca kembali teks berita yang telah dibacakan teman tersebut. Selanjutnya, kita harus menentukan pokok-pokok berita dan menyimpulkannya dengan menggunakan kalimatmu sendiri

Cara menyimpulkan isi berita adalah menyimak berita saksama dan mencatat pokok-pokok berita pada saat mendengarkan berita. Catatlah pokok-pokok berita dengan kalimat pendek agar tidak ketinggalan dalam menyimak berita. Membuat kesimpulan berita. Kesimpulan dibuat dengan merangkaikan pokok-pokok berita yang telah dicatat menjadi beberapa kalimat.

Langkah-langkah menyimpulkan isi berita sebagai berikut :
  • Menyimak berita dengan seksama.
  • Mencatat pokok-pokok isi berita yang kita dapatkan : tema, peristiwa, yang diberitakan, orang yang diberitakan, tempat kejadian, waku kejadian, proses terjadinya peristiwa yang sedang diberitakan.
  • Membuat kesimpulan berita dengan cara menyusun pokok-pokok berita kemudian disusun dalam kalimat berita.

Cara menyimpulkan isi berita dapat ditulis dalam sebuah paragraf berdasarkan pokok pokok pikiran yang telah ditemukan dalam wacana berita. Perhatikan contoh berikut !

Andik Vermansyah Pemain Indonesia Yang Harus Diwaspadai Malaysia

Pada pertandingan pertama melawan Laos, Andik langsung tancap gas. Pemain Persebaya Surabaya itu menjadi inspirator serangan-serangan Indonesia ke gawang Laos. Melalui tusukan-tusukannya di awal pertandingan, ia sempat mengancam gawang Laos seandainya umpannya kepada Irfan Bachdim berhasil diselesaikan dengan baik.

Saat Indonesia tertinggal 0-1 dan bermain dengan 10 pemain Andik berjasa membuat bek Laos Sopha Saysana memperoleh kartu merah. Saysana terlihat emosional dan mengganjal Andik dengan keras. Setelah bermain dengan 10 orang, serangan Laos mengendur meskipun memperoleh sejumlah peluang menjebol gawang Wahyu Tri Nugroho. Namun Laos berhasil unggul 2-1 lewat Keoviengphet Liththideth.

Saat posisi tertinggal, lagi-lagi Andik menyelamatkan muka Indonesia saat tendangan kerasnya yang gagal ditangkap kiper Laos dengan sempurna berhasil dimanfaatkan Vendry Mofu menjadi gol balasan 2-2.

Penampilan gemilang Andik berlanjut pada partai kedua melawan Singapura. Meskipun baru turun di babak kedua melalui Ellie Aiboy, ia berhasil menginspirasi para pemain Indonesia yang lain untuk terus menggempur pertahanan Singapura. Andik berjasa membuat Singapura bermain dengan 10 pemain, saat Irwan Shah mengganjalnya di sisi kiri pertahanan timnya dan membuatnya memperoleh kartu kuning kedua. Puncak kepahlawanan Andik adalah pada menit ke-88 saat tendangan bebas spekulasinya menjebol gawang Singapura

Melawan Malaysia nanti, jika tidak cedera Andik diprediksi akan tampil sejak menit pertama untuk meneror pertahanan Harimau Malaya.
Sumber : www.goal.com

Cara menyimpulkan isi berita dapat dilakukan dengan mengambil pokok-pokok pikiran berita kemudian menuliskannya dalam kalimat-kalimat. Perhatikan contoh berikut !

Paragraf 1 : Andik Vermansyah menjadi inspirator serangan-serangan Indonesia ke gawang Laos

Paragraf 2 : Saat Indonesia tertinggal 0-1 dari Laos, Andik berjasa membuat bek Laos Saysana terkena kartu merah.

Paragraf 3 : Andik menyelamatkan muka Indonesia saat tendangan kerasnya gagal ditangkap kiper Laos dan dimanfaatkan oleh Vendry Mofu.

Paragraf 4 : Saat melawan Singapura Andik berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.

Paragraf 5 : Andik akan dimainkan sejak menit pertama untuk meneror pertahanan Malaysia

Kesimpulan :
Andik Vermansyah menjadi inspirator serangan-serangan Indonesia ke gawang Laos. Saat Indonesia tertinggal 0-1 dari Laos, Andik berjasa membuat bek Laos. Saysana terkena kartu merah. Andik menyelamatkan muka Indonesia saat tendangan kerasnya gagal ditangkap kiper Laos dan dimanfaatkan oleh Vendry Mofu. Saat melawan Singapura Andik berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. Andik akan dimainkan sejak menit pertama untuk meneror pertahanan Malaysia.

Unsur-unsur Drama Anak

visibilityView Article
Drama adalah sebuah karangan yang menggambarkan kehidupan atau watak manusia melalui tingkah laku yang dipentaskan. Drama disebut juga seni pertunjukkan atau teater. Pemain drama disebut aktor/aktris. Naskah drama disebut Script. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera. Di Indonesia, pertunjukan sejenis drama mempunyai istilah yang bermacam-macam. Seperti : Wayang orang, ketoprak, ludruk (di Jawa Tengah dan Jawa Timur), lenong (Betawi), randai (minang), reog (Jawa Barat), rangda (Bali) dan sebagainya.

Ludruk
Drama mengandung unsur – unsur intrinsik sebagaimana dongeng, cerita anak atau puisi. Unsur dalam yang membangun naskah drama disebut unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik sebuah drama adalah sebagai berikut:

a. Alur
Alur yaitu jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai dari awal pertunjukkan hingga berakhirnya pertunjukkan drama. Dalam alur drama ada istilah babak. Sebuah pertunjukan drama biasanya terdiri dari beberapa babak.

Alur terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
  • eksposisi/pemaparan; bagian alur tempat pengarang mulai mengenalkan tokoh-tokohnya.
  • pertikaian, tahap alur yang menggambarkan mulai adanya pertikaian, baik antartokoh maupun pada diri seorang tokoh,
  • Klimaks, yaitu tahap alur yang menggambarkan bahwa persoalan yang dihadapi tokoh mencapai puncaknya.
  • leraian, yaitu tahap alur yang menggambarkan bahwa persoalan mulai menurun,
  • penyelesaian, yaitu tahap yang menggambarkan bahwa persoalan selesai.

Secara sederhana, alur dibedakan menjadi bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Jenis alur ditentukan berdasarkan urutan penyajian peristiwa-peristiwa dalam cerita (drama).
Jenis alur dibedakan menjadi:
  • Alur maju, jika peristiwa-peristiwa dalam drama disampaikan secara progresif/maju dari awal, tengah, hingga akhir.
  • Alur mundur, jika peristiwa-peristiwa dalam drama disampaikan secara regresif/mundur yang diawali dari bagian penyelesaian, dan berangsurangsur mundur hingga ke bagian permulaan.
  • Alur campuran, jika peristiwa-peristiwa disampaikan secara maju dan mundur.

b. Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan naskah drama. Tema harus dirumuskan sendiri oleh pembaca melalui keseluruhan peristiwa dalam cerita (drama).

c. Tokoh dan Sifatnya
Tokoh dalam sebuah cerita drama adalah individu yang merupakan pelaku dalam cerita tersebut. Berdasarkan peranannya, dalam sebuah drama terdapat tokoh utama dan tokoh tambahan. Berdasarkan fungsi tampilannya, dikenal tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh utama dibedakan menjadi tokoh yang berwatak atau berperilaku baik disebut tokoh prontagonis dan tokoh yang berwatak buruk atau berperilaku jahat disebut tokoh antagonis. Sifat atau watak tokoh dapat diketahui dari perkataan dan perbuatannya. Misalnya tokoh yang suka memfitnah teman, memiliki sifat jahat.

d. Latar
Latar disebut juga setting yaitu gambaran tempat ,waktu dan segala situasi di tempat terjadinya peristiwa dalam drama atau cerita. Dalam sebuah pertunjukkan drama kehadiran latar atau setting dapat dilihat dari keadaan panggung seperti tata cahaya atau penampilan para tokohnya. Latar drama terdiri dari :
a. Latar waktu, misalnya, pagi hari, siang hari, malam hari.
b. Latar tempat, misalnya, di rumah, di jalan, di sekolah, di pasar, dan sebagainya.
c. Latar suasana, misalnya suasana gembira, sedih, cemas, dan sebagainya

e. Amanat
Amanat artinya pesan yang ingin disampaikan pengarang drama kepada orang yang menyaksikan pertunjukkan drama. Amanat sebuah drama disampaikan melalui tokoh drama (pelaku), baik melalui ucapan maupun perbuatan. Amanat berhubungan erat dengan tema. Amanat dapat dirumuskan setelah tema berhasil dirumuskan.

Menyusun Naskah Pidato

visibilityView Article
Pidato merupakan kegiatan berbicara di muka umum. Berpidato bisa dilakukan berdasarkan teks/naskah pidato (yang sudah disiapkan sebelumnya), berdasarkan catatan tentang garis besar isi pidato, ada pula yang serta merta, tanpa teks. Bagi pemula, dalam berpidato sebaiknya menggunakan teks/naskah pidato agar lancar. Orang yang berpidato disebut orator.

Ketika berpidato ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pidato dapat berjalan dengan baik. Berikut ini cara berpidato yang baik, adalahsebagai berikut.
  1. Menyampaikan pidato dengan sikap dan gaya yang wajar. Wajar artinya (badan, wajah, pandangan, cara berdiri, dan gaya penyampaiannya) tidak berlebih-lebihan. Tujuannya, agar minat pendengar tertuju pada apa yang disampaikan, bukan pada apa yang dilakukan pembicara.
  2. Mengucapkan kata-kata dengan lafal dan intonasi yang tepat.
  3. Mampu mengatur suara sehingga terdengar indah dan berirama.
  4. Memahami kondisi serta situasi pendengar.
Misalnya, ketika pendengar merasa lelah atau jenuh, pembicara bisa melemparkan gurauan untuk menyegarkan kembali suasana.

Sebelum berpidato tentunya kita harus menyiapkan teks pidato. Naskah pidato disusun berdasarkan langkah-langkah berikut.
  1. Menentukan tema atau pokok pembicaraan. Tema disesuaikan dengan peristiwa yang melatarbelakangi pidato. Misalnya, untuk acara perpisahan, kamu bisa menyampaikan tema “Berterima kasih kepada Bapak-bapak/Ibu- ibu Guru”.
  2. Mendaftar pokok-pokok isi yang akan disampaikan dalam pidato.
  3. Menentukan tujuan pidato. Tujuan pidato bermacam-macam, misalnya untuk mengemukakan atau menyampaikan sesuatu, menghibur, menjelaskan sesuatu atau mempengaruhi pendengar.
  4. Menyusun kerangka pidato. Kerangka pidato terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. a. Pendahuluan, berisi: salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan, ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang terkait, dan tujuan pidato. b. Isi. Isi pidato berisi uraian materi pidato. Isi pidato harus sesuai dengan tema. c. Penutup, berisi kesimpulan, saran, kritik, harapan-harapan, ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan salam penutup.
  5. Mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato.
Bagian-bagian pidato
Pembukaan :
- Salam pembuka
- Ucapan syukur kepada-Nya
- Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.

Isi :
- Terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru atas bimbingannya selama ini.
- Permohonan maaf kepada Bapak/Ibu Guru atas kekhilafan selama belajar di SD
- Pesan untuk teman-teman kelas VI.
- Pesan kepada adik-adik kelas.
- Akan terus mengenang jasa Bapak/Ibu Guru.

Penutup :
- Permohonan maaf jika ada kesalahan dalam bertutur kata selama berpidato.
- Harapan dan imbauan.
- Salam penutup.

Berikut ini contoh pidato perpisahan siswa kelas VI Sekolah Dasar

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala SDN ........., yang saya hormati Bapak/Ibu Dewan Guru guru SDN ........ beserta tenaga kependidikan, yang saya hormati bapak-bapak dan ibu-ibu wali siswa serta yang saya sayangi teman-teman siswa dan siswi SDN ............

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT, yang mana pada kesempatan yang berbahagia ini kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani, sehingga kita dapat melaksanakan acara perpisahan kelas 6 SDN ........... tanpa suatu halangan apapun.

Kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara perpisahan ini, saya sampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya.

Untuk bapak/ibu guru yang kami banggakan,
Masih terbayang dalam ingatan kami, ketika bapak dan Ibu guru mengajari kami dengan penuh sabar dan kasih sayang. Terima kasih bapak/ibu guru, ilmu yang kalian berikan telah membuka cakawala kami, menjadikan dunia kami lebih berwarna dengan seluruh ilmu pengetahuan yang telah engkau ajarkan kepada kami, walau terkadang sikap kami sering membuat hati bapak/ibu guru terluka. Namun, engkau tetap sabar memberikan ilmu yang bermanfaat, agar kami menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Atas semua kesalahan, hanya permohonan maaf yang dapat kami sampaikan, atas sikap kami yang tidak terpuji, kata-kata yang tidak sepantasnya kami ucapkan, dan kesalahan yang kami buat hingga melukai hati bapak/ibu guru. Kami cuma berharap semoga ketulusan dan keikhlasan bapak/ibu guru diganjar dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Terima kasih pahlawan tanpa tanda jasa. Jasamu abadi, akan kami kenang sepanjang masa dan semua kenangan yang berasal dari sebuah gedung Sekolah Dasar tidak akan kami lupakan.

Untuk teman-teman kelas 6,
Cerita kita tidak akan selesai disini. Kita masih bisa tersenyum dalam ilmu, dan tertawa dalam canda. Walau di tempat masing-masing yang berbeda. Perpisahan hari ini adalah langkah awal kita untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Mari benamkan dalam dada, tekadkan untuk terus mengharumkan nama sekolah kita tercinta ini.

Untuk adik-adik tercinta.
Saya mewakili teman-teman kelas 6 ingin menyampaikan pesan, tiada kesuksesan tanpa perjuangan, tiada perjuangan tanpa pengorbanan dan tiada pengorbanan tanpa keikhlasan. Kami yakin, di kemudian hari akan tiba juga saatnya adik-adik mencapai kelulusan. Kuncinya hanya Ikhlas dalam belajar, berusaha keras, dan tidak lupa berdoa. Insya Allah kelak adik-adik bisa seperti kami disini, lulus dengan nilai yang memuaskan, bahkan lebih baik lagi.

Untuk bapak/ibu guru yang kami banggakan.
Di hari-hari mendatang kami tentu tidak dapat lagi berdekatan seperti selama enam tahun belakangan ini. Namun demikian, jauhnya jarak bukan berarti juga jauhnya ikatan batin kami dengan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru. Di hati kami, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru masih sangat dekat seperti layaknya kami semua masih di sekolah ini. Segala pesan, petunjuk, petuah dan bimbingan yang selama ini kami dapatkan, insya Allah akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berbahagia,
Demikianlah sambutan dari saya selaku perwakilan dari seluruh teman-teman kelas 6, mohon maaf apabila ada kesalahan dan kami memohon doa restu dari hadirin, agar kami pelajar dan lulusan SDN ......... bisa menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Amin.

Akhiru Qalam, Assalamu'alaikum Wr.Wb.