Rekomendasi Untuk Anda × +

Cara Kerja Teropong Sebagai Alat Optik

Teleskop atau teropong adalah alat optik untuk mengamati benda-benda yang jauh terutama benda yang berada di langit seperti bulan dan bintang. Teleskop dapat menjalankan fungsi tersebut karena kemampuannya memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan, sehingga benda-benda yang jauh dapat terlihat lebih dekat dan jelas. Teleskop dirancang untuk mengumpulkan cahaya dari benda-benda yang jauh. Teleskop dapat berupa teleskop bias dan teleskop pantul.

A. Cara Kerja Teropong 
Secara umum teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa okuler.

Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi sebagai lup. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan cara berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa okulernya. Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okulernya.

B. Bagian-bagian Teropong
Teropong memiliki bagain-bagian yang membentuk menjadi sebuah teropong. Pada teleskop, bagian yang paling vital atau paling penting adalah lensanya. Teleskop memiliki dua lensa positif atau cembung, yang terletak dekat dengan objek disebut dengan lensa objektif, dan yang terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut dengan lensa okuler. Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami bagian-bagian lensa adalah sebagai berikut:
  1. Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya atau konvergen
  2. Lensa cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan cahaya atau divergen
  3. Cermin cembung adalah cermin yang menyebarkan cahaya
  4. Cermin cekung adalah cermin yang dapat mengumpulkan cahaya
  5. Jarak fokus merupakan jarak yang diperlukan oleh lensa atau cermin untuk mengarahkan cahaya pada titik fokus
  6. Bidang pandang merupakan area langit atau daerah yang dapat dilihat dan diamati melalui teleskop
  7. Perbesaran merupakan panjang fokus teleskop yang dibagi dengan panjang fokus lensa pada mata
  8. Resolusi merupakan jarak terdekat diantara kedua objek yang masih dapat dilihat sebagai dua objek yang terpisah.
C. Jenis-jenis Teleskop
Pada umumnya, teleskop terbagi menjadi tiga jenis, yaitu teleskop reflekktor, teleskop catadioptrik, dan teleskop refraktor
  1. Teleskop reflektor ialah salah satu jenis teleskop yang menggunakan sebuah cermin sebagai pengganti terhadap suatu lensa untuk menangkap sebuah cahaya dan memantulkannya. 
  2. Teleskop catadioptrik ialah salah satu jenis teleskop yang memiliki sistem kerja yang tidak jauh beda dengan dua jenis teleskop yang dijelaskan sebelumnya. Karena teleskop ini ialah suatu penggabungan dari teleskop refraktor dan reflektor, yang menggunakan dua buah media untuk pengumpulan sebuah cahayanya, yaitu cermin dan lensa.
  3. Teleskop refraktor ialah salah satu jenis teleskop bias yang terdiri dari beberapa kaca lensa yang sebagai alat yang digunakan untuk menangkap sebuah cahaya dan menjalankan sebuah fungsi teleskop.

A. Teleskop Bias
Teleskop bias sederhana merupakan kombinasi antara dua lensa cembung yang terletak pada bagian pipa. Lensa yang lebih besar adalah lensa objektif, sedangkan yang lebih kecil adalah lensa okuler (lensa mata). Lensa objektif membentuk sebuah bayangan dan kemudian bayangan tersebut akan diperbesar oleh lensa okuler.

Lensa objektif pada teleskop bias memiliki diameter yang lebih besar daripada diameter mata kamu saat membuka. Hal ini berarti akan lebih banyak cahaya yang dipantulkan oleh objek yang dapat masuk ke dalam lensa yang kemudian akan masuk ke dalam mata. Dengan demikian, bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif akan lebih jelas daripada bayangan yang terbentuk oleh mata.

Karena bayangan yang terbentuk sangat jelas, maka objek yang terlihat juga menjadi lebih detail. Untuk teropong bias masih terbagi menjadi beberapa jenis antara lain :

1. Teropong Bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di langit (bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar, sedangkan okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek.
Teropong Bintang
Panjang teropong : d = fob + fok
Sifat bayangan : maya, terbalik, diperbesar

2. Teropong Bumi
Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh dipermukaan bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih jelas, lebih dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif dan salah satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan. Pembentukan bayangan pada alat ini dapat dilihat dalam gambar berikut.
Teropong Bumi
Panjang teropong bumi adalah panjang fokus lensa obyektif ditambah 2 kali jarak fokus lensa pembalik dan panjang fokus lensa okuler. Dengan rumus : d = fOb + 4 fp + fOk
Sifat bayangan : maya, tegak, dan diperbesar

3. Teropong Panggung
Teropong panggung adalah teropong yang mengkombinasikan antara lensa positif dan lensa negatif. Lensa negatif digunakan sebagai pembalik dan sekaligus sebagai okuler. Sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan diperkecil. Seperti apa pembentukan bayangan pada teropong panggung? Perhatikan kegiatan berikut ini!

Prinsip kerja teropong panggung adalah sinar sejajar yang masuk ke lensa obyektif membentuk bayangan nyata tepat di titik fokus obyektif. Bayangan ini akan berfungsi sebagai benda maya bagi lensa okuler. Dan oleh lensa okuler akan dibentuk bayangan yang dapat dilihat oleh mata.
Teropong Panggung
Pada pengamatan tanpa berakomodasi maka panjang teropong adalah :
d = f (Ob) – f (Ok)
d = panjang teropong dalam meter
f (Ob) = panjang fokus lensa obyektif dalam meter
f (Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter
Sifat bayangan : maya, tegak, dan diperbesar

B. Teleskop Pantul
Lensa objektif yang terdapat pada teleskop pantul digantikan oleh cermin cekung. Bayangan dari sebuah objek yang letaknya jauh terbentuk di dalam tabung teleskop ketika cahaya dipantulkan dari cermin cekung. Cahaya yang dipantulkan objek yang jauh memasuki salah satu ujung tabung dan ditangkap oleh cermin lain pada ujung yang lain.

Cahaya ini dipantulkan dari cermin cekung ke cermin datar yang ada di dalam tabung. Cermin datar kemudian memantulkan cahaya ke lensa okuler, yang berfungsi memperbesar gambar.

Artikel Terkait

Blogger
thumb_up Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments