Rekomendasi Untuk Anda × +

Pola Hidup Sehat untuk Menjaga Sistem Ekskresi

Pola hidup sehat adalah pilihan sederhana yang dapat dilakukan untuk memperoleh hidup yang sehat. Atau dengan kata lain hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat.  Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa gaya hidup sehat adalah adalah pola hidup sehat adalah jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh fisik yang sehat secara jasmani maupun rohani.

Sedangkan sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya. Berikut ini beberapa pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk menjaga sistem ekskresi.

A. Cara Menjaga Kesehatan Ginjal
Kesehatan menjadi harta yang tak ternilai harganya, karena jika kita sakit akan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itulah, kita harus tetap menjaga kesehatan tubuh kita. Salah satu organ eksresi yang harus dijaga kesehatannya adalah ginjal. Beberapa cara menjaga kesehatan ginjal antara lain sebagai berikut.
  1. Makan teratur dan mengkonsumis makanan bergizi. Mengatur pola makan  dapat dilakukan dengan memilih makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran yang di tanam dengan tanpa pupuk kimia (organik) serta jauhilah makanan olahan, kurangi konsumsi garam berlebih, serta konsumsilah ikan atau daging putih tanpa lemak.
  2. Jagalah pencernaan. Menjaga pencernaan dapat dilakukan dengan menambah konsumsi makanan probiotik dan prebiotik serta makanan yang memiliki atau kaya serat yang cukup tinggi.
  3. Berhenti merokok. Stop kebiasaan merokok karena kandungan nikotin dalam rokok berperan penting dalam gangguan ginjal yang dialami.
  4. Jauhi alkohol. Stop dari minuman beralkohol karena dengan mengkonsumsi alkohol akan berdampak buruk bagi kesehatan ginjal anda. karena mengakibatkan peningkatan tekanan darah dalam tubuh yang pada akhirnya berujung pada gangguan ginjal anda.
  5. Minum air putih yang cukup. Minumlah air putih sesuai dengan kebutuhan yaitu sekitar 6-8 gelas sehari.
  6. Berolahraga secara teratur dan rutin. Rajin berolahraga adalah cara paling mudah untuk menjaga kesehatan ginjal. Bentuk olahraga yang bisa dilakukan seperti jalan kaki atau berlari setiap pagi.
  7. Usahakan tidak mengkonsumsi atau bahkan menghindari beberapa obat antibiotik dan anti nyeri. Obat antibiotik dapat merusak ginjal atau konsultasikan tentang penggunaan obat tersebut kepada dokter spesialis terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

B. Cara menjaga kesehatan kulit
Kulit selain sebagai organ ekskresi, juga berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari
kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, kuman-kuman, dan zat kimia. Selain itu, juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, dan menerima rangsangan dari luar. Agar kulit dapat berfungsi dengan baik maka perlu melakukan pola hidup sehat. Beberapa pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan kulit antara lain sebagai berikut.
  1. Perbanyak makan buah dan sayuran segar. Buah dan sayuran segar berperan membuat kulit yang sehat. Contoh buah buahan segar yang dapat membuat kulit sehat antara lain  jeruk, jeruk memiliki banyak kandungan vitamin C yang dapat membuat kulit awet muda dan tampak segar selalu. Sayur sayuran hijau yang dapat dikonsumsi diantaranya adalah bayam, sawi, dan masih banyak lagi lainnya.
  2. Perbanyak minum air putih. Air putih dapat membuat kulit menjadi sehat air putih yang dikonsumsi minimal 1,5 liter perharinya. Hal ini dikarenakan tubuh manusia yang terdiri dari banyak kandunagn air. Jika seseorang kekurangan air maka mereka akan mengalami dehidrasi dan kulit mereka menjadi kering dan kusam.
  3. Istirahat yang cukup. Dengan beristirahat kulit aakan menjadi sehat dan tidak kering. Gunakanlah waktu sekitar 8 jam anda untuk beristirahat selama satu hari, dengan begitu anda telah membiarkan kulit anda beristrahat juga.
  4. Hindari polusi karena dapat membuat kulit menjadi kusam dan jering, akibat yang di timbulkan dari sinar UV tersebut seseorang dapat terkena kanker kulit. Jangan biarkan sinar matahar mengenai kulit anda dalam jangka waktu karena dapat merusak kesehatan kulit.
Makanan Sehat
C. Cara Menjaga Kesehatan Hati
Hati selain sebagai organ dalam sistem pencernaan makanan, juga sebagai organ dalam sistem ekskresi. Karena hati berperan dalam merombak sel darah merah yang telah tua dan rusak. Pengubahan dilakukan oleh selsel khusus yang disebut sel histosit. Agar organ hati dapat berfungsi dengan baik tentunya dibutuhkan pola hidup yang sehat. Beberapa pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan hati antara lain sevagai berikut.
  1. Hindari konsumsi alkohol. Fungsi hati bisa terganggu bila mengonsumsi alkohol, maka stop konsumsi alkohol bila ingin tetap sehat.
  2. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak. Hindari makanan cepat saji untuk menjaga hati tetap dalam kondisi baik. Kontrol berat badan secara rutin, karena obesitas, seperti diabetes, bisa jadi pemicu penyakit hati.
  3. Melakukan pola hidup sehat seperti rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah makan atau setelah dari toilet. Jangan minum air dari peralatan yang digunakan orang asing, sebelum benar-benar mencucinya secara baik.
  4. Pemeriksaan kesehatan secara teratur. Seringkali penyakit hati ditemukan secara tidak sengaja atau pada saat memeriksaan penyakit lain. Diianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium setiap tahun untuk mengetahui kondisi hati sekaligus mendeteksi penyakit hati tahap awal.

D. Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru
Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Ketika manusia menghembuskan napas tentunya mengeluarkan gas yaitu karbondioksida dan uap air maka paru paru ini merupakan bagian dari sistem eksresi pada manusia. Agar paru-paru tetap sehat maka dibutuhkan pola hidup sehat. Beberapa pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan paru paru antara lain sebagai berikut.
  1. Berhenti merokok dianjurkan kepada setiap perokok, karena rokok memiliki kandungan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru
  2. Menjaga kebersihan udara di lingkungan sekitar. Udara yang bersih akan mengurangi risiko paru-paru terkontaminasi benda asing dari luar yang bisa merusaknya.
  3. Olahraga secara teratur dan rutin. Semakin baik kebugaran tubuh seseorang maka akan memudahkan paru-paru untuk menjaga jantung dan otot yang mensuplai oksigen.
  4. Meningkatkan kulaitas udara dalam ruangan. Udara dalam ruangan juga bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru anda. untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dapat anda lakukan dengan cara membersihkan setiap benda yang ada, seperti karpet, gorden, dll. 
  5. Mengkonsumsi makanan bergizi. Makanan yang mengandung anti oksidan merupakan sumber yang baik untuk paru-paru. Antioksidan bisa didapat dari sayuran dan buah.

Uji Urin
Tujuan : Menguji urin untuk mengidentifikasi kesehatan organ ekskresi manusia.

Alat dan Bahan
  1. Tabung reaksi (satu tabung per sampel uji)
  2. Rak tabung reaksi
  3. Pipet tetes
  4. Kertas label
  5. Kaki Tiga
  6. Urin
  7. Penjepit tabung reaksi
  8. Termometer
  9. Gelas kimia
  10. Air panas
  11. Pembakar spiritus

a. Uji Urin yang Mengandung Gula
Reagen Benedict digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung. Reagen ini berwarna biru jernih. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen Benedict, maka akan terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi biru kehijauan atau kuning atau merah bata berarti bahan makanan tersebut mengandung gula. Perubahan warnanya bergantung pada kadar gula dalam sampel.

Langkah-langkah
  1. Masukkan 40 tetes (2 mL) sampel urin ke dalam tabung reaksi, beri label setiap sampel
  2. Tambahkan 10 tetes larutan Benedict pada masing-masing tabung reaksi.
  3. Panaskan tabung reaksi dalam beker gelas yang berisi air bersuhu 40-50°C selama lima menit.
  4. Berhati-hatilah ketika menggunakan api. Pada waktu mematikan pembakar spiritus jangan ditiup, tapi dilakukan dengan menutupkan spirtus dengan penutupnya
  5. Hati-hati pada waktu memanaskan tabung reaksi dalam beker gelas berisi air panas.
  6. Perhatikan perubahan warna yang terjadi!

b. Uji Urin yang Mengandung Protein
Reagen biuret digunakan untuk mengetahui adanya kandungan protein pada bahan makanan. Reagen biuret adalah larutan berwarna biru yang ketika bereaksi dengan protein akan berubah warna menjadi merah muda sampai ungu.

Langkah-langkah
  1. Masukkan 40 tetes (2 mL) sampel urin ke dalam tabung reaksi, beri label setiap sampel.
  2. Tambahkan 3 tetes reagen biuret untuk masing-masing tabung. Kocok perlahan-lahan untuk mencampur.
  3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi!

Data pengamatan
Isikan data pengamatanmu dengan cermat dan teliti sesuai dengan hasil percobaan
Sampel urineUji glukosaUji ProteinAda/tidak endapanWarna GulaWarna ProteinGangguan yang mungkin
sebelumsesudahsebelumsesudah
DeaAdakuningcoklat tuakuningkuning lebih mudaterdapat gula sebesar 2% - 3,5%
ShabihahAdakuninghijau lumutkuningkuning lebih mudaterdapat gula sebesar 0,5 – 1%
JokoAdakuningcoklatkuningkuning lebih mudaterdapat gula sebesar 2% - 3,5%
ShantyAdabeninghijau toskabening
kuning lebih muda
0,5 – 1%
Analisis
Berdasarkan hasil praktikum uji kandungan urin, didapatkan hasil bahwa urin  untuk uji protein dan uji glukosa, hasil yang didapat dari praktikum menunjukkan bahwa urin tidak mengandung protein dan tidak mengandung glukosa, karena saat ditetesi 3 tetes biuret (dalam uji protein) urin berwarna kuning kehitaman/cokelat gelap dan saat ditetesi 10 tetes benedict (dalam uji glukosa) urin berwarna hijau kebiruan. Dengan uji glukosa dapat diketahui jika terbentuk endapan maka urin yang digunakan sebagai bahan dasar praktikum adalah milik orang penderita diabetes. Akan tetapi, hasil uji urin setelah diamati adanya endapan atau tidak, ternyata urin tidak terbentuk endapan sehinga tidak menderita diabetes.

Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa urin merupakan zat hasil sistem eksresi manusia yaitu ginjal. Urin dapat diuji untuk mengetahui penyakit yang ada dalam tubuh manusia dengan menggunakan benedict dan biuret. Benedict digunakan untuk menguji urin yang mengandung gula atau glukosa sedangkan biuret digunakan untukmenguji urin yang mengandung protein

Artikel Terkait

Blogger
thumb_up Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments